Tanda-tanda hubungan persahabatan Anda mulai tak sehat

Bersahabat dengan seseorang, harus bersama membangun hubungan yang sehat. Hubungan yang salling timbal balik dan mengisi satu sama lain. Lalu bagaimana jika rasa itu sudah tak ada, dan apa sebetulnya tanda hubungan yang tidak sehat?

1,228 views   |   11 shares
  • Kehilangan seorang sahabat dekat, adalah momen yang biasanya terasa amat menyedihkan. Namun ternyata, kita tak bisa terus menerus memaksakan hubungan persahabatan, lho. Memang, hubungan ini tak sama dengan komitmen hubungan percintaan, sebab biasanya tak terikat. Tetapi, jika harus memutuskan untuk mengubah persahabatan erat menjadi pertemanan biasa saja, juga akan melewati proses yang cukup berat layaknya kehilangan pasangan.

  • Sayangnya, dalam bersahabat pun setiap orang wajib obektif. Sebab, persahabatan yang sehat adalah hubungan yang saling membantu untuk tumbuh dan berkembang sebagai diri sendiri menjadi orang yang lebih baik, juga membawa kebahagiaan bagi kedua belah pihak. Memang, tak ada persahabatan yang sempurna. Namun ini mengenai kemampuan menilai, apakah dia lebih banyak membantu atau menyakiti? Teman sejati tak harus bersama setiap hari, terus menerus memuji dan membanjiri kita dengan kata-kata indah berbunga-bunga.

  • Teman sejati justru mereka yang siap menerima Anda apa adanya, berkata jujur apa adanya tentang diri dan kesalahan Anda demi kebaikan Anda sendiri, juga turut bahagia melihat kebahagiaan Anda. Jadi apa sih sebetulnya tanda-tanda bahwa kini Anda sedang berada dalam hubungan persahabatan yang tidak sehat? Seperti dijabarkan dalam laman Psychalive.org,

  • Anda merasa terus menerus dihakimi

  • Memiliki cara pandang dan gaya hidup yang berbeda antara Anda dengan sahabat merupakan hal wajar, bahkan dapat dikatakan baik, jika perbedaan ini digunakan untuk satu sama lain berubah ke arah yang lebih baik. Namun, menjadi tak sehat jika setiap pilihan yang Anda buat dianggap salah. Sahabat sebaiknya saling menghargai pilihan hidup masing-masing. Meski pilihan yang dibuatnya dinilai memperburuk kehidupannya, menghakimi tetap bukan jawaban. Akan lebih baik jika memberi saran dan masukan yang konstruktif, dan mengingatkan baik-baik tanpa memaksakan dan menganggap salah.

  • Apa pun yang terjadi, disebabkan oleh Anda

  • Pernahkah Anda merasa bahwa jika ada sesuatu yang salah dalam hidup sahabat Anda, terjadi karena salah orang lain, termasuk Anda? Tipikal teman seperti ini punya keahlian untuk meyakinkan Anda bahwa Andalah yang bersalah atau membuat Anda merasa tak berdaya. Misalnya ia akan menyebut Anda sebagai teman yang buruk karena tak bisa menyetir selama tiga jam terus menerus, atau karena satu kali Anda mengubah rencana. Ia akan membuat Anda merasa amat bersalah dan bersedia melakukan apa pun untuknya. Sayangnya, orang seperti ini akan terus menempatkan dirinya sebagai korban dan tak bisa melihat kesalahan dirinya sama sekali. Ia akan terlihat seperti membantu Anda menjadi orang yang lebih baik, padahal kenyataaannya, kepercayaan diri Anda terancam hilang.

  • Advertisement
  • Anda tak bisa percaya padanya

  • Jika Anda memercayakan sebuah cerita padanya, namun kemudian ia membocorkan pada orang lain, artinya ia sulit dipercaya. Persahabatan yang sehat dibangun dari orang-orang yang saling membangun rasa nyaman satu sama lain dengan tidak mempermalukan temannya di depan umum, dengan membongkar rahasianya.

  • Nah, jika Anda melihat ada tiga hal ini dalam hubungan persahabatan Anda, mungkin sudah tiba saatnya untuk melakukan evaluasi. Apakah pertemanan ini lebih sering menyebabkan stres ketimbang rasa senang? Apakah teman lain dan keluarga Anda merasa nyaman berada di dekat sahabat Anda ini? Ada kok, saatnya dalam hidup ketika Anda perlu mementingkan kebutuhan diri sendiri dulu. Maka, jika persahabatan ini telah membuat Anda menghalangi Anda melakukannya, bahkan hingga membuat Anda merasa sebagai manusia paling egois, sepertinya sudah saatnya Anda perlahan menghindari dia.

  • Bukan berarti menganjurkan untuk memutus hubungan persahabatan hanya karena beberapa karakteristik, namun, jika hubungan itu menimbulkan perasaan yang lebih buruk mengenai diri Anda sendiri, apakah akan memberikan kemajuan bagi perkembangan diri sendiri?

  • Melepaskan seorang sahabat, bukan berarti tidak lagi berteman sama sekali, kok. Ini hanya berarti Anda memilih untuk memerhatikan kebutuhan diri sendiri terlebih dahulu. Dari setiap pershabatan pasti ada pelajaran berharga, dan saat rasa kehilangan itu nantinya sembuh, kita pasti mampu untuk lebih menghargai keindahan pelajaran tersebut.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Tanda-tanda hubungan persahabatan Anda mulai tak sehat

Bersahabat dengan seseorang, harus bersama membangun hubungan yang sehat. Hubungan yang salling timbal balik dan mengisi satu sama lain. Lalu bagaimana jika rasa itu sudah tak ada, dan apa sebetulnya tanda hubungan yang tidak sehat?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr