11 trik mengatasi puber kedua bagi pasangan menikah

Momok puber kedua sering kali jadi hal yang menakutkan dalam hubungan pernikahan. Padahal dengan langkah yang tepat, Anda dan pasangan mampu melewatinya bersama tanpa masalah berarti. Berikut beberapa tipsnya.

21,492 views   |   173 shares
  • Puber kedua dikenal sebagai istilah yang menunjukkan saat seseoarng memasuki kurun usia tertentu yang ditandai dengan munculnya gejolak hormonal layaknya pubertas di usia remaja. Bagi yang belum menikah, hal ini tentu bukan masalah. Namun bagi yang sudah mempunyai pasangan, kadang fase ini menimbulkan beberapa hal yang dapat membuat hubungan dengan pasangan jadi 'terguncang'. Bagaimana cara Anda menyikapi jika pasangan mengalami puber kedua ini? Berikut beberapa di antaranya:

    1. Yakinlah bahwa puber kedua hanyalah sebuah istilah belaka. Pasangan yang meyakini bahwa puber kedua hanyalah sebatas istilah, tidak serta merta percaya dengan kondisi tersebut dan mampu mengatasinya dengan lebih baik sebelum dapat merusak pernikahan.

    2. Jangan mencoba untuk coba jatuh cinta lagi (pada orang selain pasangan Anda). Pernah dengar istilah jatuh cinta setiap hari? Ya. hal tersebut penting Anda rasakan pada pasangan Anda, namun jangan pada orang lain. Jika Anda merasakan adanya 'sedikit' gejolak tersebut, ingatlah selalu sebelum melangkah lebih jauh bahwa hal tersebut tentu akan sangat menyakitkan bagi pasangan Anda.

    3. Yakinlah bahwa pasangan Anda saat ini adalah yang terbaik di antara yang paling baik. Dengan meyakini hal ini, Anda akan dapat menahan diri untuk mencari lebih baik lagi. Karena yang terbaik sudah ada di depan mata Anda selama ini.

    4. Sering menghabiskan quality time bersama pasangan. Pasangan yang banyak mempunyai quality time bersama, tidak mempunyai waktu untuk memikirkan puber kedua.

    5. Sering berdiskusi hati ke hati dengan pasangan akan membuat kedekatan secara psikologis tetap terjaga. Jangan ragu berbagi pandangan Anda tentang puber kedua dan cara melewatinya bersama pasangan.

    6. Menerima pasangan apa adanya. Dengan menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan, akan membuat Anda tersadar bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Pasangan yang berada di samping Anda adalah yang terbaik dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

    7. Saling support, penting untuk melalui dan mengatasi puber kedua bersama-sama. Dukung pasangan Anda dalam menjalankan aktivitasnya, sehingga pasangan merasa nyaman bersama Anda.

    8. Saling percaya dan terbuka antar pasangan juga dapat menguatkan ikatan perkawinan sehingga tidak mudah goyah oleh rintangan dari luar, termasuk puber kedua.

    9. Menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan juga dapat memperkecil kemungkinan hadirnya masalah puber kedua bagi pasangannya.

    10. Tidak mudah terprovokasi oleh orang lain yang dapat membuat hubungan pernikahan Anda menjadi renggang. Hindari sumber yang tidak baik, dan ingatlah bahwa Anda yang menjalani, Anda pula yang paling mengerti situasi pernikahan Anda.

    11. Memperbaiki hubungan dengan pasangan setiap terjadinya konflik, akan mampu meminimalkan munculnya kondisi yang tidak diinginkan saat fase puber kedua.

  • Advertisement
  • Hal-hal di atas bisa mengatasi atau setidaknya meminimalkan timbulnya konflik dan permasalahan saat terjadinya puber kedua di antara pasangan menikah.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Nuria adalah lulusan Teknik Elektro UGM. Nuria mengawali karir sebagai praktisi bidang IT di salah satu perusahaan swasta, Menulis adalah salah satu kegemaran saya untuk mengekspresikan dan sharing tentang hal-hal yang bermanfaat.

11 trik mengatasi puber kedua bagi pasangan menikah

Momok puber kedua sering kali jadi hal yang menakutkan dalam hubungan pernikahan. Padahal dengan langkah yang tepat, Anda dan pasangan mampu melewatinya bersama tanpa masalah berarti. Berikut beberapa tipsnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr