Sudah cerai tapi 'kok saya 'CLBK'. Aduh, bagaimana ini?

Perceraian bisa terjadi karena banyak penyebab, namun bukan tidak mungkin rasa yang dulu pernah hilang bisa timbul kembali. Seringnya pertemuan yang terkait urusan anak, dapat memunculkan desir yang dulu. Diteruskan atau disudahi?

725 views   |   6 shares
  • Bercerai dengan mantan pasangan dan memiliki anak, mau tidak mau akan membuat Anda sering berjumpa. Biasanya terkait urusan sekolah anak, atau berbagai kegiatan anak. Pertemuan-pertemuan itu kemudian bisa saja menumbuhkan kembali rasa sayang yang dulu pernah hilang itu. Lalu terbersit di kepala untuk kembali menjalin hubungan dengannya. Apalagi jika Anda berdua sama-sama belum menikah lagi.

  • Hal ini bisa dibilang wajar. Dan hal ini pun pernah dibahas oleh Mariella Forstrup dari the Guardian. Menurutnya, bertemu, melihat-lihat foto keluarga saat masih bersama mantan pasangan, adalah momen seseorang mengenang hal-hal yang baik mengenai dirinya bersama Anda. Namun, jangan hanya berkubang dalam kenangan indah yang pernah ada. Ingat juga bahwa Anda sudah membuat keputusan besar untuk berpisah.

  • Dari artikel yang saya baca, dituliskan bahwa menikah kembali dengan mantan pasangan bisa saja terjadi. Bahkan sekitar 4 persen dari pasangan bercerai, melakukan hal ini. Selain kebahagiaan dan keseruan bersamanya dulu, bernostalgia jugalah pada hal-hal yang membuat Anda akhirnya memutuskan untuk bercerai. Cobalah untuk berpikir panjang dan dalam, agar perasaan Anda tidak menguasai logika. Mungkin saat Anda bercerai memang usia Anda masih muda, dan banyak peran hormon di dalamnya.

  • Apalagi baru memiliki anak, dan hubungan mulai merenggang sebagai bentuk adaptasi. Berbagai kelelahan yang bertumpuk, bisa saja menjadi alasan terbesar keputusan Anda berpisah dengannya, dulu. Namun, bukan tak mungkin juga perceraian terjadi karena Anda betul-betul tidak bisa lagi menerima dirinya, karena hal-hal yang bersifat prinsip. Inilah yang harus dipikirkan masak-masak.

  • Ya, memang, dirinya yang sekarang mungkin telah berubah. Untuk membantu Anda agar bisa lebih objektif, ingatlah bahwa pernikahan yang sehat tak melulu mengenai bangun tidur dan dipenuhi rasa cinta dan hasrat kepada dia yang ada di sebelah Anda. Tentunya Anda lebih tahu mengenai hal ini, bukan? Perubahan seseorang tak selalu baik untuk kita, sebab kadang dia hanya berubah, dan tidak berpengaruh apa-apa pada Anda. erangkat dari pemikiran inilah, Anda akan terbantu untuk menimbang, benarkah ini perasaan cinta yang kembali atau wujud dari rasa kesepian Anda semata?

  • Mariella menambahkan, kita semua pasti mengalami saat-saat terbaik dan juga terburuk dalam hidup, ada masanya kita tak tahan bersama dalam satu rumah dengan pasangan, namun ada juga saatnya kita merasa tak bisa hidup tanpanya. Maka, tak ada satu pun dari kita yang bisa memastikan bahwa kembali lagi dengan mantan pasangan akan membuat hidup menjadi lebih indah. Sebab Anda dan dia memulainya lagi dari nol, seperti dulu, saat baru menikah pertama kalinya.

  • Advertisement
  • Maka, sebelum memutuskan kembali bersama si mantan, buatlah semacam analisis dari alasan-alasan mengapa dulu Anda bercerai dengannya. Lalu tinjau lagi yang Anda lihat kini, apakah isu yang dulu itu sudah terpecahkan? Anda juga wajib memastikan pada diri sendiri apakah Anda benar-benar masih menyayanginya atau hanya merasa nyaman dengan situasi yang familiar bersamanya. Karena Anda malas atau takut memulai suatu hubungan baru dengan orang lain.

  • Jangan menutup mata jika perilaku atau sikap yang dulu kerap memicu konflik, terlihat muncul meski samar-samar. Jadilah objektif, dan jangan membesarkan rasa kesepian dalam diri, sebab ini hanya akan membuat Anda sulit melihat keadaan dengan mata terbuka.

  • Maka, pesan pentingnya adalah; jangan terburu-buru. Mulai lagi dari awal, dari kencan-kencan kecil dan perlahan kembali mengenal satu sama lain. Tak ada salahnya menikahi mantan pasangan, namun terburu-buru hanya akan memperburuk situasi.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Sudah cerai tapi 'kok saya 'CLBK'. Aduh, bagaimana ini?

Perceraian bisa terjadi karena banyak penyebab, namun bukan tidak mungkin rasa yang dulu pernah hilang bisa timbul kembali. Seringnya pertemuan yang terkait urusan anak, dapat memunculkan desir yang dulu. Diteruskan atau disudahi?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr