Mengambil keputusan yang tepat tanpa menyesal di kemudian hari. Bisakah?

Sepanjang perjalanan hidup ini Anda pasti pernah merasa bimbang dalam mengambil sebuah keputusan penting. Apa yang dapat Anda pakai sebagai patokan supaya tidak menyesal di kemudian hari?

932 views   |   7 shares
  • Sepanjang perjalanan hidup ini Anda pasti pernah merasa bimbang dalam mengambil sebuah keputusan penting. Apa yang dapat Anda pakai sebagai patokan supaya tidak menyesal di kemudian hari? Marilah kita tilik beberapa skenario di bawah ini.

  • Skenario 1

  • Anda melihat lowongan pekerjaan yang tampak menarik. Anda ingin melamarnya karena gajinya lebih besar dan kedudukannya pun lebih mantap daripada pekerjaan yang sekarang. Tetapi ada beberapa hal yang Anda kuatirkan. Pertama, Anda sudah lama bekerja di tempat yang sekarang ini. Anda merasa sudah cocok, bos juga baik, teman-teman kerja serasa seperti keluarga sendiri. Namun Anda merasa tidak ada kemajuan, dari dulu sejak Anda masuk jabatan Anda masih sama saja. Kemungkinan buat naik jabatan sangat kecil karena kebanyakan pegawai di situ awet, tahan lama dan masih jauh dari usia pensiun.

  • Bergantung kepada kepribadian Anda inilah yang akan Anda putuskan:

  • Bila Anda seorang konservatif Anda akan tetap bekerja di tempat yang lama. Anda tidak mau mengambil risiko mengambil pekerjaan baru, karena belum tentu bos dan rekan-rekan kerja cocok dengan Anda. Mengenai gaji Anda merasa cukup dengan kenaikan gaji setiap tahun walaupun tidak seberapa.

  • Bila Anda seorang yang penuh percaya diri dan suka mengambil risiko, Anda akan pindah kerja. Anda menganggap hidup memang penuh risiko, jika ingin maju harus berani bergerak. Anda menganggap bila ternyata tidak cocok, masih ada pekerjaan lain yang dapat Anda lakukan.

  • Skenario 2

  • Dewi sudah lama berpacaran dengan pria yang dikenalnya sejak di bangku sekolah menengah. Belum lama ini Dewi berkenalan dengan seorang pria yang lebih memikat. Kepribadiannya luwes, humoris, berkedudukan bagus di sebuah perusahaan besar. Nuraninya merasa terganggu bila dia meninggalkan pacar yang selama ini setia mendampingi tetapi tidak kunjung melamarnya. Di lain pihak pria yang ke-2 tampaknya menaruh hati dan mengejar-ngejar. Dapat dipastikan jika Dewi mau meladeni dia pasti akan segera melamarnya karena hidupnya lebih mapan dan dia memang serius mencari istri.

  • Bila Dewi seorang yang setia, dia akan tetap bersama pacarnya. Dewi sudah mengenalnya lama dan tahu betul kepribadiannya. Dia pernah mengalami pahit senang bersamanya dan biarpun berselisih tapi selalu kembali rukun. Biarlah bersabar sebentar sampai dia lebih mapan baru menikah. Sedangkan pria yang baru dikenalnya itu belum tentu sebaik kekasihnya. Siapa tahu dia menampilkan kepribadiannya yang menarik karena sedang mengejar-ngejar wanita. Sifat-sifat aslinya? Masih harus diteliti.

  • Advertisement
  • Tetapi jika Dewi seorang pengejar materi, dia akan segera meninggalkan pacarnya. Dia ingin segera menikah dan menjadi ibu rumah tangga yang berkelimpahan.

  • Skenario 3

  • Windu diterima di sebuah perguruan tinggi setempat, tetapi dia sudah lama bercita-cita masuk perguruan tinggi di luar negeri. Untuk itu Windu mempersiapkan diri belajar bahasa Inggris sehingga mencapai nilai tertinggi ketika mengambil tes. Orangtuanya berharap dia kuliah di perguruan lokal karena mereka merasa sudah tua dan tidak ingin dia merantau jauh. Mereka kuatir dia sengsara, kekurangan dan menderita di negeri orang. Belum kalau sakit, siapa yang akan mengurusnya, pikir mereka.

  • Bukan karena tidak sayang kepada orangtua sehingga Windu ingin meninggalkan mereka jauh-jauh. Justru karena sayang dia tidak ingin memberatkan mereka dengan biaya kuliah yang tinggi untuk masuk ke universitas setempat. Dia berharap dengan biaya pesawat terbang dan sedikit tambahan dia dapat menempuh pendidikan di luar negeri.

  • Dia yakin dia akan mampu kuliah dan bekerja. Sesuatu yang tidak dapat dia lakukan di negerinya sendiri. Dia yakin akan sukses mencapai nilai-nilai terbaik supaya mendapat bea siswa. Dengan semua keyakinan itu dia berjanji kepada orangtuanya untuk segera pulang dan ganti mengurus mereka di masa tua mereka. Semua keputusan ini sudah dia perhitungkan masak-masak dan melalui penelitian dari orang-orang yang pernah kuliah di luar.

  • Hidup ini penuh kesempatan dan tantangan. Keputusan apa pun yang Anda ambil sedikit banyak akan dipengaruhi kepribadian Anda. Jika ada keputusan yang Anda anggap salah, jadikanlah itu pelajaran bagi masa yang akan datang. Janganlah menyesalinya terus-menerus.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Mengambil keputusan yang tepat tanpa menyesal di kemudian hari. Bisakah?

Sepanjang perjalanan hidup ini Anda pasti pernah merasa bimbang dalam mengambil sebuah keputusan penting. Apa yang dapat Anda pakai sebagai patokan supaya tidak menyesal di kemudian hari?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr