5 Cara Terburuk untuk Memuji Anak Anda

Umumnya, pujian yang diberikan dengan bijaksana memberikan kepastian kepada anak-anak bahwa mereka berada di jalan yang benar – jalan yang seharusnya tetap mereka pilih.

3,254 views   |   2 shares
  • Saya suka topik ini, karena anak-anak sering kali mendengar sesuatu yang sama sekali berbeda dari apa yang kita maksudkan. Mereka juga ingat setiap kata dan menuntut kita menepati perkataan kita, jadi kita perlu bijaksana dalam memilih kata-kata yang akan kita ucapkan. Saya membaginya ke dalam lima jenis pujian yang perlu kita pikirkan baik-baik sebelum kita menggunakannya:

  • 1. Perbandingan

  • Anak-anak hendaknya dinilai berdasarkan kemampuannya sendiri, bukan pada bagaimana mereka dibandingkan dengan anak-anak lain. Jenis pujian ini dapat menyebabkan si anak merasa kurang penting:

  • Daripada:

  • “Kamu hampir sepintar saudaramu!”

  • Cobalah:

  • “Kamu sangat tekun mengerjakan PR. Saya senang melihat nilai-nilai bagus itu.”

  • Daripada:

  • “Kamu akan terlihat lebih cantik daripada semua gadis lainnya di pesta dansa malam ini!”

  • Cobalah:

  • “Kamu terlihat sangat cantik malam ini. Jadilah dirimu sendiri.”

  • 2. Pengharapan

  • Memberikan pengharapan yang tidak realistis atau terlalu tinggi kepada anak-anak dapat membuat mereka merasa gagal ketika itu tidak terpenuhi:

  • Daripada:

  • “Kamu sangat cantik, semua teman priamu pasti akan naksir!”

  • Cobalah:

  • “Kamu punya kecantikan yang memancar dari dalam hatimu.”

  • Daripada:

  • “Kamu sangat pintar menabung, kamu pasti akan jadi kaya raya nanti!”

  • Cobalah:

  • “Kemampuanmu berhemat akan sangat bermanfaat ketika kamu berkeluarga nanti.”

  • 3. Superlatif

  • Memberitahu anak-anak bahwa mereka adalah yang TERBAIK dapat merugikan ketika mereka menyadari bahwa mereka bukanlah yang terbaik:

  • Kurang baik:

  • “Tidak ada pianis sehebat dirimu!”

  • Lebih baik:

  • “Bakat musikmu dapat menghibur banyak orang.”

  • Daripada:

  • “Tidak akan ada yang pernah mengasihimu seperti saya mengasihimu!” (Jangan sampai ini benar-benar terjadi!)

  • Cobalah:

  • “Jadilah bijaksana dalam berkencan. Bersabarlah dalam mencari pasangan yang layak bagimu.”

  • 4. Pujian Kecil

  • Pujian kecil adalah kebalikan dari superlatif. Pujian imut adalah ketika Anda mengurangi pencapaian anak-anak dengan menjadikannya tidak sepenting maknanya bagi si anak:

  • Daripada:

  • “Itu adalah rumah-rumahan paling mungil yang pernah saya lihat!”

  • Cobalah:

  • “Saya menghargai waktu dan usaha yang kamu berikan dalam membuat rumah-rumahan ini. Saya benar-benar terkesan.”

  • Daripada:

  • “Kamu sangat menggemaskan kalau sedang marah!”

  • Advertisement
  • Cobalah:

  • “Sepertinya kamu sedang marah karena sesuatu. Apakah kamu mau membicarakannya?” (Ini memang bukan pujian, tetapi yang di atas juga bukan pujian!)

  • 5. Memuji hal-hal yang tidak langgeng

  • Sangatlah penting untuk tidak terlalu sering memuji hal-hal yang kurang penting. Saya mendengar orangtua dan kakek-nenek (serta orang lain) terlalu sering berkata, “Kamu sangat cantik/tampan!” kepada seorang anak. Meskipun itu penting untuk didengar pada saat-saat tertentu, tapi keadaan itu tidaklah langgeng. Sangat penting bagi anak-anak untuk tahu bahwa mereka lebih dari seorang anak yang cantik/tampan. Sebagai alternatif, berikut ini ada contoh beberapa pujian tentang karakter mereka yang lebih langgeng, bermanfaat bagi orang lain, dan memiliki nilai kekal:

    • “Kamu sangat rajin membantu.”

    • “Saya senang kamu selalu berpikir yang baik tentang orang lain.”

    • “Kamu membuat saya tertawa, dan saya suka tertawa.”

    • “Kamu punya banyak ide bagus.”

  • Pujian adalah penting. Seorang ayah pernah berkata kepada saya, “Jika saya memuji istri atau anak-anak saya, mereka akan berhenti berusaha.” Itu adalah pendapat yang salah dan menyedihkan. Saya telah menemukan bahwa, pada umumnya, pujian yang diberikan dengan bijaksana memberikan kepastian kepada anak-anak bahwa mereka berada di jalan yang benar – jalan yang harus tetap mereka pilih. Jadi, pikirkanlah terlebih dahulu, lalu berikan pujian secara bebas namun bijaksana.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "Worst 5 ways to compliment your child" karya Rebecca Rickman.

Baca, hidupkan, bagikan!

Becky Lyn adalah orangtua tunggal, ia menghabiskan waktunya sebagai penulis profesional.

Situs: http://www.beckytheauthor.weebly.com

5 Cara Terburuk untuk Memuji Anak Anda

Umumnya, pujian yang diberikan dengan bijaksana memberikan kepastian kepada anak-anak bahwa mereka berada di jalan yang benar – jalan yang seharusnya tetap mereka pilih.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr