3 Gagasan untuk Mengatasi Kemarahan yang Meledak

Sewaktu salah satu pasangan menjadi emosi dan mulai menyerang pasangannya, adalah penting bagi pasangannya untuk mengambil tiga langkah khusus untuk meredakan situasi itu dengan cara yang sehat.

15,253 views   |   6 shares
  • Beberapa hal lebih menyakitkan daripada konflik emosi antara pasangan. Ada banyak dinamika psikologis yang berbeda yang berperan dalam hubungan romantis, sehingga seringkali hal-hal yang sebenarnya sepele dapat memicu emosi kita.

  • Saat ego kita merasa marah, sakit hati atau tidak puas, seringkali kita ingin menyalahkan orang lain. Ego kita lebih suka untuk membuang tanggung jawab yang tidak adil ke orang lain daripada menerima tanggung jawab itu dan mencoba untuk memecahkan masalah. Selain itu, ego kita merasa senang saat menyalahkan orang lain dan kemudian menghukum mereka.

  • Sewaktu salah satu pasangan menjadi emosi dan mulai menyerang pasangannya, adalah penting bagi pasangannya untuk mengambil tiga langkah khusus untuk meredakan situasi itu dengan cara yang sehat.

  • 1. Menunjukkan empati dan kasih sayang

  • Dua prinsip utama dari semua hubungan manusia adalah cinta dan keadilan, tapi cinta adalah lebih penting dari kedua prinsip tersebut. Langkah pertama dalam menangani pasangan yang emosional adalah untuk mengungkapkan cinta Anda melalui empati dan kasih sayang.

  • Ketika seseorang diserang oleh pasangannya, sangatlah mudah baginya untuk menyerang kembali sebagai mekanisme-pertahanan-egonya. Hal ini terwujud dengan tindakan seperti membela diri, marah atau menghindari masalah. Sangatlah penting bagi pasangan untuk menyadari mekanisme pertahanan ini dan tidak terpengaruh olehnya.

  • Sebaliknya, dia harus melakukan yang terbaik untuk menunjukkan empati, perhatian dan kasih sayang pada pasangannya. Jika pasangannya adalah orang yang bertanggung jawab atas ledakan emosinya, meminta maaf dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi dapat membantu menenangkan perasaannya.

  • Kadang-kadang pasangan yang terlibat dalam hubungan romantis hanya membutuhkan cinta dan perhatian untuk menenangkan dirinya. Di sisi lain, dia akan berusaha untuk menggunakan emosinya sebagai senjata untuk menghukum pasangannya, atau sebagai sarana untuk mengontrol pasangannya.

  • 2. Menyediakan masa tenggang

  • Manusia memiliki kelemahan yang kadang-kadang menyebabkan seseorang untuk menyakiti orang lain, bahkan menyakiti orang yang kita cintai. Seringkali pasangan benar-benar terbawa arus emosi sehingga rasa cinta terhadap pasangannya hilang seiring dengan emosi yang tidak terkontrol. Hal ini dapat menyebabkan pasangan untuk menggunakan emosinya sebagai senjata untuk mengontrol pasangannya.

  • Setelah pasangan yang tidak merasa emosi mengerahkan upayanya untuk menunjukkan empati dan kasih sayang, dia harus mengakhiri percakapan sampai pasangannya dapat mengontrol emosinya dan dapat berkomunikasi dengan kepala dingin. Sangatlah mustahil untuk melakukan diskusi konstruktif saat emosi sedang naik.

  • Advertisement
  • Sangatlah tidak bermoral bagi seseorang untuk tetap berada dalam situasi di mana mereka secara verbal, fisik atau psikologis cenderung menjadi kejam.

  • Pasangan yang tidak sedang emosi harus menawarkan pasangannya semacam tenggang waktu untuk menenangkan diri dan berpikir dengan kepala dingin. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan meninggalkan rumah atau mengakhiri pembicaraan di telepon. Dia harus memberikan penjelasan singkat mengapa dia mengakhiri pembicaraan. Dia bisa menjelaskan kepada pasangan yang sedang marah bahwa dia merasa prihatin dan mencintainya, tapi dia tidak mau diperlakukan seperti musuh. Dia bisa mengakhiri percakapan dengan mengundang pasangannya yang sedang emosi untuk menelepon kembali atau datang untuk membicarakan masalah setelah pasangannya yang naik darah dapat berbicara dengan sopan dan konstruktif.

  • 3. Menanggapi dengan adil

  • Manusia belajar dari perilaku mereka dengan mengalami konsekuensi dari tindakan-tindakan mereka. Jika seorang pasangan bertindak kasar, kejam, atau sangat emosi, pasangannya harus menanggapinya dengan beberapa cara. Ini adalah salah satu sebab mengapa bersifat adil merupakan prinsip penting dalam hubungan romantis. Sebelum pasangan yang sedang emosi bertindak dengan kasar dan mengerahkan upaya yang diperlukan untuk berhenti memperlakukan pasangannya dengan perlakuan seperti itu, kosekuesinya seringkali menyakitkan. Jika seseorang dapat menggunakan intimidasi atau manipulasi sebagai cara untuk menghindari tanggung jawab atas perilakunya yang menyakitkan, dia akan memilih cara ini karena lebih gampang daripada mengambil cara yang lebih sulit dengan mengendalikan dirinya.

  • Menanggapi pasangan yang sedang naik darah dengan perilaku yang serupa tidaklah efektif ( dan tidak bermoral ), karena pasangan yang sedang emosi merasa bahwa perilakunya adalah benar karena pasangan yang tidak emosi pun menanggapi dengan tindakan yang sama-sama menyakitkan.

  • Berlaku kasar secara verbal, fisik atau psikologis bukanlah perlakuan yang bermoral- bahkan dalam membela diri. Jalan yang paling efektif dan bermoral bagi pasangan yang tidak emosi adalah untuk menjaga jarak dari pasangannya yang emosinya sedang tinggi. Ini bisa dilakukan dengan pindah rumah, putus hubungan untuk sementara, atau mengakhiri hubungan sama sekali.

  • Mentolerir pasangan yang menolak untuk bertanggung jawab atas perilaku yang sangat emosional dan menyakitkan adalah sama dengan mentolerir perlakuan semacam itu. Kadang-kadang ungkapan cinta sudah cukup untuk menghindari percekcokan dan membawa rasa damai masuk kembali ke dalam hubungan. Konsekuensi yang pedih seringkali diperlukan bagi pasangan yang naik darah atau pasangan yang kasar untuk menyadari perilakunnya dan bertanggung jawab atas tindakannya. Konsekuensi harus selalu diberikan dengan penuh kasih dan keadilan.

  • Advertisement
  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Bobby Dapalangga dari artikel asli “3 Tips for Handling Big Blow-ups” karya Cale Gray.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Cale Gray is a student working at becoming a licensed marriage and family therapist.

3 Gagasan untuk Mengatasi Kemarahan yang Meledak

Sewaktu salah satu pasangan menjadi emosi dan mulai menyerang pasangannya, adalah penting bagi pasangannya untuk mengambil tiga langkah khusus untuk meredakan situasi itu dengan cara yang sehat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr