Menjawab dengan bijak ketika anak tidak naik kelas

Anak yang tidak naik kelas lebih sering diakibatkan oleh cara belajar yang salah. Hal ini bisa terjadi karena kebiasaan si anak atau karena pengawasan dari orangtua yang kurang.

5,391 views   |   18 shares
  • Akhir semester ke-2 telah berakhir dan pada bulan Juni anak-anak biasanya akan segera memperoleh hasil evaluasi belajar yang membuat sebagian orangtua merasa was-was. Salah seorang teman yang kini anaknya telah mengijak kelas IV sekolah dasar mengungkapkan kegalauan hatinya tersebut, betapa tidak pada tahun sebelumnya ia mendapati anaknya tidak berhasil pada ujian dan terpaksa harus tinggal kelas.

  • Anak yang tidak naik kelas disebabkan oleh banyak faktor dan sebetulnya hal ini bisa diprediksi jauh-jauh hari sebelum pengumuman kenaikan kelas. Melalui hasil ujian yang diikuti oleh si anak setiap bulannya dan juga buku laporan kemajuan kepribadian, dua hal ini bisa menjadi petunjuk bagi orangtua untuk memastikan apakah anaknya nanti akan naik kelas atau tidak.

  • Anak yang tidak naik kelas memang sangat mengecewakan, bagi orangtua hal ini tentunya membuat malu. Namun, jika kenyataannya sudah demikian apa yang harus Anda lakukan?

  • Saya pikir anak yang tidak naik kelas bukanlah sesuatu yang harus disesali, sebab setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam proses belajarnya. Oleh karena itu, jika ada orangtua marah besar karena anaknya tidak naik kelas, hal tersebut tidak akan mengubah keadaan justru akan memperburuk keadaan si anak. Maka dari itu, berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk menghadapi situasi semacam ini.

  • Jangan menghakimi anak

  • Seringkali orangtua menganggap bahwa kegagalan yang dialami adalah murni karena kesalahan si anak. Orangtua merasa sudah maksimal dalam memberikan arahan, tetapi anak tidak bersedia mematuhinya. Lepas dari siapa yang salah, menghakimi anak bahkan memberi embel anak tidak patuh, tidak akan memperbaiki keadaan. Akan tetapi, orangtua dan anak harus bersedia duduk bersama dan mengevaluasi kembali hal-hal yang telah terjadi sebagai bahan renungan dan pembelajaran.

  • Tidak naik kelas belum tentu anak Anda bodoh

  • Saya teringat ketika masih duduk di bangku SMP, salah seorang sahabat yang sudah saya kenal baik sejak sekolah dasar tiba-tiba gagal naik kelas dan terpaksa harus mengulang kelas. Saya heran, padahal sejak masih SD dulu ia termasuk anak yang pintar dan bahkan beberapa kali pernah meraih juara kelas. Usut punya usut, sahabat saya ini merasa tertekan dan tidak lagi bergairah dalam belajar karena menghadapi perceraian orangtuanya. Jadi, dari kisah tersebut sebagai orangtua Anda perlu yakin bahwa ketika anak Anda tidak naik kelas belum tentu ia bodoh. Coba pastikan kembali dan tanyakan kepada anak Anda (dengan cara yang benar) kendala apa yang sedang ia alami atau rasakan, sehingga prestasi belajarnya merosot.

  • Advertisement
  • Bantu anak Anda memperbaiki sistem belajarnya

  • Anak yang tidak naik kelas lebih sering diakibatkan oleh cara belajar yang salah. Hal ini bisa terjadi karena kebiasaan si anak atau karena pengawasan dari orangtua yang kurang. Maka dari itu, sekaranglah saatnya sebagai orangtua Anda harus betul-betul peduli dan bersedia ikut andil dalam proses belajar putra-putri Anda. Jangan biarkan anak Anda sampai mengalami kegagalan kembali, bantu dia dan jika memungkinkan sediakan sarana belajar yang memadai.

  • Atasi rasa malu anak dengan memberikan dukungan serta motivasi

  • Bukan hanya Anda saja yang merasa malu dengan kejadian ini, terlebih anak Anda yang mengalaminya. Oleh karena itu, untuk mengatasi rasa malu, minder bahkan mungkin dikucilkan oleh sahabat-sahabatnya dukungan serta motivasi dari Anda sebagai orangtua sangat ia butuhkan. Yakinkah dia bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses pembelajaran, bahwa setiap orang dalam hidupnya pasti akan mengalami kegagalan.

  • Tidak naik kelas bukanlah akhir dari segalanya. Untuk itu, jangan biarkan kegagalan yang saat ini sedang dialami oleh anak Anda mengubur cita-citanya di masa depan, tetapi Anda harus lebih peduli dan bersedia ikut andil dalam setiap langkah yang dilakukan oleh putra-putri Anda. Melalui hal-hal ini, jika Anda dan anak mampu bersinergi serta bekerja sama, semoga di tahun-tahun ke depan prestasinya bisa makin meningkat.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Menjawab dengan bijak ketika anak tidak naik kelas

Anak yang tidak naik kelas lebih sering diakibatkan oleh cara belajar yang salah. Hal ini bisa terjadi karena kebiasaan si anak atau karena pengawasan dari orangtua yang kurang.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr