Tips untuk tetap 'survive' saat harus merantau bersama suami

Inilah seni berumah tangga. Anda akan merasakan perjuangan menata rumah tangga dimulai dari nol. Buka pikiran Anda dan lakukan bersama-sama dengan pasangan, dengan niatan yang baik dan kompak.

1,297 views   |   19 shares
  • Pernikahan adalah perihal kesiapan menjadi mandiri dan pribadi yang dewasa. Pernikahan terjadi karena baik laki-laki atau perempuan secara sadar mengetahui bahwa pilihannya untuk menikah berarti akan memiliki tanggung jawab sebagai pribadi, sebagai pasangan, sebagai orang tua dan tanggung jawab dalam menjalani biduk rumah tangga.

  • Ada beberapa pasangan suami-istri yang setelah menikah, masih hidup bersama dengan orang tua mereka -baik dari pihak laki-laki ataupun pihak perempuan-. Tetapi banyak pula pasangan suami-istri yang setelah menikah memilih tinggal berjauhan dari orang tua, sanak saudara, keluarga dan kerabat dekat. Beberapa bahkan 'terpaksa' tinggal merantau ke negeri orang, karena satu dan lain hal.

  • Dalam posisi berjauhan dari orang tua adalah saat dimana perjuangan pun dimulai. Mulai dari menyewa rumah yang sangat sederhana, kelahiran buah hati tanpa bantuan sanak saudara, sampai kebutuhan sehari-hari yang tetap harus terpenuhi dan tercukupi.

  • Inilah seninya berumah tangga di perantauan. Kita akan merasakan perjuangan menata rumah tangga bersama-sama pasangan. Semuanya dimulai dari nol dan itu semua tentu saja dipengaruhi dengan niatan yang kuat dari setiap pasangan itu sendiri.

  • Berikut ini ada beberapa tips yang ingin saya bagikan agar kita tetap bertahan dengan kondisi 'merantau' sebagai pasangan suami-istri.

  • Memberi kepercayaan pada suami

  • Memberi kepercayaan dalam arti mempercayakan suami sebagai kepala rumah tangga yang bertanggung jawab. Menjadikannya pemimpin keluarga yang akan tetap bekerja keras memenuhi segala kebutuhan istri dan anak-anaknya. Tidak meragukan kemampuan suami sebagai kepala keluarga dan yakin bahwa ia tidak akan melepaskan tanggung jawabnya.

  • Menerima dengan ikhlas setiap kondisi yang ada

  • Menerima apapun yang suami berikan sebagai nafkah setiap bulannya. Jangan menuntut suami Anda memberikan lebih dari yang sudah diberikan. Kondisi ini akan mempengaruhi seberapa besar kita bersyukur dengan situasi yang ada, serta seberapa mampu Anda bertahan dengan situasi yang ada pula. Susah dan senang bersama.

  • Menjaga apa yang sudah diamanahkan suami

  • Sebagai istri bukan saja harus pandai menjaga diri, kita juga harus pandai menjaga apa yang sudah diberikan suami agar kebutuhan keluarga tetap bisa terpenuhi. Jika suami sudah memercayakan segala sesuatunya untuk Anda atur, maka waktunya kita yang menjaga hal tersebut dengan sebaik-baiknya.

  • Saling mendukung satu sama lain

  • Advertisement
  • Saat tinggal berjauhan dengan keluarga, suami atau istri adalah satu-satunya orang yang dapat kita andalkan saat sedang mengalami kesulitan. Oleh karena itu, dukungan moril satu sama lain akan sangat bermanfaat untuk saling menguatkan agar bisa melewati masalah yang dihadapi. Jangan saling menyalahkan dan menuding penyebab terjadinya masalah, lebih baik saling meyakinkan bahwa masalah ini akan bisa dilalui bersama.

  • Saling mengingatkan ketika berbuat kekeliruan

  • Suami atau istri adalah orang yang paling mengerti dan paling memahami apa yang terjadi pada diri kita, di dalam maupun di luar. Oleh karena itu jika 'diingatkan' oleh pasangan saat melakukan kekeliruan, hendaklah menerima hal itu sebagai bentuk perhatian dari pasangan. Bukan justru menilai pasangan terlalu ikut campur dengan masalah yang dihadapi.

  • Inilah gambaran yang terjadi ketika kita harus pergi merantau bersama suami. Perbedaan budaya, kebiasaan, lingkungan dan -mungkin bahasa-, makanan serta aturan sosial akan sangat berpengaruh. Inilah yang saya alami saat harus berjuang bersama-sama suami di negeri orang. Di mana kami tetap harus bertahan hidup dengan segala perbedaan yang ada -di luar maupun di dalam rumah-. Apapun yang terjadi akan tetap bisa dilalui selama kita melewatinya bersama-sama dengan pasangan.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Tips untuk tetap 'survive' saat harus merantau bersama suami

Inilah seni berumah tangga. Anda akan merasakan perjuangan menata rumah tangga dimulai dari nol. Buka pikiran Anda dan lakukan bersama-sama dengan pasangan, dengan niatan yang baik dan kompak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr