Konsumsi teh meningkatkan risiko keguguran dan bayi lahir prematur. Benarkah?

Teh dipercaya dapat membantu ibu hamil melewati 'morning sicknes' selama kehamilannya. Namun harus diwaspadai, bagi ibu hamil yang mengonsumsi teh secara berlebihan dapat membawa risiko fatal bagi janin.

1,073 views   |   2 shares
  • Membeli beberapa varian teh menjadi salah satu kegiatan yang saya lakukan saat hamil. Passion fruit tea seperti blueberry, mangga, jeruk dan teh jahe menjadi pilihan favorit saya untuk mengurangi rasa mual dan pusing saat morning sickness.

  • Buat saya, secangkir teh hangat tidak hanya dapat mengusir morning sickness, tetapi menjadi penyemangat di pagi hari dan membuat hati lebih tenang setelah seharian sibuk menghadapi rutinitas.

  • Teh memiliki banyak manfaat, antioksidan yang terkandung didalamnya dapat menangkap radikal bebas yang ada di dalam tubuh dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Teh juga mampu mencegah berkembangnya sel kanker, melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi kolesterol dalam darah.

  • Sebagian wanita percaya, 100 - 200 IU Vitamin E dalam satu cangkir teh dapat menjaga kesehatan jantung dan membuat kulit halus. Kandungan Vitamin A dan C dapat menjaga daya tahan tubuh. Namun tidak untuk ibu Hamil, minum teh secara berlebihan justru dapat membahayakan.

  • Hal ini disebabkan teh mengandung kafein yang merupakan stimulan, zat psikoaktif yang bekerja pada sistem syaraf pusat untuk meningkatkan kewaspadaan yang dapat meningkatkan detak jantung dan laju metabolisme. Dalam satu hari, dua gelas cangkir berukuran 200 ml (300 mg kafein) menjadi batas wajar ibu hamil meminum teh.

  • Menurut artikel sumber, apabila kafein dikonsumsi secara berlebihan, tentu dapat menimbulkan resiko berbahaya bagi ibu dan calon bayi.

  • 1. GANGGUAN INSOMNIA

  • Ibu hamil tentu harus memiliki jam tidur yang cukup, namun hal ini tidak terjadi saat mengonsumsi teh secara berlebihan yang menyebabkan ia akan terjaga sepanjang malam. Sakit kepala yang timbul pada pagi hari pun akan memperburuk morning sickness.

  • 2. ANEMIA

  • Anemia kerap terjadi pada ibu hamil dan mereka membutuhkan makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah dan sayuran seperti bayam. Mengonsumsi teh secara berlebihan dapat menghambat tubuh menyerap zat besi, karena zat fenol dalam teh akan menyerap zat besi dan asam folat dari tubuh. Hindari minum teh setelah makan dan bagi ibu hamil yang sedang mengalami anemia.

  • 3. KEGUGURAN DAN BAYI LAHIR PREMATUR

  • Anemia akut pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran. Hal ini disebabkan kafein dapat meningkatkan detak jantung, mempengaruhi pola tidur ibu, gerakan janin dan pembuluh darah pun akan menyempit serta mengurangi pasokan darah ke plasenta. Janin pun tidak dapat memetabolisme kafein yang berada dalam aliran darahnya dalam waktu yang lama.

  • Advertisement
  • Rsiko bayi lahir prematur juga dapat terjadi, jika ibu hamil terlalu banyak mengonsumsi teh. Zat yang terkandung dalam teh dapat menghambat 'pengiriman' nutrisi dari ibu ke janin, sehingga akan membuat janin tumbuh lambat, berat badan kurang dan kekebalan tubuhnya juga akan melemah.

  • Selama dalam batas wajar, 1 hingga 2 cangkir, tentu teh aman dikonsumsi. Namun ada beberapa hal yang perlu ibu hamil ketahui dalam meminum teh, antara lain:

    • Simpan teh pada toples kedap udara dan berwarna gelap untuk menjaga aroma dan kualitas teh.

    • Seduh teh dengan air mendidih, namun jangan menyeduh teh lebih dari 15 menit, lalu saring ampas teh. Jika lebih dari 15 menit, teh akan mengandung 5 mg konsentrasi metal yang berbahaya.

    • Celupkan kantung teh maksimal selama 3 menit. Berhati-hatilah karena kantung teh mengandung klorin yang berfungsi sebagai disinfektan sehingga kertas bertahan lebih lama dan bebas dari bakteri pembusuk. Semakin lama mencelup kantung teh, maka klorin yang larut pada teh juga semakin banyak dan yang dapat menyebabkan gangguan pada jantung, liver dan ginjal.

    • Jangan merebus teh karena konsentrasi kafein akan meningkat dan antioksidan pun akan menguap.

    • Gunakan gula secara wajar untuk setiap satu cangkir teh.

  • Kenikmatan dan manfaat dalam secangkir teh pun tetap dapat dirasakan ibu hamil selama mengonsumsinya dalam batas wajar untuk menjauhkan resiko berbahaya bagi si calon bayi.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Konsumsi teh meningkatkan risiko keguguran dan bayi lahir prematur. Benarkah?

Teh dipercaya dapat membantu ibu hamil melewati 'morning sicknes' selama kehamilannya. Namun harus diwaspadai, bagi ibu hamil yang mengonsumsi teh secara berlebihan dapat membawa risiko fatal bagi janin.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr