Karier suami melesat. Istri bahagia atau malah kesepian?

Saya bangga suami saya cemerlang dalam kariernya. Tapi, saya malah kehilangan perhatiannya karena dia semakin sibuk.

1,673 views   |   17 shares
  • Peran laki-laki sebagai kepala keluarga sebetulnya amat berat, sebab ia adalah seorang pemimpin yang berkewajiban untuk menjaga dan menjamin kehidupan anak dan istrinya. Menjadi suami juga berarti mengambil tanggung jawab nafkah untuk keluarganya. Banyak suami yang perlu berjuang keras supaya bisa memenuhi keperluan rumah tangga. Bahkan juga mesti ikhlas bekerja dengan mengurangi jam istirahatnya.

  • Ada masanya dalam kebiasaan pekerjaan suami, ia dituntut semakin banyak menggunakan saat untuk merampungkan tugas-tugasnya. Mungkin saja lantaran tengah memperoleh proyek utama. Mungkin saja lantaran pergantian sistem di kantor. Atau kariernya memang sedang melambung. Dan ini membuatnya super sibuk bahkan terlihat gila kerja.

  • Dra. Clara I. Kriswanto, MA, CPBC, psikolog dari Jagadnita Consulting memaparkan, sebelum memutuskan untuk menikah, setiap pasangan sebaiknya telah mendiskusikan visi perkawinan dan rumah tangga yang ingin dibangun, serta pembagian peran yang diinginkan. Dengan demikian, ketika suami mencapai kesuksesan dalam karier, masing-masing pihak sudah siap.

  • Sebab sering kali istri merasa tersaingi oleh pekerjaan suami. Perasaan ini biasanya muncul pada istri yang memandang pekerjaan mengurus rumah tangga sebagai beban. Akibatnya, akan muncul prasangka-prasangka yang keliru terhadap suami. Misalnya, merasa suami lebih suka di luar rumah, sementara ia terabaikan. Suami yang baik-baik saja pun bisa dicurigai lebih menyukai 'rumput tetangga' ketimbang rumput di rumahnya sendiri.

  • Seperti dilansir Mag for Women, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan jika berada dalam kondisi ini.

  • 1. Pahami dan indetifikasi alasannya

  • Cobalah untuk memahami situasi sebelum Anda mengatakan bahwa suami Anda adalah seorang yang gila kerja. Berbagai asumsi dan perasaan negatif Anda harus ditanggulangi dengan mengutarakan apa yang Anda rasakan kepada suami. Agar suami pun bisa menjelaskan pekerjaannya, dan Anda bisa memahaminya.

  • 2. Beri dorongan

  • Jika Anda sudah mengetahui alasan mengapa ia bekerja sekeras itu, beri ia dorongan dan motivasi. Jangan terlalu banyak meminta dan berikanlah padanya semangat untuk menyelesaikan tugas-tugasnya itu. Di sinilah peran istri. Ingatlah, bahwa peran perempuan dalam rumah tangga juga sama besarnya dengan suami. Salah satunya adalah saat situasi seperti ini ada, emosi tidak boleh diletupkan begitu saja. Apalagi bentuknya berpikiran buruk pada suami yang sibuk, atau menuduhnya gila kerja sehingga lupa keluarga. Dengan melakukan hal itu, istri justru memperburuk situasi.

  • Advertisement
  • 3. Aktif ikut kegiatan

  • Kesuksesan suami biasanya bukanlah sumber utama dari konflik yang dihadapi sang istri. Soalnya, sering kali penyebabnya adalah sifat si istri sendiri yang enggan meluangkan waktu untuk meningkatkan kemampuan dan intelektualitasnya, dengan alasan terlalu sibuk dengan pekerjaan rumah. Jika hal ini terus dibiarkan, karier suami makin tinggi, sementara si istri jalan di tempat, lalu frustrasi karena tak dapat mengejar.

  • Padahal, ada banyak cara yang dapat ditempuh, misalnya mengikuti kursus, banyak membaca, atau browsing di internet. Banyak kegiatan seperti membaca buku, olahraga atau melakukan sesuatu yang merupakan hobi dinilai dapat membuang rasa jenuh Anda. Dengan kegiatan seperti itu akan membantu Anda menghabiskan waktu luang yang efektif dan tidak bergantung pada suami. Suami pasti akan senang melihat istrinya bisa mandiri dan berkarya dengan caranya sendiri.

  • 4. Menghadapinya

  • Jika Anda semakin banyak menuntut, semakin besar kemungkinan dia untuk menarik diri dari Anda. Disarankan untuk tidak merengek, mengeluh, atau saling menyalahkan. Namun, tetap ingatkan dia bahwa pernikahan adalah hasil kerja sama tim. Suami sesekali tetap perlu berperan pada urusan domestik, terutama yang menyangkut masa depan keluarga. Buatlah beberapa kesepakatan baru yang memuaskan kedua belah pihak.

  • 5. Ambil perhatiannya

  • Jika pekerjaan menuntutnya untuk tetap bekerja di penghujung minggu, antarlah ia ketika bekerja. Selama di perjalanan bicara padanya tentang hal-hal yang menarik baginya. Hindarilah mengeluh terus menerus.

  • 6. Komunikasi harus tetap berjalan

  • Masalah lain yang kerap dihadapi para istri bersuami sukses adalah sedikitnya waktu untuk menjaga kedekatan hubungan. Nah, kemajuan teknologi bisa kita manfaatkan sebagai solusi. Sebagai ibu, Anda juga bisa berbuat banyak untuk menjembatani komunikasi suami dengan anak. Cobalah ceritakan apa saja kesibukan sang ayah kepada si kecil sambil mendongeng. Jika suami sedang tidak terlalu sibuk, mintalah agar ia menelepon si kecil beberapa menit. Selain si kecil senang, ayahnya juga jadi lebih semangat bekerja.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Karier suami melesat. Istri bahagia atau malah kesepian?

Saya bangga suami saya cemerlang dalam kariernya. Tapi, saya malah kehilangan perhatiannya karena dia semakin sibuk.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr