'Ma, adik bayi datangnya dari mana sih?' Jawab pertanyaan ini dengan cerdas!

Kebingungan menjawab pertanyaan kritis anak? Mereka perlu mendapatkan respons yang jujur, namun sesuai dengan perkembangan usianya. Bagaimana caranya? Ikuti langkah-langkah berikut ini.

3,587 views   |   14 shares
  • Memiliki anak dengan kemampuan berpikir kritis adalah suatu kebanggaan. Ini adalah modal penting baginya untuk meraup banyak pengetahuan setelah menjadi pengamat yang baik dari lingkungannya. Namun, banyak orangtua yang kerap bingung menjawab beberapa pertanyaan kritis dari anak. Tak jarang pula, karena dianggap "ajaib", anak tidak ditanggapi secara adil untuk mendapatkan jawaban yang riil dan sesuai dengan yang semestinya.

  • Ternyata, beberapa pertanyaan kritis anak perlu segera Anda respons. Hanya saja, respons tersebut akan bergantung pada usia anak yang bertanya. Berikut panduan yang dapat Anda ikuti untuk memberikan jawaban cerdas dan jujur kepada mereka.

  • Pertanyaan : DARI MANA ADIK BAYI BERASAL?

  • 1. Usia di bawah 6 tahun

    • Anda dapat memulai dengan menganalogikan asal mula janin seperti bibit tumbuhan atau telur, yang terbentuk karena bibit Papa dan bibit Mama yang bersatu. Telur ini tersimpan di dalam sebuah tempat di rongga perut bernama rahim, yang berisi air.

    • Terangkan perjalanan kehamilan dengan menunjukkan perut Mama yang semakin membesar, janin yang mampu menendang dan bergerak-gerak, hingga saatnya lahir pada usia 9 bulan kehamilan.

    • Jelaskan juga bahwa hanya wanita yang diberi anugerah untuk bisa hamil dan melahirkan. Singkirkan segala mitos burung bangau pembawa adik bayi dan mulailah bicara ilmiah dengan cara yang menyenangkan.

  • 2. Usia 6-12 tahun

    • Pada masa sekolah dasar, anak akan dibekali pengetahuan sains mengenai bagian-bagian tubuh, khususnya sistem reproduksi. Anda sudah dapat memperluas wawasan dengan menunjukkan sistem reproduksi dan cara kerjanya.

    • Gunakan media pembelajaran seperti buku bergambar atau video pendidikan.

    • Tanamkan juga mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan menutup aurat sebagai bagian dari norma agama serta sosial.

  • 3. Usia 12-18 tahun

    • Menghadapi anak remaja, Anda akan dihadapkan pada dua kemungkinan kondisi. Pertama, pertanyaan yang semakin rumit atau kedua, justru mereka semakin menutup diri karena malu atau takut bertanya kepada Anda.

    • Terangkan secara realistis mengenai hubungan seksual, namun arahkan anak untuk memahami bahwa hubungan seksual dan kehamilan adalah milik pasangan yang menikah secara sah.

    • Berikan pandangan akan konsekuensi hubungan seks pranikah dan kehamilan di luar nikah yang besar kemungkinan membawa dampak negatif baik bagi orangtua maupun si bayi yang dilahirkan.

  • Advertisement
  • Pertanyaan : APAKAH BERBOHONG ADALAH HAL YANG BURUK?

  • 1. Usia di bawah 6 tahun

    • Bangunlah fondasi moral akan arti kejujuran. Jujur berarti berbicara tentang kebaikan dan kebenaran. Jujur berarti berperilaku tidak berpura-pura, namun tidak menyakiti perasaan orang lain.

    • Berikan contoh nyata tentang perbuatan yang merefleksikan kejujuran, mulai dari kejadian yang muncul di kehidupan sehari-hari. Contohnya, saat anak perlu mengakui telah melakukan perbuatan buruk, mengembalikan barang yang bukan miliknya, dan lain-lain.

    • Bacakan dongeng atau cerita yang memiliki pesan moral kejujuran untuk menanamkan persepsi ini pada anak dan membangkitkan inspirasi dari tokoh-tokoh fantasi favoritnya.

  • 2. Usia 6-12 tahun

    • Pemikiran anak akan menjadi semakin kompleks. Ia akan membandingkan konsep kejujuran dengan perilaku orang-orang dan lingkungan sekitarnya. Jangan heran, jika ia akan bertanya mengenai "kebohongan putih" atau mengapa ada orang yang berbohong demi menyenangkan orang lain. Di sinilah Anda perlu bijak memberikan penjelasan.

    • Anda mulai bisa memperkenalkan integritas kepada anak. Adakalanya lingkungan akan memperlihatkan kondisi tidak ideal, namun keteguhan seseorang untuk selalu jujur akan membawanya ke arah kebaikan.

  • 3. Usia 12-18 tahun

    • Para remaja menyukai jawaban yang tidak bertele-tele atau konseptual. Berikan gambaran yang luas akan kejujuran, dari skala kecil atau kehidupan pribadi hingga skala besar seperti kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

    • Di kehidupan pribadi, sorotilah bagaimana keharmonisan hubungan keluarga dan pertemanan dipengaruhi oleh kejujuran. Pada skala besar, fokuskan pada budaya anti korupsi.

    • Latih juga anak untuk menyampaikan kejujuran dengan cara yang elegan dan sopan. Salah satunya adalah dengan membalut kritik dengan saran yang membangun.

    • Kejujuran tidak selalu identik dengan vokal segera menyuarakan hal yang sesungguhnya. Namun, juga bermakna menyampaikan kebenaran pada waktu dan cara yang tepat.

  • Menjalani kehidupan sebagai orangtua menjadikan Anda sebagai pembelajar seumur hidup. Bukalah selalu pikiran untuk segala pertanyaan anak-anak. Lalu, berilah tanggapan dengan rasionalitas dan moralitas yang seimbang. Keterbukaan dan kebijaksanaan Anda akan turut membangun kepercayaannya kepada Anda. Selamat memperkaya wawasan sebagai modal menghadapi pertanyaan kritis berikutnya!

  • Advertisement
1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

'Ma, adik bayi datangnya dari mana sih?' Jawab pertanyaan ini dengan cerdas!

Kebingungan menjawab pertanyaan kritis anak? Mereka perlu mendapatkan respons yang jujur, namun sesuai dengan perkembangan usianya. Bagaimana caranya? Ikuti langkah-langkah berikut ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr