7 Tips untuk Membantu Memperkuat Citra Diri Anak Anda

Membantu anak Anda mengembangkan citra diri yang positif adalah proses yang berkelanjutan. Ingatlah bahwa tidak ada orang yang sempurna, Anda pun tidak. Jika Anda berkepala dingin dan melakukan yang terbaik, anak Anda akan belajar dari teladan Anda.

2,443 views   |   shares
  • Seorang anak dengan citra diri yang kuat dan positif akan lebih bisa berinteraksi secara positif dengan orang lain, menangani konflik secara efektif, dan tetap lebih optimis daripada anak dengan citra diri yang rendah. Sementara perkembangan citra diri yang sehat adalah proses yang kompleks dan berkelanjutan, berikut adalah beberapa pemikiran yang dapat membantu orang tua.

  • 1. Tidak ada yang sempurna

  • Ini adalah tempat yang baik untuk memulai. Ingatlah bahwa Anda tidak sempurna saat kanak-kanak dulu, sadarilah bahwa Anda tidak sempurna sebagai orang tua, dan berhentilah mengharapkan anak Anda untuk menjadi seseorang yang dulu dan sekarang Anda tidak pernah menjadi. Jangan takut melakukan kesalahan dari waktu ke waktu. Teladan orang tua tidak sempurna yang berusaha keras untuk menjadi lebih baik akan mengajarkan bahwa kesempurnaan tidaklah diharapkan, tetapi upaya diharapkan.

  • Di sisi lain, berusaha dengan sia-sia – dan percayalah, itu akan sia-sia – untuk membujuk anak Anda bahwa Anda adalah dan selalu sempurna, tidak akan membangun citra dirinya. Sebagai hasilnya, hubungan Anda berdua akan dirugikan.

  • 2. Berikan diri Anda

  • Ketika Anda memprioritaskan untuk meluangkan waktu dengan anak-anak Anda, Anda mengajarkan bahwa mereka berharga dan dihargai. Olahraga kebun, berkemah, acara sekolah, dongeng sebelum tidur, makan bersama di meja makan, dan kegiatan sejenis lainnya memungkinkan anak dan orang tua untuk saling terhubung (perhatikan saya tidak menyebutkan film atau kegiatan non-interaktif lainnya) dan menyampaikan hal-hal yang benar bagi anak-anak. Lagipula, itu semua menyenangkan.

  • 3. Mengajar adalah hal yang baik

  • Memberitahu seorang anak bahwa dia telah melakukan kesalahan bukanlah hal yang buruk. Itu disebut mengajar, dan jika dilakukan dengan benar tidak akan merusak citra diri. Meskipun ada metode pengajaran kontemporer yang menyarankan kepada Anda bahwa Anda hendaknya menganggap setiap jawaban atau kinerja anak Anda adalah benar, bahkan jika itu salah, janganlah tertipu.

  • Gagal untuk mempelajari perbedaan antara melakukan hal dengan benar dan melakukan hal dengan salah mendorong kegagalan serius – dan itu merusak citra diri. Belajar melakukan hal dengan benar mendorong keberhasilan besar, dan itu membangun citra diri.

  • 4. Melakukan vs. merasakan

  • Sementara kita seringkali menganggap perasaan sebagai penyebab perilaku, mungkin kita hendaknya mempertimbangkan bahwa itu adalah hasil dari perilaku. James Lehman menyarankan, “Anda tidak dapat merasakan cara menuju perilaku yang lebih baik, tetapi Anda dapat berperilaku untuk dapat merasakan yang lebih baik.” Anak-anak akan sering menghadapi masalah dan tantangan. Jika upaya mereka untuk menghadapinya didukung oleh orang tua yang mendorong mereka untuk menanganinya secara positif dengan segala ketidaksempurnaan dan kekecewaan, mereka akan belajar bahwa mereka dapat menangani hal-hal seperti ini secara emosional. Mereka akan belajar untuk bangkit kembali dan terus berusaha. Kemampuan untuk mengatasi timbul dari belajar untuk mengatasi.

  • Advertisement
  • 5. Hindari pujian palsu

  • Anak-anak tahu ketika pujian yang diberikan adalah palsu atau dibuat-buat dan mereka tahu ketika pujian diberikan dengan tulus. Pastikan pujian Anda tulus dan tidak merendahkan. Dan pastikan Anda sering memberikan pujian.

  • 6. Mitos konsistensi

  • Meskipun penting untuk mempertahankan prinsip-prinsip Anda, tidaklah mungkin bagi orang tua untuk menghindari sejumlah inkonsistensi yang timbul dari suasana hati, emosi, kepicikan, kesibukan dan kesalahan. Tetapi jangan panik. Prinsip-prinsip pembelajaran menyarankan bahwa perilaku yang dihargai setiap saat tidak akan bertahan sekuat perilaku yang dihargai hanya beberapa kali. Jadi, jangan menghukum diri Anda jika Anda sekali atau dua kali lupa memuji anak Anda ketika dia berhasil mengikat tali sepatunya sendiri. Inkonsistensi Anda hanya akan membantu memperkuat citra diri anak Anda. Namun, berhati-hatilah; prinsip pembelajaran itu berlaku juga pada perilaku yang tidak ingin Anda dorong.

  • 7. Hargai kompetisi sejati

  • Kompetisi atau persaingan seringkali dianggap buruk. Memastikan bahwa setiap orang dalam persaingan merasa dihargai terlepas dari hasilnya, menyangkal peluang bagi anak-anak untuk menikmati sensasi keunggulan. Dalam tahun-tahun awal seorang anak, ketika nilai partisipasi dengan tepat mengalahkan tekanan kompetisi, adalah penting untuk menghargai upaya setiap partisipan dalam persaingan; tetapi seiring dengan berjalannya waktu, realitas persaingan menuntut prioritasnya, suka atau tidak.

  • Berbuat curang untuk memastikan hasil seri, atau menghargai semua orang secara setara terlepas dari hasilnya, tidak akan mendorong rasa pencapaian sejati seorang anak atau mempersiapkannya untuk menangani kompetisi di kehidupan nyata yang tidak dapat terelakkan lagi. Dalam kompetisi yang berhasil, pencapaian berubah menjadi hadiahnya. Tanpa mengalami kepuasan nyata dari pekerjaan yang diselesaikan dengan baik, citra diri yang sehat akan sulit dipahami dan bahkan tidak mungkin tercapai.

  • Membantu anak Anda mengembangkan citra diri yang positif adalah proses yang berkelanjutan. Ingatlah bahwa tidak ada orang yang sempurna, Anda pun tidak. Jika Anda berkepala dingin dan melakukan yang terbaik, anak Anda akan belajar dari teladan Anda.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "7 tips to help strengthen your child's self-image" karya Haley Miller.

  • Advertisement
Bagikan pada teman dan keluarga..

I am an acquisitions editor for Cedar Fort Inc.

7 Tips untuk Membantu Memperkuat Citra Diri Anak Anda

Membantu anak Anda mengembangkan citra diri yang positif adalah proses yang berkelanjutan. Ingatlah bahwa tidak ada orang yang sempurna, Anda pun tidak. Jika Anda berkepala dingin dan melakukan yang terbaik, anak Anda akan belajar dari teladan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr