Drama ART bikin stres? Ini cara menyiasatinya

Ini lho, caranya mengurangi 'drama' yang seakan tak henti diciptakan ART Anda

244 views   |   shares
  • Asisten Rumah Tangga (ART) adalah sosok penting dalam hidup kita saat ini. Tanpa mereka, bisa apa kita? Ha ha ha..tentu saja bisa saja Anda mengurus suami dan anak, memasak, membersihkanrumah, mengantar anak sekolah, mencuci, menyetrika, dan semua tetek bengek lain. Wanita jaman dulu saja bisa melewati hidup tanpa si ART kok.Tapi jika Ada yang bisa membantu kenapa tidak? Toh akan membuat hidup Anda jadi lebih mudah dan beban stres dapat sedikit terangkat.

  • Namun betulkah? Sering kali ART (dan juga pengasuh anak) justru membawa 'drama' sendiri ke dalam keluarga Anda. Tidak jarang saya tertawa mendengar teman yang menceritakan kelakuan ART-nya. Tidak jarang pula saya sendiri yang gigit jari dengan kelakuan 'ajaib' ART saya di rumah. Walau tentu banyak hal dari hidup kita yang jadi lebih 'ringan' berkat kehadiran mereka, namun jika Anda tidak menyiasati dari awal bisa jadi hidup Anda malah semakin terbebani. Berikut beberapa trik yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya:

  • 1. Jelaskan di awal—Apa yang boleh dan tidak

  • Pernah mendapati kulkas Anda tiba-tiba kosong? Saya pernah. Sedihnya saat Anda menyimpan kue favorit dan ingin memakannya di saat yang tepat, lalu saat dicari ternyata hilang. Tentu bukan berarti melarang mereka untuk makan, namun jika tidak ingin seperti saya sebaiknya Anda sudah mengingatkan terlebih dahulu di awal, hal-hal yang boleh dan tidak dilakukan dalam rumah. Tidak ingin mereka main HP terus? Berikan saja jam khusus memegang HP seperti jam makan siang dan istirahat malam. Berikan mereka arahan mengenai kebiasaan di rumah Anda dan bagaimana Anda mentolerir sikap yang tidak patut.

  • 2. Beri daftar pekerjaan

  • Ini adalah pengalaman pribadi saya, yang selalu dengan polosnya berfikir setiap orang yang berkeinginan untuk bekerja menjadi ART akan dengan otomatis mengerti apa yang harus mereka lakukan seputar urusan rumah. Nyatanya, saya selalu 'makan hati' mendapati pekerjaan ART yang tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Setelah memberikan check-listpekerjaan yang saya tempelkan di dinding kulkas, sekarang tugasnya jadi lebih terarah dan baik.

  • 3. Buat kontrak kerja

  • Ya, seperti layaknya pekerja kantoran, ART juga memerlukan kontrak kerja yang jelas lohtentang hak-hak dan kewajibannya. Yang perlu Anda tekankan seperti minimum kerja, kejelasan asal-usul dan riwayatnya, konpensasi yang ditanggung jika melanggar kontrak serta hak-hak yang mereka dapatkan seperti cuti dan bonus. Saya sering mendengar teman yang kebingungan karena tiba-tiba ART mereka minta pulang saat itu juga, padahal kondisi teman saya yang bekerja dan sulit mengambil cuti dan tidak ada yang menemani anaknya di rumah. Sungguh drama yang memusingkan!

  • Advertisement
  • 4. Kenali asal-usulnya

  • Bukan hal yang aneh jika Anda memegang kartu identitas -atau minimal fotokopi- milik ART Anda. Catat juga alamat rumahnya dan kontak darurat keluarganya yang dapat Anda hubungi sewaktu-waktu. Hal ini juga mencegah ART melakukan hal yang tidak-tidak seperti kriminalitas yang kerap terjadi saat ini.

  • 5. Buat batasan privasi Anda

  • Beritahu mereka dengan jelas hal-hal yang tidak boleh mereka lakukan di rumah, ruang-ruang pribadi yang tidak boleh dimasuki seperti kamar Anda tanpa supervisi dan ijin dari Anda atau suami. Hal ini untuk menghindari hal yang tidak diinginkan baik dia maupun Anda.

  • 6. Jadilah pribadi yang asertif

  • Saya sering mendengar teman yang kebingungan bagaimana cara menegur ART tanpa menyinggung (yang dapat berujung pada sakit hati dan membuat ART pergi). Padahal jelas-jelas ART itu salah dan perlu diarahkan. Yang pertama perlu Anda lakukan, tata emosi Anda terlebih dahulu. Tegur dengan alasan logis dan sikap yang tenang, lakukan dengan sopan dan tanpa maksud menyakiti.

  • 7. Ingat, mereka juga manusia yang butuh dihargai

  • Saya mengagumi seorang teman yang menciptakan lingkungan kerja sangat positif untuk ART dan pengasuh anaknya. Selain hak cuti yang diberikan dengan tepat setiap bulannya, ia juga tidak jarang memberikan bonus pada setiap hasil baik yang dilakukan oleh ART-nya tersebut. Contoh, anaknya memiliki sifat susah makan. Maka ia mengimingi ART bonus di tiap kenaikan berat badan yang dicapai oleh si anak. Ia juga membantu biaya ART-nya yang ingin mengambil kursus keahlian tertentu.

  • 8. Turunkan standar Anda

  • Ingin bebas stres? Turunkan standar yang Anda harapkan dari ART. Tidak semua orang bisa mewujudkan keinginan ideal Anda, begitu pula mereka. Syukuri kehadiran mereka dan jangan meminta sesuatu yang mustahil.

  • Dengan mengetahui dan mengantisipasi hal-hal yang mungkin dapat terjadi saat hidup berdampingan dengan ART, maka hidup Anda berdua bisa jadi lebih mudah dan bebas stres. Saya sendiri, mengetahui diri saya sulit bersikap asertif akhirnya memilih untuk menggunakan ART yang bekerja paruh waktu. Hal ini juga sesuai dengan kondisi saya yang berada fulltime di rumah, sehingga hanya perlu dibantu untuk beberapa hal yang sulit saya atasi. Bagaimana dengan Anda? Semoga tips di atas bermanfaat ya.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Ayumi adalah penulis lepas yang mengasah ilmu jurnalistiknya dengan menjadi reporter di media harian dan media gaya hidup di Jakarta. Ibu dari dua gadis kecil ini suka membaca buku, mendengarkan musik dan menulis sebagai sarana pelepas stress.

Drama ART bikin stres? Ini cara menyiasatinya

Ini lho, caranya mengurangi 'drama' yang seakan tak henti diciptakan ART Anda
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr