Apakah bayi Anda sehat? Indentifikasi dari fesesnya

Pada bayi, feses merupakan indikator penting dari sistem pencernaannya. Hal ini membutuhkan perhatian khusus, tidak hanya frekuesi BAB dan warna feses, tetapi juga konsistensinya.

751 views   |   shares
  • Tidak sedikit ibu baru dibuat khawatir saat bayinya BAB (buang air besar) sebanyak 6 - 10 kali dalam sehari. Selain itu feses bayi yang dikeluarkan memiliki warna yang berbeda-beda. Tahukah Anda, pada bayi feses merupakan indikator penting dari sistem pencernaannya. Hal ini membutuhkan perhatian khusus, bahkan tidak hanya frekuensi BAB dan warna feses, tetapi juga bentuk feses.

  • Frekuensi BAB dalam enam bulan pertama kelahiran

  • Beberapa hari setelah kelahirannya, bayi mengeluarkan mekonium yang terkumpul di usus bayi selama ia berada dalam kandungan ibu. Mekonium berwarna hijau pekat mendekati hitam dan lengket.

  • Pada hari ketiga, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, akan mudah BAB dan mengeluarkan seluruh mekonium. Pada hari ke empat, bentuk feses akan berubah. Pada hari kelima, jumlah feses bayi akan meningkat apabila ia tetap mendapatkan cukup ASI dan frekuensi BAB 2 - 3 kali setiap hari.

  • Ibu harus waspada dan berkonsultasi dengan dokter saat bayi yang mengonsumsi ASI Eksklusif menunjukkan 3 gejala berikut:

    • Pada bayi usia 4 - 5 hari, masih mengeluarkan mekonium.

    • Pada bayi usia 5 - 21 hari tidak buang air besar dalam waktu 24 jam.

    • Feses bayi berwarna coklat.

    • Jumlah feses sedikit.

    • Jarang BAB.

  • Memasuki usia satu bulan feses bayi normal berwarna kuning, sedikit berbau, bentuk lunak, agak cair dan berbiji - biji. Selain kuning, feses bisa berwarna hijau atau kuning pekat, berlendir dan berbuih.

  • Pada usia 2 bulan, bayi ASI memiliki frekuesi BAB yang berbeda-beda seiring dengan kinerja ususnya yang semakin sempurna. Ada yang BAB tiga hari sekali bahkan lebih. Selama ia tidak mengalami konstipasi (gas berlebihan pada lambung), sembelit dan bentuk fesesnya wajar, Ibu tidak perlu khawatir.

  • Kondisi bayi ASI jarang BAB dianggap normal, karena ASI mudah dicerna tubuh dan memiliki zat laksatif yang mampu mengencerkan feses. Selama dokter melihat pertumbuhan bayi Anda tidak ada masalah dan berat badan bayi normal, Ibu tetap dapat memberikan ASI eksklusif.

  • Setelah bayi berusia 6 bulan dan sudah mendapatkan MPASI (Makanan Pendamping ASI), frekuensi BAB bisa sampai 3 - 4 kali dalam sehari, dimana banyak dan bentuk feses tergantung dengan asupan makanannya. Seringkali bayi akan mengalami sembelit, pasti ia akan merasa nyeri saat BAB dan dapat membuat luka pada anus, segera tambahkan cairan, buah dan sayuran yang memiliki banyak serat.

  • Kenali warna

  • Advertisement
  • Bagi bayi ASI eksklusif, warna feses dapat dipengaruhi makanan yang di konsumsi ibu. Kenali dan pahami beberapa warna feses bayi, antara lain:

  • 1. Kuning

  • Bayi ASI usia 0 - 6, fesesnya akan berwarna kuning. Setelah mendapatan MPASI, warna feses berubah-ubah sesuai dengan makanannya seperti kuning kecoklatan atau kuning kehijauan.

  • 2. Hijau

  • ASI terdiri dari dua bagian yaitu pertama, foremilk, ASI pertama yang keluar jernih karena mengandung banyak air dan sedikit lemak, mengandung laktosa dan glukosa yang menyebabkan feses bayi berwarna kehijauan.

  • Ketika foremilkhabis, keluarlah bagian ASI yang kedua, hindmilk yang berwarna putih. Feses pun yang tadinya berwarna hijau akan berubah kuning.

  • 3. Kemerahan

  • Ibu perlu waspada disaat feses bayi berwarna kemerahan. Hal ini dapat terjadi karena berbagai sebab, diantaranya:

    • Membran mukosa yang berfungsi menghalangi masuknya mikroba berbahaya, menjadi rusak akibat bayi alergi terhadap susu formula.

    • Penyumbatan usus, di mana usus saling berlipat dan menimbulkan pendarahan.

    • Bayi usia 1 - 3 hari, wajar bila memiliki feses berwarna merah karena ada darah ibunya yang ikut terbawa.

  • 4. Putih keabuan

  • Feses berwarna putih keabu-abuan dapat disebabkan karena masalah kesehatan bayi, seperti adanya penyumbatan dalam saluran empedu. Segera konsultasi dengan dokter karena pada beberapa kasus, bayi di bawah umur 3 bulan harus menjalani operasi.

  • 5. Kehitaman

  • Feses berwarna kehitaman biasa terjadi pada bayi yang baru lahir hingga hari kedua, karena ia mengeluarkan mekonium. Setelah pemberian ASI, feses bayi akan berubah menjadi kuning di hari ketiga dan keempat.

  • Waspadai diare

  • Jika bayi Anda memiliki frekuensi BAB yang terlalu sering daripada hari sebelumnya dan menunjukan gejala diare seperti demam, nafsu makan dan minum berkurang, muntah-muntah, lemas, jarang buang air kecil, kulit tampak keriput, jangan anggap sepele. Segera bawa bayi Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penting bagi para ibu untuk selalu memperhatikan feses bayinya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai hal yang negatif terhadap tubuh bayi.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Apakah bayi Anda sehat? Indentifikasi dari fesesnya

Pada bayi, feses merupakan indikator penting dari sistem pencernaannya. Hal ini membutuhkan perhatian khusus, tidak hanya frekuesi BAB dan warna feses, tetapi juga konsistensinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr