5 pertanyaan penting yang harus Anda jawab sebelum berniat menambah momongan

Siapkah saya menambah momongan? Coba tanyakan 5 pertanyaan penting ini pada diri Anda sendiri sebelum berniat memberikan adik baru untuk si kakak.

633 views   |   9 shares
  • Jadi, Anda merasa sekarang saat yang tepat untuk menambah momongan (nomor 2, 3, 4 )? Sebelum saya lanjutkan, saya ucapkan selamat dulu untuk Anda dan pasangan atas rencana membawa anggota keluarga yang baru ke dunia.

  • Kalau Anda tanya saya soal menambah momongan, saya selalu salut dengan pasangan-pasangan yang mampu dan siap menambah momongan bahkan ada yang sampai 4 atau 5. Ya, Anda tahu kan, tanggungjawabnya itu lho!

  • Nah, sebelum Anda dan pasangan menandai siklus bulanan, tanyakan 5 pertanyaan ini kepada diri Anda dan pasangan-untuk memastikan bahwa sekarang memang saat yang paling tepat untuk menambah momongan.

  • 1. Berapa tahun jarak antara kakak dan adiknya nanti?

  • Ada banyak saran soal jarak kelahiran yang pas dan ideal. Nah, untuk mendapatkan jawaban yang paling tepat, Anda harus melihat apa saja prioritas Anda.

    • Apakah Anda hanya ingin mengurus satu urusan popok di satu waktu?

    • Apakah Anda membayangkan si kakak sudah mampu membantu Anda dengan pekerjaan rumah yang ringan sementara Anda sibuk dengan si adik?

    • Apakah Anda membayangkan si kakak sudah masuk sekolah agar Anda punya lebih banyak waktu untuk menumbuhkan ikatan Anda dengan si adik, sama seperti halnya Anda dan si kakak dahulu?

  • Jika semua jawabannya adalah "YA", itu tandanya Anda ingin 2 sampai 4 tahun jarak kelahiran.

  • Atau,

    • Apakah Anda lebih ingin cepat selesai dengan urusan popok?

    • Apakah Anda takut cepat lupa dengan semua kebutuhan dasar bayi?

    • Apakah Anda malas memasukkan semua baju-baju newborn ke dalam gudang dan harus mengeluarkannya lagi 2 sampai 4 tahun kemudian?

  • Jika semua jawabannya adalah "YA", itu tandanya Anda ingin jarak kelahiran kakak dan si adik lebih dekat.

  • 2. Mampukah saya mengasuh satu anak lagi?

  • Advertisement
  • Memang, tidak semua bayi tidak bisa diatur. Saya pernah bertemu dengan bayi yang super 'anteng', ramah dan gampang diajak kompromi.

  • Setelah diskusi kecil dengan beberapa teman yang sekaligus seorang ibu, saya sadar bahwa mereka yang memiliki bayi yang lebih mudah diatur ternyata lebih mudah untuk kembali hamil dibandingkan mereka yang memiliki bayi yang cenderung rewel.

  • 3. Apa saja yang harus saya persiapkan?

  • Berdasarkan penelitian, sangat disarankan seorang ibu lebih baik menurunkan dahulu berat badannya ke bobot normal sebelum kembali hamil. Tentunya untuk mencegah risiko obesitas pada kehamilan ke-2 dan seterusnya.

  • Ditemukan pula fakta bahwa mereka yang kembali hamil di bawah jarak 18 bulan setelah kelahiran sebelumnya cenderung akan mengalami kelahiran bayi prematur dan kurangnya bobot bayi.

  • Dari fakta di atas, bisa diartikan bahwa tubuh kita membutuhkan waktu untuk menyembuhkan diri pasca hamil dan melahirkan.

  • Melahirkan juga berarti menyiapkan pengasuh, asisten rumah tangga dan lain sebagainya yang menyangkut keamanan bayi. Siapakah yang akan membantu Anda sementara Anda mengasuh bayi? Atau siapakah yang Anda percaya untuk mengasuk bayi Anda sementara Anda bekerja?

  • Kemudian, rencanakan keuangan Anda. Jika jarak kelahiran anak Anda dekat, itu artinya Anda harus siap dengan membeli segala keperluannya dua kali lipat. Misalnya; car seat, ayunan, atau boks bayi. Bahkan, membayar uang sekolah dan kuliah di waktu bersamaan.

  • Tapi lagi-lagi, Anda juga bisa dapat diskon di waktu yang sama. Jadi, kakak dapat diskon, adik pun dapat diskon!

  • 4. Bagaimana kehadiran adik memengaruhi si kakak?

  • Advertisement
  • Jika si kakak sudah bisa mandiri, misalnya makan sendiri, buang air sendiri, bermain sendiri, situasi ini bisa jadi nilai plus untuk sekalian 'memamerkan' kemandirian kakak pada si adik.

  • Lagipula, dengan demikian si kakak bisa memiliki teman bermain baru.

  • Berdasarkan penelitian, anak ke-2 bisa membuat si sulung tertekan karena merasa kasih sayang ibunya terbagi dan respons ibu yang berkurang terhadapnya.

  • Perkuat dahulu ikatan Anda dengan si sulung sebelum berencana memberikannya adik.

  • 5. Kapan saya akan berhenti menambah momongan?

  • Coba cek kapan masa menopause Anda tiba. Biasanya Anda bisa melihatnya dari kapan ibu kandung Anda mengalami fase tersebut. Karena menopause itu dipengaruhi genetika, maka Anda bisa mengetahuinya lebih awal.

  • Atau, coba telaah seberapa besar energi yang Anda punya untuk kembali mengasuh bayi. Pertimbangkanlah karier, gaya hidup dan kesanggupan Anda mengasuh anak-anak.

  • Lalu, apakah ada waktu yang benar-benar tepat untuk memiliki bayi? Sayangnya tidak. Terlebih ketika Anda sudah memiliki balita yang 'jempalitan' kesana kemari. Bayi itu menyenangkan sekaligus melelahkan di saat yang bersamaan, jadi, kembali lagi pada pertimbangan Anda dan jika Anda sudah mantap, GO AHEAD!

  • Nikmati semuanya! Semua tergantung pada Anda, ibu. Anda pasti bisa!

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Lulus sebagai Sarjana Sastra dan menjabat sebagai Content Manager www.keluarga.com. Wiwin mengawali kariernya di media cetak harian nasional tertua di Indonesia, mengasah kemampuannya sebagai jurnalis mulai dari reporter junior hingga editor senior di beberapa majalah gaya hidup asing dan lokal Indonesia.

Situs: http://wiwinwiw.wordpress.com

5 pertanyaan penting yang harus Anda jawab sebelum berniat menambah momongan

Siapkah saya menambah momongan? Coba tanyakan 5 pertanyaan penting ini pada diri Anda sendiri sebelum berniat memberikan adik baru untuk si kakak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr