6 hal yang perlu disiapkan sebelum cuti melahirkan berakhir dan kembali bekerja

Bagaimana bila ibu terpaksa meninggalkan anak di pagi hari karena tuntutan pekerjaan? Lakukan dulu 6 hal ini agar Anda tenang

295 views   |   1 shares
  • Hal yang wajar bila anak balita sangat lengket dengan ibunya. Usia balita adalah masa di mana anak membutuhkan banyak waktu bersama ibunya. Kedekatan tersebut dirasakan anak semenjak dalam kandungan ibu. Ikatan batin dengan ibu memang lebih kuat. Dengan ibu, anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama setiap hari. Dengan ibu, anak merasa semua kebutuhannya terpenuhi. Dengan ibu, anak merasa nyaman dan aman. Itu sebabnya, saat ibu tidak berada di sisi anak atau anak tak melihat keberadaan ibunya di sekitarnya, anak akan spontan menangis. Seolah-olah, ada ketakutan yang dirasakan.

  • Lantas, bagaimana bila ibu terpaksa meninggalkan anak di pagi hari karena tuntutan pekerjaan? Hati ibu mana yang tega mendengar suara tangisan anaknya. Kesulitan anak berpisah dengan ibunya, seringkali membuat para ibu bimbang, sedih dan tidak sampai hati meninggalkan anaknya apalagi bila anak menangis sampai menjerit-jerit. Akan lebih susah bukan? Namun, seorang ibu tidak boleh lemah. Ibu harus bisa membuat anak tenang tanpa harus selalu menunda untuk berangkat bekerja. 6 sikap ini yang harus ibu miliki:

  • 1. Kuatkan hati ibu

  • Mungkin bila harus memilih, lebih baik tinggal di rumah bersama buah hati. Tapi ibu bekerja pun semuanya untuk anak. Memang berat meninggalkan anak balita Anda. Lebih berat lagi bila ia tidak menginginkan Anda pergi. Saat Anda telah berpamitan dengan anak, segeralah berangkat. Jangan terperangkap dengan perasaan bersalah pada anak. Kuatkan hati walau tangisannya membuat Anda ragu untuk melangkah. Saat ada kecemasan di wajah Anda, anak pun akan merasakan hal tersebut. Berusahalah untuk tegar.

  • 2. Beri pengertian

  • Memberi pengertian kepada anak balita mungkin tidak semudah memberi pengertian kepada anak remaja. Tetapi, tahukah Anda, anak balita juga akan belajar mengerti dan merespons apa yang Anda katakan padanya. Jelaskan alasan Anda pergi, yakinkan bahwa Anda akan cepat kembali. Berilah pengertian sedikit demi sedikit, dan gunakan bahasa yang mudah ia pahami.

  • 3. Pastikan orang yang akan menjaganya selama Ibu bekerja mempunyai kedekatan yang sama

  • Saat Anda bekerja, Anda akan mempercayakan seseorang untuk mengurusnya. Tentu saja, orang tersebut harus yang benar-benar Anda percaya. Mungkin saja nenek atau pengasuhnya. Pastikan orang tersebut juga menyayangi dan menjaga anak Anda seperti yang Anda lakukan. Karena Anda akan meninggalkan anak kurang lebih seharian, Anda harus yakin bahwa anak berada bersama orang yang tepat. Sehingga anak merasa bahwa ada sosok pengganti ibunya saat ibu tidak ada.

  • Advertisement
  • 4. Sibukkan dengan aktivitas kesukaannya

  • Cara ini terkadang ampuh membuat anak tetap tenang walau tahu ibunya akan pergi meninggalkannya. Dan walaupun nantinya tetap menangis saat melihat ibunya pergi, tangisannya tidak akan berlangsung lama karena ia akan kembali asik dengan kegiatannya. Sebelum Anda pergi, pastikan anak sibuk dengan aktivitas kesukaannya, misalnya menonton film kartun, menggambar atau bermain.

  • 5. Berikan kenyamanan

  • Saat anak merasa nyaman dengan keadaan dan orang-orang di sekitarnya walaupun tanpa kehadiran ibunya, anak akan lebih mudah menerima kenyataan bahwa setiap pagi ibunya akan pergi meninggalkannya. Pastikan anak mendapatkan kenyamanan yang sama seperti saat bersama ibunya.

  • 6. Jangan membohonginya

  • Seringkali saat pengertian, mainan, atau bujukan lainnya tidak mempan membuat anak berhenti menangis dan semakin histeris tidak mau ditinggal, ibu menjadi panik dan akhirnya mengeluarkan jurus berbohong. Misalnya " Adek ikut nenek ya liat ikan di sana" atau " adek beli permen dulu ya sama kakak". Padahal semua itu rekayasa untuk mengelabuinya. Cara itu hanya akan membuat anak hilang kepercayaan terhadap Anda.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

6 hal yang perlu disiapkan sebelum cuti melahirkan berakhir dan kembali bekerja

Bagaimana bila ibu terpaksa meninggalkan anak di pagi hari karena tuntutan pekerjaan? Lakukan dulu 6 hal ini agar Anda tenang
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr