Anak menangis saat akan ditinggal ke kantor? Ssst ada siasatnya lho

Meninggalkan si buah hati ke kantor merupakan hal yang berat untuk setiap orangtua, terutama ibu. Apalagi saat ditinggal, ia menangis. Tapi tenang saja, selalu ada jalan. Selama dilakukan dengan baik dan tak terburu-buru.

750 views   |   5 shares
  • Balita memang sudah "didesain" untuk lebih banyak menghabiskan dengan manusia yang telah membentuk kedekatan dengan dirinya; orangtua, paman, bibi, nenek atau kakek. Karena itulah, jika telah tiba waktunya bekerja, dan mau tak mau harus menitipkan anak kepada orang lain, tugas orangtua untuk menemukan cara agar anak dapat membentuk hubungan penuh kasih sayang juga dengan para pengasuh. Bahkan bekerja sama dengan pengasuh, sehingga kebutuhan anak pun dapat terpenuhi

  • 1. Fasilitasi kedekatan antara anak dengan pengasuh

    • biarkan anak merasakan pengalaman menyenangkan bersama pengasuhnya, di depan Anda.

    • Membangun kedekatan antara Anda dan pengasuhnya, di depan anak.

    • Meletakkan foto si pengasuh saat sedang memeluk anak, di kulkas, misalnya. Dan membicarakan tentang kebaikan yang dilakukan si anak, di depannnya dan juga si pengasuh.

    • Sering mengulang cerita seru tentang pengasuh, kepada anak, saat Anda sedang bersamanya.

  • 2. Bantu dirinya agar merasa nyaman dengan situasi baru tersebut

  • Bisa dilakukan pagi sebelum berangkat bekerja, dengan bermain dulu bersama pengasuh dan anak, atau anak-anak lain (jika berada di daycare). Lalu mundur perlahan dan mengamati dari jauh, saat ia mulai asyik.

  • 3. Mulailah dengan perpisahan singkat

  • Saat anak mulai terlihat nyaman, mulailah berlatih mengucap selamat tinggal, pergi, dan kembali secepatnya saat ia sudah berhenti menangis. Jangan kembali saat ia masih menangis, karena itu akan membuatnya merasa tangisan bisa membawa Anda kembali.

  • 4. Bangun rutinitas perpisahan

  • Misalnya membacakan cerita pendek, memeluknya, katakan Anda menyayanginya dan akan kembali, lalu serahkan ia pada penngasuh dan ucapkan kalimat manis seperti "Mama sayang kamu, bersenang-senang ya, nanti mama jemput jam enam sore"

  • 5. Berikan penjelasan, agar anak mengerti situasinya

  • Poin penting: deskripsikan bahwa hari ini ia akan bersenan-senang dengan pengasuh. "Pertama, Mama akan baca cerita, lalu kita cari Tante Asri, dan mama akan bilang dadaah. Lalu kamu dan Tante juga teman-teman akan menari. Kamu mungkin akan sedih, tapi musik pasti membuat kamu nyaman. Setelah itu, kamu makan bersama teman-teman, lalu main di luar, main di dalam, tak terasa sudah sore, dan mama kembali di sini deh.."

  • 6. Jangan pergi diam-diam

  • Saat anak menangis, katakan saja dengan singkat "Mama tahu kamu ingin mama di sini, tapi nanti sore mama kembali jemput kamu. Mama akan melambai dari luar, nanti kamu bisa lihat mama dari jendela"

  • Advertisement
  • Lalu pergi, dan jangan kembali sesaat Anda mendengarnya menangis. Mungkin perpisahan dengan air mata ini akan berlangsung hingga sepekan, namun tetap konsisten dengan rutinitas, justru akan membantunya memahami bahwa mama pasti akan kembali nanti sore untuk menjemputnya.

  • 7. Bekerjasama dengan pengasuh mengenai kecemasan anak

  • Pengasuh harus mampu membuat anak merasa nyaman, jadi pastikan bahwa pengasuh pun bisa tenang menghadapi tangisan anak, bukan hanya mampu mengalihkan pikiran anak dan membuatnya berhenti menangis semata. Sebab anak pun perlu mengeluarkan emosi lewat tangisan. Untuk itu bekerja samalah dengannya, dan temukan cara menenangkan anak dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan anak.

  • 8. Jangan selalu terlambat menjemput anak

  • Penuhi janji Anda untuk hadir pukul enam sore, setelah ia makan sore. Jika Anda selalu terlambat, ia akan sulit memercayai ucapan Anda.

  • 9. Bantu anak memahami bahwa orangtuanya akan kembali

  • Bermain "cilukba" atau petak umpet, dan bermain sembunyi-temukan barang bisa membantu Anda menjelaskan bahwa yang tak terlihat mata bisa muncul kembali.

  • 10. Curahkan kasih sayang dan perhatian saat Anda bersama anak

  • Anda pasti butuh mandi air hangat dan secangkir teh hangat usai seharian bekerja. Namun si kecil butuh kehadiran Anda yang penuh kasih sayang untuk membuatnya tenang. Jadi bagaimana jika "me time" berganti menjadi "our time"? dengan berpelukan, tertawa bersama, membaca buku dan duduk santai sambil mengobrol di sofa bersamanya.

  • 11. Buatkan buku "Banyak yang sayang aku"

  • Susunlah kertas warna-warni dan buatkan sebuah buku kecil dengan banyak foto di dalamnya. Foto-foto anak yang sedang bersama dengan orang-orang di sekitarnya; orangtuanya, nenek kakek, tante dan om, pengasuh, saudara-saudara juga teman-teman. Bacakan buku itu berulang kali. Biarkan si pengasuh membacakan buku itu, saat Anda masih berada di dekatnya. Sebab banyak anak yang merasa nyaman dengan membaca buku, saat ia merindukan orangtuanya.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Anak menangis saat akan ditinggal ke kantor? Ssst ada siasatnya lho

Meninggalkan si buah hati ke kantor merupakan hal yang berat untuk setiap orangtua, terutama ibu. Apalagi saat ditinggal, ia menangis. Tapi tenang saja, selalu ada jalan. Selama dilakukan dengan baik dan tak terburu-buru.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr