Hamil, tapi si kakak terus merengek minta gendong. Apa yang harus saya lakukan?

Mungkin Anda merasa masih mampu menggendong kakak yang masih batita. Tapi tahukah Anda, menggendong kakak saat hamil dapat mengakibatkan beberapa resiko berbahaya bagi adik yang ada di dalam kandungan? Waspadai dan lakukan pencegahan sedini mungkin.

1,206 views   |   8 shares
  • "Ma, gendong Ma.." Semenjak perut Mama semakin terlihat besar, kakak pun semakin manja dan sering merengek. Mama yang tidak tega dan tidak mau 'pilih kasih' dengan calon adik bayi yang masih didalam kandungan akhirnya tetap menggendong kakak. Tapi tahukah Anda, menggendong kakak saat hamil dapat mengakibatkan beberapa resiko berbahaya bagi calon adik dalam kandungan?

  • Mungkin Mama merasa masih mampu menggendong kakak yang masih batita (bayi dibawah tiga tahun), namun memasuki usia kandung trisemester kedua atau sekitar 20 minggu dan trisemester ketiga, dianjurkan sebaiknya Mama tidak menggendong kakak dan membawa beban yang berat.

  • Hal ini disebabkan karena aktivitas menggendong dan mengangkat beban berat dapat berpotensi menimbulkan resiko dan cidera bagi Mama, adik dan kakak. Resiko-resiko tersebut antara lain:

  • 1. Aliran darah terhambat

  • Saat Mama menggendong dalam posisi berdiri yang lama, aliran darah balik yang menuju jantung akan terganggu dan menyebabkan darah yang dipompa ke seluruh jantung menjadi berkurang termasuk aliran darah yang menuju janin, sehingga asupan oksigen dan nutrisi juga berkurang. Hal ini tentu sangat beresiko bagi tumbuh kembang adik di dalam kandungan.

  • 2. Cedera otot atau sendi dan cedera panggul

  • Perubahan fisik dan homon saat wanita sedang mengandung membuat keseimbangan tubuh mereka berkurang dan beresiko keseleo yang mengakibatkan cedera otot atau sendi. Penambahan berat badan karena 'menopang' berat adik juga dapat beresiko menimbulkan nyeri punggung. Bayangkan saat Mama keseleo atau nyeri panggul saat menggendong kakak, hal ini sangat membahayakan bagi Mama, adik dan kakak.

  • 3. Adik terlahir prematur

  • Tekanan berlebih pada perut saat menggendong kakak akan menyebabkan kontraksi dengan mulut rahim yang membuka dan menipis sehingga dapat membuat ketuban pecah dan adik lahir prematur.

  • 4. Posisi adik sungsang dan pre-eklamsia

  • Saat Mama memasuki usai kandungan trisemester ketiga dan tetap menggendong kakak di posisi yang sama dalam waktu yang lama dan sering, kondisi ini dapat menyebabkan penekanan di posisi tersebut. Akibatnya, adik akan menyesuaikan diri di dalam rahim Mama dengan mengubah posisinya menjadi sungsang atau melintang. Aktivitas fiisik Mama yang dipaksakan saat menggendong kakak akan meningkatkan resiko Mama akan mengalami preeklamsia, keguguran atau adik akan lahir dengan berat badan rendah.

  • Walau banyaknya resiko yang dapat terjadi, namun tentu bukan berarti Mama tidak boleh menggendong kakak sama sekali. Anda dapat melakukannya namun dengan batasan tertentu. Saat pertama kali mengetahui kehamilan adik, segera konsultasikan dengan dokter apakah Mama diperbolehkan menggendong kakak atau tidak. Jika ada kemungkinan seperti riwayat keguguran dan gangguan kesehatan di kehamilan sebelumnya, maka kemungkinan dokter akan melarang Anda melakukan hal tersebut.

  • Advertisement
  • Walaupun tidak ada batasan khusus, namun sebaiknya Anda tetap waspada jika kakak memiliki berat badan di atas 6 kg. Sebaiknya hentikan menggendong kakak apabila sudah lebih dari 5 menit dan Anda merasa kelelahan. Saat ingin menggendong kakak, usahakan mengangkatnya dengan tulang punggung dalam posisi lurus, perlahan tekuk lutut, pusatkan beban kakak pada paha. Hindari posisi punggung Mama membungkuk karena akan menekan perut dan beban yang terpusat pada punggung dapat mengakibatkan cedera.

  • Pastikan Mama menggendong kakak pada posisi di samping kanan atau kiri pinggang dengan posisi kakak melingkari pinggang Mama. Jangan jadikan perut Mama sebagai bantalan kakak saat digendong di depan, karena akan sangat membahayakan adik.

  • Walaupun Mama dapat melakukan batasan dalam menggendong kakak, namun pada kenyataannya belum tentu kakak selalu dapat diajak kompromi. Seringkali kakak terus merengek dan menangis. Anda dapat menggendongnya sebentar, apalagi saat kakak dalam kondisi sakit yang membuat Ia tidak bisa berjalan sendiri. Batasi gerakan kakak saat digendong, hindari benturan keras di daerah perut Anda seperti tendangan dari kakak.

  • Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar kakak yang dalam kondisi sehat tidak melulu minta gendong:

    • Hindari menggunakan kalimat negatif dan kekerasan fisik sepeti memukul, saat menolak untuk menggendong kakak, karena akan berdampak buruk dengan perkembangan mental kakak dan akan timbul rasa kurang percaya diri.

    • Jangan jadikan adik sebagai alasan menolak menggendong kakak, karena akan dapat menimbulkan kebencian, merasa dibedakan dan rasa tersaingi saat adik lahir. Sebaliknya beri pengertian secara bertahap kenapa saat itu Mama tidak bisa menggendong kakak. Memang bukan usaha yang mudah, tapi lama kelamaan, tentu kakak akan mengerti,

    • Usahakan Anda tidak hanya berpergian berdua dengan kakak. Ajaklah anggota keluarga lainnya yang dapat menggantikan Anda saat kakak minta gendong, atau meminta bantuan saat harus membawa stroller kakak.

    • Alihkan perhatian dengan mengajaknya duduk sambil membaca buku, bermain bersama atau menonton film, sehingga Mama dapat mengurangi frekuensi menggendong kakak.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Hamil, tapi si kakak terus merengek minta gendong. Apa yang harus saya lakukan?

Mungkin Anda merasa masih mampu menggendong kakak yang masih batita. Tapi tahukah Anda, menggendong kakak saat hamil dapat mengakibatkan beberapa resiko berbahaya bagi adik yang ada di dalam kandungan? Waspadai dan lakukan pencegahan sedini mungkin.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr