Indahnya Pengampunan---Membebaskan Diri dari Amarah

Persepsi dari rasa disakiti atau dikhianati dengan cepat dapat mengental menjadi dendam jika kita tidak berupaya untuk belajar melupakan kesalahan orang lain terhadap diri kita.

4,095 views   |   0 shares
  • Rasa dongkol adalah salah satu yang paling merusak dari emosi manusia. Persepsi dari rasa disakiti atau dikhianati dengan cepat dapat mengental menjadi dendam jika kita tidak berupaya untuk belajar melupakan kesalahan orang lain terhadap diri kita. Kadang-kadang mungkin terasa bahwa mempertahankan amarah akan mendatangkan perasaan gagah dalam diri kita, atau kalau kita memaafkan maka kita seolah-olah memaklumi tindakan yang telah begitu menyakiti kita. Tetapi Anda mungkin sering mendengar ungkapan ini, “Menyimpan dendam adalah seperti meminum racun dan berharap orang lain yang mati.”

  • Namun, saran untuk sekadar mengampuni dan melupakan dapat terasa bagaikan lelucon ketika kita mencoba untuk menerapkannya pada pengkhianatan yang besar. Pengampunan membutuhkan bantuan kekuatan yang besar. Tindakan pengampunan yang memungkinkan kita untuk melihat keindahan yang tersembunyi dalam keadaan yang menyakitkan. Memilih untuk “sekadar melupakan, atau “melewatkannya begitu saja” tanpa proses untuk mencapai tujuannya dapat mengarah pada tindakan sekadar menekan amarah Anda yang mungkin dapat muncul kembali dalam ledakan yang tak terkendali di kemudian hari.

  • Setelah pengkhianatan yang cukup kejam dalam kehidupan saya beberapa waktu yang lalu, saya mendapati diri saya dalam keadaan yang letih dengan amarah dan benar-benar menginginkan untuk mengampuni. Meskipun demikian, efek dari rasa sakit tampaknya menyusupi bahkan ke setiap bagian terkecil dari kehidupan saya. Setiap saat melihat akibat dari pengkhianatan ini, rasa marah atau kesedihan akan menyelimuti saya.

  • Saya mulai mempelajari tentang pengampunan, secara lintas agama dan kepercayaan, dan dengan segera mengetahui bahwa upaya kurang memadai saya untuk “melupakan” sama sekali tidak sama dengan mengampuni. Pengampunan adalah tugas, namun hal itu akan sepadan dengan setiap upaya. Melalui latihan, saya telah mengetahui bahwa mereka yang menyakiti saya, memberi saya kesempatan yang indah untuk tumbuh dalam iman dan kepercayaan saya pada kebaikan, saat saya bersedia untuk mengampuni. Di bawah ini adalah beberapa gagasan untuk dipertimbangkan saat Anda memulai perjalanan Anda untuk mengampuni dalam situasi Anda sendiri.

  • Kesadaran bahwa kita juga perlu diampuni

  • Bila disakiti, khususnya bila hal itu tanpa penyebab, dapat menuntun kita pada amarah dengan rasa benar sendiri. Meskipun demikian, bila kita diperlakukan secara salah, hal itu akan membuat kita cepat lupa bahwa kita juga menyakiti orang lain pada tingkat tertentu. Mungkin tidak pada tingkatan atau cara yang sama, tetapi dalam satu dan lain hal kita benar-benar telah menimbulkan rasa sakit bagi seseorang yang kita cintai. Lungkanlah beberapa waktu untuk merenungkan mengenai pengampunan yang telah Anda terima dalam hubungan Anda. Kepercayaan spiritual saya menawarkan pengampunan kepada saya atas sifat manusiawi saya yang penuh kelemahan, dan ketika saya berhenti sejenak untuk mempertimbangkan betapa besar kasih karunia tersebut, bagaimana saya diampuni sehingga saya dapat tumbuh menjadi orang yang lebih mengasihi, membuat saya menjadi sulit untuk mempertahankan kebencian terhadap seseorang yang telah menyakiti saya.

  • Advertisement
  • Ketidaktahuan dalam diri orang-orang yang telah menyakiti Anda

  • Kebanyakan orang menyakiti orang lain karena mereka merasa sakit dalam hal tertentu. Ketakutan menembus kehidupan orang yang menyakiti dan hal itu dapat membutakan mereka akan akibat dari tindakan mereka. Pelajaran spiritual saya menyebutnya “sakit rohani.” Hal itu menolong, karena mengingatkan saya bahwa walaupun hal itu bersifat pribadi, tindakan yang menyakiti adalah akibat dari pergumulan batin si pelaku. Sama seperti kita lebih cenderung untuk tidak mempersalahkan seseorang yang terbaring di ranjang karena sakit kanker, demikian pula kita lebih cenderung untuk mengampuni orang yang rohaninya sakit yang telah memengaruhi kita secara negatif.

  • Efek berbahaya dari rasa dendam pada rohani Anda

  • Pengkhianatan memiliki kekuatan untuk bersujud dalam doa bila kita membiarkan amarah mereda dalam diri kita. Sekali kita memberi kesempatan bagi dendam untuk mengambil alih tempat dalam hati kita, hal itu memiliki efek magnetik yang menarik hal-hal negatif ke arah diri kita. Tidak lama akan ada perasaan bahwa kita adalah korban kapan pun kita disakiti dalam kehidupan. Dan beratnya dendam menggerogoti kita dari kedamaian, kebahagiaan, dan kasih sayang. Sebaliknya, meditasi tentang pengampunan akan melegakan. Hal itu akan membuat Anda untuk tidak tertahan dalam penjara oleh orang yang telah menyakiti Anda, melainkan menerima secara perlahan-lahan bahwa meskipun tindakan mereka salah, Anda dapat sembuh dari rasa sakit dan beranjak maju sebagai orang yang lebih kuat dan lebih mengasihi. Biarkanlah mereka menerima konsekuesinya sendiri, karena pembalasan bukanlah hak Anda, kecuali Anda ingin agar hal itu menelan seluruh kehidupan Anda.

  • Percaya pada aspek yang diperlukan dari rasa sakit dalam hidup Anda

  • Tidak semua pelajaran dalam kehidupan kita mudah untuk ditelan. Jika kita ingin tumbuh secara rohani, akan ada pelajaran-pelajaran sepanjang perjalanan yang sangat menyakitkan. Hal itu menarik perhatian kita sehingga kita dapat membuat pilihan untuk belajar darinya atau terus merasa disakiti. Jika kita melihat orang yang menyakiti kita sebagai kapal yang membawa kita pada kesempatan untuk tumbuh, hal itu membuka hati kita untuk mulai bersyukur atas kehadiran hal-hal tersebut dalam kehidupan kita. Sekali lagi, hal itu tidak berarti bahwa kita memaklumi semua perilaku mereka; hal itu berarti bahwa kita mampu melihat bahwa kebaikan yang lebih besar menjalankan perannya.

  • Doa

  • Advertisement
  • Semua konsep ini merupakan gagasan hebat sewaktu kita berupaya maju untuk mempraktikkan pengampunan, namun tidak ada hal yang lebih kuat daripada menambatkan diri pada bantuan ilahi. Doa membuat kita untuk menggapai dengan iman dan menjadi sadar bahwa kita tidak sendirian dalam tugas besar untuk mengampuni. Memanjatkan doa setiap hari untuk penyembuhan, kemakmuran, dan sukacita orang yang menyinggung Anda dalam perjalanannya akan membantu menimbulkan empati dalam diri Anda atas pengalaman mereka sendiri. Mohonlah kekuatan, kemampuan untuk mengampuni, maka kedamaian dan penyembuhan Anda sendiri akan meresap ke dalam jiwa Anda, kekuatan yang Anda sangka tidak mungkin.

  • Sekarang adalah waktunya untuk mulai menikmati kebebasan dari pengampunan. Dendam lama dapat melebur dan Anda dapat belajar bagaimana cara untuk mencegah agar tidak ada dendam baru lagi yang akan memperbudak Anda. Perasaan yang luar biasa untuk merasa hidup pada saat-saat sekarang, terbebas dari kesalahan masa lalu.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “The art of forgiveness: Getting free from anger” karya Margaret Crowe.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Margaret Crowe is a poet and mother of two from Charlotte, North Carolina. She can be reached at margaretdcrowe@gmail.com.

Indahnya Pengampunan---Membebaskan Diri dari Amarah

Persepsi dari rasa disakiti atau dikhianati dengan cepat dapat mengental menjadi dendam jika kita tidak berupaya untuk belajar melupakan kesalahan orang lain terhadap diri kita.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr