7 langkah 'mentransfer' rasa bahagia pada anak

Kecerdasan emosional adalah keterampilan, bukan sifat bawaan dari lahir. Oleh karena itu, berpikir bahwa anak-anak secara alami akan mampu memahami emosi mereka sendiri dan juga orang lain tidak akan mampu membimbing mereka meraih kesuksesan.

403 views   |   3 shares
  • Jika Anda bertanya kepada setiap orangtua apa yang mereka harapkan terjadi pada anak-anak mereka? Jawaban yang biasanya akan mereka sampaikan adalah, mereka ingin supaya anak-anak mereka bahagia.

  • Saat ini ada banyak informasi tentang bagaimana membesarkan anak-anak cerdas dan berhasil, tetapi bagaimana sebetulnya cara membesarkan anak agar bahagia? Kadang-kadang memang sulit untuk menyeimbangkan hal-hal terbaik untuk anak dengan apa yang bisa membuat mereka bahagia, tetapi kedua hal tersebut tidak selalu harus demikian. Mengutip sebuah artikel yang dimuat dalam majalah Time, berikut ini 7 hal pokok yang para ahli anjurkan supaya orangtua dapat memiliki anak-anak yang bahagia.

  • 1. Terlebih dahulu pastikan bahwa Anda sendiri bahagia

  • Sebuah penelitian menemukan kaitan antara orangtua yang penuh dengan tekanan dengan hasil negatif yang dicapai oleh anak-anak mereka. Depresi orangtua juga dapat menyebabkan perubahan perilaku abnormal pada anak-anak. Selain itu, orangtua yang merasa tidak bahagia menyebabkan pola pengasuhan berjalan tidak efektif.

  • 2. Ajarkan kepada anak untuk selalu membangun persahabatan

  • Tidak ada seorang pun menolak bahwa membangun persahabatan sangatlah penting. Kenyataannya, hanya segelintir orangtua saja yang betul-betul meluangkan waktu mereka untuk mengajar anak cara berinteraksi dengan orang lain. Maka dari itu, inilah saat yang tepat bagi Anda untuk membantu mereka, singkirkan sejenak ego pribadi demi kebahagiaan buah hati Anda di masa depan.

  • 3. Utamakan usaha, buka kesempurnaan

  • Orangtua yang terlalu mengutamakan prestasi lebih sering memiliki anak-anak dengan tingkat depresi yang tinggi, kecemasan akut dan penyalahgunaan zat-zat berbahaya jika dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Di sisi lain, mayoritas anak dipuji karena kecerdasan mereka, karenanya mereka tidak akan tergoda mengambil risiko membuat kesalahan dan kehilangan status mereka. Hal ini disebabkan, ketika kita memuji anak untuk usaha dan kerja keras yang mengarah ke prestasi, maka mereka ingin tetap terlibat dalam proses tersebut.

  • 4. Ajarkan optimisme

  • Seorang sosiolog dan juga penulis dari The Sweet Spot: How to Find Your Groove at Home and Work, Christine Carter, Ph.D., mengatakan "Optimisme begitu erat kaitannya dengan kebahagiaan, di mana keduanya secara praktis bisa disamakan." Dia juga membandingkan antara optimisme dan pesimisme, dan menemukan fakta bahwa optimisme mampu membuat seseorang:

  • a. Lebih berhasil di sekolah, di tempat kerja dan olahraga b. Lebih sehat dan berumur panjang c. Merasa lebih puas dengan kehidupan pernikahan mereka 4. Cenderung mampu mengatasi depresi dan kecemasan

  • Advertisement
  • 5. Ajarkan kecerdasan emosional

  • Kecerdasan emosional adalah keterampilan, bukan sifat bawaan dari lahir. Oleh karena itu, berpikir bahwa anak-anak secara alami akan mampu memahami emosi mereka sendiri dan juga orang lain tidak akan mampu membimbing mereka meraih kesuksesan. Berkaitan dengan hal ini, bantu anak-anak agar mampu mengenali apa yang mereka rasakan, dan biarkan mereka menyadari bahwa perasaan-perasaan tersebut dapat berguna dalam kehidupan pribadi mereka dan juga sosial.

  • 6. Ajarkan disiplin pribadi

  • Para ahli sepakat bahwa mengajarkan disiplin diri pada anak lebih prediktif bagi kesuksesan masa depan daripada kecerdasan. Hal ini didasarkan pada beberapa penelitian bahwa anak-anak yang mampu menolak godaan akan cenderung memiliki kehidupan dan masa depan yang lebih baik dan bahagia. Selain itu, disiplin diri mampu membantu anak mengembangkan hati nurani, membimbing anak dalam mengambil keputusan serta pengendalian perilaku.

  • 7. Ciptakan lingkungan yang bahagia

  • Kebanyakan dari kita enggan mengakui, tapi kenyataanya kita semua sangat dipengaruhi oleh lingkungan, bahkan lebih dari yang kita sadari. Oleh karena itu, apa yang bisa orangtua lakukan agar mampu menciptakan lingkungan yang bahagia? Carter menjawab, kurangi menonton TV dan perbanyaklah berinteraksi bersama anak-anak Anda.

Baca, hidupkan, bagikan!

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

7 langkah 'mentransfer' rasa bahagia pada anak

Kecerdasan emosional adalah keterampilan, bukan sifat bawaan dari lahir. Oleh karena itu, berpikir bahwa anak-anak secara alami akan mampu memahami emosi mereka sendiri dan juga orang lain tidak akan mampu membimbing mereka meraih kesuksesan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr