4 alasan mengapa Anda tidak boleh terlalu sering memarahi anak

Ada akibat fatal yang bisa saja muncul lantaran kita terlalu sering memarahi anak. Apa saja?

165,180 views   |   1,236 shares
  • Tumbuh kembang anak itu sangat bertumbuh pesat, dari segi fisik maupun pemikiran mereka, dalam jangka waktu 5 bahkan 15 tahun perbedaan mereka tampak begitu segnifikan. Mereka bertumbuh tinggi, mereka sudah menjadi pemalu, suara mereka berubah menjadi lebih besar, dan lain-lain. Lalu, apakah Anda sebagai orang tua sudah pasti memberikan sebuah hal yang baik dan sehat terhadap buah hati sepanjang pertumbuhan mereka? Apakah Anda sudah tidak terlalu sering memarahi buah hati Anda di setiap harinya? Inilah alasan mengapa buah hati seharusnya tidak terlalu sering Anda marahi.

  • 1. Sulit membuka diri

  • Anak yang cenderung menutup dirinya tentu tidak memiliki komunikasi dua arah yang lancar dengan orangtuanya. Ia bisa jadi cenderung merasa selalu terpojok dan bersalah. Alhasil, kepercayaan diri hilang dan sikap ini terbawa ketika ia bergaul di dunia luar. Karena itu, ciptakanlah kondisi yang kondusif di dalam rumah agar anak mampu 'tampil' lebih aktif, terbuka dan percaya diri ketika berada di tengah komunitasnya, di luar rumah.

  • 2. Menjadi lebih temperamen

  • Orang tua yang mengajarkan anak-anaknya menjadi seorang yang lemah lembut atau semacamnya, itu tidak berawal dari orang tua yang memberikan sebuah contoh, apakah orang tua mereka memberikan contoh yang cukup sabar atau yang cukup payah. Untuk itu sebisa mungkin jika terdaat suatu keadaan terburuk menima Anda mengusahakan ekspresi wajah

  • 3. Tidak peduli

  • Karena seringkali mengalami atau menahan rasa sakit di hatinya, secara otomatis anak menjadi pribadi yang cuek dengan sekitar. Suatu perasaan akan terbentuk di dalam pikirannya—bahwa "orangtuaku saja tidak menyayangiku, apalagi orang lain." Selain itu ia juga punya perasaan takut, jika orang lain pun menyakiti hatinya. Dengan demikian, ia berkesimpulan bahwa dirinya merasa lebih baik jika sendiri dan tidak berinteraksi dengan siapapun.

  • 4. Memberontak

  • Terlalu sering memarahi atau memperlakukan anak dengan keras akan menjadi cermin bagi anak ketika ia bertingkah laku. Ketika ia tidak suka dengan apa yang ia hadapi di luar rumah, maka ia pun akan melakukan penolakan keras—entah itu secara verbal ataupun lewat sikap/gestur.

  • Begitu juga ketika ia mendapatkan perintah dari Anda. Jangan harap bahwa ia akan semakin lunak dan langsung menuruti orangtuanya.

  • Jika tidak ingin semua karakter di atas tertanam di dalam diri anak-anak kita, sebagai orangtua kita patut memberikan contoh dan teladan yang baik untuk mereka. Menciptakan suasana yang hangat di rumah dan penuh dengan kasih sayang adalah bekal paling utama dalam membentuk karakter baik pada anak-anak kita.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya adalah ayah dari seorang putra usia 2,5 tahun, saya saat ini bekerja di kantor pos. Di waktu luang saya memanfaatkan waktu untuk menulis dan bermain dengan putra saya. Semoga tulisan-tulisan saya dapat menginspirasi para pembaca.

4 alasan mengapa Anda tidak boleh terlalu sering memarahi anak

Ada akibat fatal yang bisa saja muncul lantaran kita terlalu sering memarahi anak. Apa saja?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr