Prestasi anak di sekolah merosot? Ini yang harus Anda lakukan

Adalah hal yang mustahil untuk menjadi orang berprestasi baik di dalam masyarakat ataupun di sekolah sebelum belajar menghadapi kekalahan. Persaingan pada dasaranya membutuhkan pemahaman bahwa menang atau kalah hanyalah bersifat sementara.

709 views   |   6 shares
  • Anak saya cukup pintar, tapi mengapa di sekolah prestasinya tiba-tiba jeblok? Pertanyaan semacam ini kerap dialami oleh orangtua, hingga tak jarang orangtua terpaksa harus memberikan hukuman dengan harapan prestasi anak-anaknya di sekolah bisa kembali seperti semula.

  • Beberapa anak yang tiba-tiba prestasinya merosot tentu ada faktor penyebabnya. Oleh karena itu, sebelum memarahi habis-habisan dan memberikan hukuman para orangtua sebaiknya menyimak dulu penjelasan dari Dr. Sylvia Rimm, seperti tercantum dalam bukunya berjudul "_Why Bright Kids Get Poor Grades_", berikut ini.

  • Seperti apakah ciri-ciri anak kurang berprestasi itu?

  • Adalah hal yang mustahil untuk menjadi orang berprestasi baik di dalam masyarakat ataupun di sekolah sebelum belajar menghadapi kekalahan. Persaingan pada dasaranya membutuhkan pemahaman bahwa menang atau kalah hanyalah bersifat sementara. Oleh karena itu, orangtua tidak boleh serta merta menganggap bahwa kemerosotan prestasi yang sedang dialami oleh seorang anak sebagai sebuah kegagalan, tetapi orangtua harus bisa mencari tahu penyebab dan memberikan bantuan sehingga anak bisa meraih prestasi kembali.

  • Anak kurang berprestasi memiliki ciri-ciri khusus dibandingkan dengan anak berprestasi tapi tiba-tiba kehilangan semangat dan gairah untuk bersaing. Anak kurang berprestasi umumnya menunjukkan minat yang rendah terhadap pengetahuan dan ketidakmampuan dalam beradaptasi ataupun mengolah materi pelajaran yang disampaikan oleh guru di sekolah. Misalnya: Anak kesulitan memusatkan perhatian, mudah mengalami kebingungan, sulit berpikir abstrak, hanya mampu mengerjakan tugas-tugas sederhana, sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat, dan sebagainya.

  • Penyebab anak mengalami penurunan prestasi

  • Para psikolog dan pendidik hingga kini tak henti-hentinya berdebat tentang apa sebetulnya penyebab anak mengalami penurunan prestasi. Namun, menilik beberapa sumber ada beberapa faktor mendasar yang patut dicurigai, diantaranya:

  • 1. Anak terlahir prematur

  • 2. Anak terlalu dimanja

  • 3. Masalah kesehatan atau cedera pada masa kanak-kanak (Asupan nutrisi yang kurang, pernah menderita penyakit serius, cacingan, anemia, cedera kepala)

  • 4. Keluarga yang tidak harmonis

  • 5. Kekerasan yang dialami oleh anak (Bullying, kekerasan fisik oleh orangtua, pelecehan seksual)

  • 6. Tekanan yang dialami oleh anak baik dari pihak sekolah ataupun keluarga

  • 7. Lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat

  • Advertisement
  • 8. Kurangnya dukungan serta perhatian dari orangtua

  • 9. Perceraian orangtua, dan

  • 10. Masalah pribadi anak (Rasa bosan)

  • Bagaimana memastikan apakah anak Anda benar-benar menunjukkan gejala penurunan prestasi?

  • Dikatakan dalam sebuah literatur psikologi dan pendidikan, bahwa gejala penurunan prestasi pada setiap anak berbeda-beda. Hal ini membuat orangtua dan guru harus bisa memahami dengan baik situasi dan kondisi anak, sehingga mereka dapat memberikan bantuan yang memadai. Adapun beberapa gejala penurunan prestasi yang patut diwaspadai antara lain:

  • 1. Anak kesulitan untuk fokus

  • 2. Anak mengalami stres

  • 3. Anak kerap melakukan pelanggaran terhadap peraturan sekolah (Membolos, merokok di lingkungan sekolah, berkelahi)

  • 4. Emosi anak tiba-tiba labil (Mudah marah dan murung)

  • 5. Nilai ujian anak merosot, bahkan hingga tidak naik kelas

  • 6. Anak menghindari atau malas mengerjakan tugas-tugas dari sekolah

  • 7. Anak mudah mengeluh

  • 8. Anak mudah lupa

  • 9. Anak mudah mengalami keputusasaan

  • 10. Anak kurang memiliki inisiatif atau semangat (Mencontek, mengandalkan orang lain, sering terlambat, ngantuk di kelas)

  • Apa yang dapat orangtua lakukan untuk mengatasinya?

  • Setelah mengetahui dan memahami permasalahan yang sedang dihadapi oleh anak Anda, sekarang Anda sebagai orangtua bisa melakukan intropeksi diri. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak meningkatkan kembali prestasinya. Berikut beberapa di antaranya:

  • Hal yang perlu diterapkan pada anak

  • 1. Tetapkan waktu istirahat yang cukup

  • 2. Tetapkan waktu untuk belajar

  • 3. Buatlah suasana belajar yang tenang dan menyenangkan

  • 4. Perhatikan asupan nutrisi yang dikonsumi oleh anak

  • 5. Menghentikan perbuatan bullying yang mungkin dialami oleh anak

  • 6. Terapkan

  • punishment and rewards

  • untuk memotivasi anak meraih prestasi

  • 7. Ajak anak Anda berolahraga secara teratur

  • Hal yang perlu dilakukan oleh orangtua

  • 1. Ciptakan keluarga yang harmonis

  • 2. Dampingi anak ketika belajar dan jadilah rekan diskusi yang baik

  • 3. Berikan perhatian yang cukup

  • 4. Penuhi kebutuhan fasilitas belajar anak

  • 5. Jadilah penasihat dan motivator yang handal

  • 6. Kuasai materi pelajaran yang belum dipahami oleh anak Anda

  • 7. Bekerjasama dengan pihak sekolah dan memantau perkembangan kemampuan anak Anda

  • Advertisement
  • 8. Jadilah kreatif

  • Dr. Rimm mengatakan, "Anak-anak dapat mempelajari perilaku yang tepat dengan mudah jika mereka mempunyai model yang efektif untuk ditiru. Ini merupakan unsur terpenting dalam upaya mengasuh anak supaya berprestasi. Di samping itu, menjadi orangtua dengan harapan-harapan positif dapat membimbing anak baik di dalam maupun di luar sekolah, sehingga anak mampu berpikir positif dan dengan sendirinya memberikan hukuman kepada anak tidak diperlukan lagi." Semoga bermanfaat!.

Bantu kami menyebarkan

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Prestasi anak di sekolah merosot? Ini yang harus Anda lakukan

Adalah hal yang mustahil untuk menjadi orang berprestasi baik di dalam masyarakat ataupun di sekolah sebelum belajar menghadapi kekalahan. Persaingan pada dasaranya membutuhkan pemahaman bahwa menang atau kalah hanyalah bersifat sementara.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr