Bagaimana cara mulai mengajari anak Anda berpuasa?

Tidak mudah mengajari anak untuk mulai berpuasa. Karenanya, dibutuhkan kesabaran dan pendekatan yang baik. Ini caranya

554 views   |   2 shares
  • Bunda, sebelum mulai melatih anak untuk berpuasa, ada baiknya orangtua pun memahami dulu maknanya, mengapa mereka harus mulai berpuasa. Kira-kira begini:

    1. Belajar menahan diri-makan, minum, marah, emosi berlebih. Dengan mengajarkan berpuasa, sama dengan melatih anak untuk melatih emosi. Bahkan mengajarkan anak hemat. Sebab, jika anak berhasil menahan diri dalam puasa, ia akan belajar menahan diri untuk banyak hal, dan mengetahui benar bedanya keinginan dan kebutuhan.

    2. Memberi tantangan pada diri sendiri. Menantang diri sendiri untuk bisa menahan segala hawa nafsu akan memberi waktu untuk banyak berpikir mengenai hal-hal yang bermanfaat untuk badan. Maka akan membuat anak berpikir ulang untuk melakukan perbuatan buruk di masa depan, seperti merokok, mabuk-mabukan.

    3. Menumbuhkan rasa empati. Melihat berita di mana-mana ada kelaparan, dan kemiskinan. Puasa dapat mengajarkan anak untuk memahami penderitaan orang lain. Dengan itu anak akan bersyukur, dan ingin berbagi lebih banyak, karena sudah tahu yang dirasakan orang lain. Ia juga memahami konsep tidak membuang makanan, tidak memboroskan air, dan sebagainya.

  • Nah, setelah pemahaman makna puasa, penting juga untuk mengetahui; kapan sebenarnya usia tepat balita bisa berpuasa? Perkembangan setiap anak berbeda dan unik, jadi tak ada patokan usia tepat mengajarkan balita berpuasa. Yang dapat Anda lakukan adalah mengenalkannya ritual dan ibadah puasa sedini mungkin.

  • "Mengajarkan anak berpuasa bisa dimulai sejak usia dini yaitu saat anak masih TK atau awal masuk sekolah dasar, asalkan sudah ada kemauan dari sang anak untuk ikut berpuasa," ujar psikolog anak dari Klinik Kancil Tia Rahmania, MPsi.

  • Balita 1-3 tahun berada di fase konkret-operasional, baru dapat memahami segala yang berwujud, konkret, dapat dilihat, dipegang dan dirasakan. Sehingga, mereka belum paham arti puasa, tujuan dari puasa, dan konsekuensi dari berpuasa. Baru di usia 3 - 5 tahun, balita mulai memahami puasa artinya tidak makan dan tidak minum.

  • Rahmania menambahkan sebaiknya mulai mengajarkan puasa secara bertahap. Misalnya puasa dari sahur hingga Zuhur lalu berbuka dan melanjutkan puasa kembali hingga Magrib karena ini merupakan salah satu proses pembelajaran bagi anak. Dan anak akan mau dengan sendirinya untuk melakukan puasa jika orangtua sering memberikan informasi mengenai manfaat dan pengertian puasa sejak sebelumnya.

  • Advertisement
  • Saat mulai mengajarkan berpuasa pada anak, ajaklah dengan cara yang menyenangkan, pilihlah kata-kata yang positif, tidak menyuruh, tidak membentak dan jangan membuat anak terpaksa melakukannya.

  • "Memberikan hadiah pada anak yang bisa menyelesaikan puasa dengan baik merupakan salah satu cara yang paling efektif," ujarnya. Pemberian hadiah kepada anak akan memacu anak untuk mau melakukan puasa sama seperti kedua orangtuanya dan tidak akan membuat anak menjadi materialistis. Karena justru ada kebanggaan tersendiri pada diri sang anak jika bisa mendapatkan sesuatu dari hasil jerih payahnya sendiri dan bisa dibanggakan kepada teman-temannya.

  • "Sebaiknya anak mulai bisa diajarkan untuk puasa dari sahur hingga Magrib saat berusia 11-12 tahun, karena jika dilihat dari segi fisik dan perkembangannya anak sudah cukup kuat untuk melakukannya," ujar Rahmania. Jika anak sudah terbiasa untuk melakukan puasa sejak dini, maka kebiasaan ini akan terbawa terus hingga anak menjadi remaja. Dan jika sudah tiba saatnya anak wajib melakukan puasa, orangtua tidak akan mengalami kesulitan lagi untuk membimbingnya.

  • Hendaknya jika anak sudah menginginkan melakukan puasa, malam sebelumnya orangtua harus memberitahu bahwa anak harus bangun lebih awal untuk melakukan sahur bersama-sama sehingga anak lebih nafsu untuk makan. "Jika anak yang masih TK atau SD susah untuk dibangunkan sahur maka jangan dipaksakan, agar anak tidak susah dibangunkan untuk sahur sebaiknya anak ditidurkan lebih cepat dari waktu biasanya," ujar Rahmania.

  • Sementara, dari kacamata dokter anak, tidak masalah jika anak sudah dikenalkan sejak dini untuk berpuasa. Yang terpenting asupan gizinya terpenuhi ketika menyantap sahur dan berbuka. "Pastikan di dalam menu makanan mereka ada kandungan karbohidrat, protein, lemak, sayur, dan buah. Supaya jeda waktu dari berbuka ke sahur dan sebaliknya, anak bisa bertahan," kata dr. Margareta Komalasari Sp.A.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Bagaimana cara mulai mengajari anak Anda berpuasa?

Tidak mudah mengajari anak untuk mulai berpuasa. Karenanya, dibutuhkan kesabaran dan pendekatan yang baik. Ini caranya
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr