Polling: Menikah artinya siap menerima perubahan. Menurut Anda?

Setelah menikah, lalu merasa pasangan mulai berubah. Lalu bagaimana saya menghadapinya?

742 views   |   14 shares
  • Memulai sebuah pernikahan, artinya sudah siap lahir dan batin pada apa pun yang akan terjadi, termasuk berbagai perubahan. Karena itu, sebetulnya tahun pertama pernikahan adalah masanya adaptasi untuk kemudian lebih mengenal lagi satu sama lain. Sebab, saat-saat sebelum menikah biasanya hal-hal terburuk dari pasangan belum terdeteksi.

  • Perubahan memang kerap membuat siapa pun bertanya-tanya, masihkah ada cinta dalam rumah tangga? Psikolog Klinik Terpadu Universitas Indonesia, Anna Surti Ariani menjelaskan, siap menikah artinya kita pun mesti siap menerima perubahan. Tenang, bukan berarti perubahan itu menjadi sinyal kalau cintanya kepada Anda memudar. Perubahan sikapnya, pola hubungan Anda dan dia, adalah proses pencarian masing-masing ke satu tingkatan: kenyamanan.

  • Cinta memang terus berubah, bertumbuh, berkembang, dan berevolusi. Cinta yang semula menggebu menjadi makin matang dan mendalam di hati. Di sinilah pentingnya proses pendekatan, perkenalan karakter sampai visi dan misi, juga meyakini masing-masing punya cinta yang begitu besar untuk menyempurnakan hubungan. "Penting sekali melihat apakah kalian benar-benar cocok sampai seumur hidup," tambah Anna.

  • Selalu ingatlah bahwa bubungan yang bertumbuh adalah hubungan yang berubah. Pasangan Anda jelas tidak akan selalu sabar, pengertian, dan hangat sepanjang waktu. Sama seperti kita tahu bahwa kesulitan atau hal pahit yang wanita berikan selama pendekatan adalah hanya dalam rangka berusaha mendapatkan pasangannya saja, dan bahwa hal manis yang pria berikan semasa pendekatan juga sama. Jadi itu semua wajar memudar seiring perjalanan waktu, Anda tidak perlu terkejut.

  • Di bulan-bulan awal menikah memang periode bulan madu, amat manis. Menyusul setelahnya adalah masa adaptasi panjang yang cukup menguras tenaga. Perbedaan latar belakang, karakter, gaya hidup akan mulai terlihat mencolok. Anda atau pasangan otomatis mulai menjaga jarak dan membatasi diri. Sisi positifnya adalah Anda dan dia jadi belajar tidak lagi manja mengandalkan pasangan. Sisi negatifnya adalah masing-masing jadi mulai bersikap sensitif dan perhitungan.

  • Proses adaptasi yang baik akan mengubah Anda dan pasangan jadi rekan kerja yang harmonis, bukan sekedar cinta-cintaan. Apalagi setelah masuk dalam pernikahan yang sewajarnya penuh dengan rutinitas. Perubahan dinamika hubungan saja wajar terjadi, apalagi sekedar perubahan perilaku.

  • Ketika rutinitas baik itu dilakukan tapi merasa kurang diapresiasi, sewajarnya juga dia jadi kurang termotivasi melanjutkan pekerjaan tersebut. Ini sama sekali bukan soal pamrih atau meminta dibalas, tapi ini memang sistem kebutuhan insentif yang terprogram di setiap jiwa manusia. Ingatlah untuk selalu melakukan introspeksi sebelum menyalahkan perubahan pasangan.

  • Advertisement
  • Di awal hubungan, tubuh Anda dibanjiri koktail biokimia yang membuat Anda mabuk kepayang. Dalam kondisi euforia itu, semua tingkah pasangan terasa indah dan membahagiakan. Dia bisa saja bersikap aneh dan menyebalkan, tapi tetap terasa lucu menggemaskan karena Anda sedang tergila-gila padanya.

  • Sayangnya, sistem tubuh kita bisa mengatur dirinya sendiri agar tidak terus gila seumur hidup. Setelah sekian lama, otak otomatis menghentikan produksi hormon dan neurotransmiter yang memabukkan. Anda berangsur-angsur bisa melihat pasangan sebagaimana adanya: Kelalaiannya yang dulu lucu kini berubah jadi hal yang menyebalkan; kemanjaannya yang dulu menggemaskan kini berubah jadi kemalasan; kecerdasannya berkomentar yang dulu Anda kagumi kini berubah terdengar di kuping Anda sebagai komplen-komplen tak berkesudahan. Struktur biokimia tubuh Anda berubah, perasaan Anda berubah, maka cara Anda melihat pasangan juga jadi berubah.

  • "Cinta bertahan maksimal sekitar 6 bulan. Setelah itu, kalau tak dipupuk dengan persahabatan, tidak akan berubah menjadi kasih sayang. Ketika cinta tak berubah menjadi kasih sayang, maka terlihatlah segala yang tidak terlihat ketika kita dibutakan oleh cinta," kata Mario Teguh. Tak ingin ada pertengkaran dalam rumah tangga? Solusinya adalah tidak menikah. Pernikahan tak mungkin lepas dari yang namanya konflik, dan satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan menjadi pasangan yang lebih baik dan hebat berkat banyaknya masalah itu.

  • Dalam laman pranikah.org juga ditulis, ingat bahwa setiap orang memiliki persepsi masing - masing dalam melihat dunianya. Ketika Anda menggunakan kacamata di mana semua hal perlu dikritisi, maka Anda akan melihat bahwa segala hal yang dilakukan pasangan itu salah. Tapi, ketika Anda memakai kacamata bahwa ada hal - hal yang bisa dihargai atau disyukuri, Anda akan lebih melihat apa yang pasangan Anda sudah lakukan dengan baik ketimbang kekurangannya.

  • Begitu juga dengan melihat perubahan. Setiap orang memiliki persepsi sendiri mengenai perubahan. Makanya penting untuk dikomunikasikan. Bagaimana Anda berkomunikasi, tergantung dari bagaimana Anda menggunakan kacamata yang mana? Mau fokus kepada perubahan yang bisa menghancurkan hubungan, atau fokus kepada yang bisa dilakukan agar dengan perubahan yang ada hubungan tetap berkualitas. Anda yang pilih.

  • Advertisement
1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Polling: Menikah artinya siap menerima perubahan. Menurut Anda?

Setelah menikah, lalu merasa pasangan mulai berubah. Lalu bagaimana saya menghadapinya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr