Ketika menghadapi persalinan tanpa kehadiran suami

Wanita mana yang tidak ingin didampingi suami saat harus melahirkan buah hatinya? Tentu banyak hal yang membuat Anda ingin membagi saat spesial tersebut dengan orang yang paling Anda cintai dan percayai, suami sendiri.

1,988 views   |   15 shares
  • Wanita mana yang tidak ingin didampingi suami saat harus melahirkan buah cintanya? Tentu saat istimewa tersebut harus dirasakan bersama-sama, si calon ayah dan ibu.

  • Namun ada beberapa hal yang dapat terjadi sehingga suami tidak dapat mendampingi perjuangan istrinya melahirkan si buah hati. Seperti halnya saat suami sedang mengemban tugas di luar kota, sedang melakukan perjalanan dinas, atau -seperti yang saya alami- karena suami harus menuntut ilmu di luar negeri.

  • Semuanya mungkin terjadi apabila dengan sangat terpaksa suami tidak bisa pulang mendampingi, maka istri harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Mulai dari memeriksakan kandungan seorang diri hingga mempersiapkan kebutuhan persalinan -termasuk mempersiapkan diri berjuang sendiri tanpa dukungan suami tercinta-.

  • Lalu apa saja yang bisa seorang calon ibu lakukan ketika persalinan itu tiba tanpa dapat ditemani, berjuang sendiri melahirkan buah cinta Anda dan suami?

  • Pasrah

  • Situasi inilah yang pertama kali harus dimiliki. Pasrahkan diri Anda dan berdoa. Yakinkan diri Anda untuk berpasrah terhadap segala hal yang akan terjadi nantinya dan jalani semuanya tanpa kecemasan dan kesedihan.

  • Berpikir positif

  • Mencoba menenangkan diri sendiri dengan kecemasan-kecemasan yang mungkin meliputi pikiran dan perasaan kita saat persalinan. Semua hal itu akan menjadi lebih ringan ketika perasaan pasrah sudah tertanam dalam diri. Percayalah segala rencana yang dipersiapkan untuk Anda adalah segala yang terbaik.

  • Percaya pada tenaga medis yang membantu

  • Percaya pada pendamping persalinan akan sangat membantu menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang mungkin muncul saat proses persalinan tiba. Cobalah untuk percayakan pada dokter, bidan dan tenaga kesehatan lainnya yang sudah ahli membantu proses persalinan.

  • Menghubungi suami sebelum proses persalinan

  • Penting untuk mengabarkan suami tentang setiap perkembangan kondisi Anda, terutama saat menjelang persalinan. Bagikan momen-momen indah tersebut lewat telepon genggam atau panggilan video. Mendengar suara suami juga dapat membantu menenangkan perasaan Anda dan akan sangat membantu kesiapan mental untuk menjalani proses persalinan tanpa kehadirannya.

  • Yakin pada diri sendiri bahwa kita bisa melewatinya

  • Tidak ada yang mampu menyemangati diri, selain Anda sendiri. Bagaimanapun juga situasi ini sudah di depan mata, Anda hanya perlu melewatinya dan menjalankannya. Yakinkan bahwa Anda mampu menjalani semuanya dan tanam pikiran positif tersebut sepanjang kehamilan Anda.

  • Advertisement
  • Inilah beberapa tips yang dapat Anda lakukan jikalau harus menghadapi kehamilan dan persalinan tanpa didampingi suami. Bukan berarti kita tidak membutuhkan mereka, yakinlah bahwa wanita mempunyai seribu kekuatan untuk bisa bertahan hidup. Apalagi berkaitan dengan perjuangan untuk anak-anaknya.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Ketika menghadapi persalinan tanpa kehadiran suami

Wanita mana yang tidak ingin didampingi suami saat harus melahirkan buah hatinya? Tentu banyak hal yang membuat Anda ingin membagi saat spesial tersebut dengan orang yang paling Anda cintai dan percayai, suami sendiri.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr