Terlalu keras pada diri sendiri, Andakah?

Sering bertengkar dengan pasangan? coba ambil waktu sejenak untuk merenungkan, apakah ini karena Anda atau pasangan ada yang terlalu keras pada diri sendiri? Sebab jika ya, sudah pasti pertengkaran tidak akan pernah usai.

1,064 views   |   12 shares
  • Pertengkaran suami-istri begitu kompleks, dan banyak penyebabnya. Kadang terjadi karena faktor dari dalam hubungan, kadang karena pihak lain di luar hubungan, dan kadang juga disebabkan oleh cara interaksi seseorang dengan dirinya sendiri. Misalnya pada orang yang kerap terlalu keras pada dirinya sendiri, sehingga menyebabkan banyak ketegangan terjadi dalam hubungan suami istri.

  • Jika Anda atau pasangan Anda kerap terlihat memaksakan sesuatu pada diri sendiri, seperti harus mampu "membelah" diri dengan baik dalam menjalani beberapa profesi sekaligus atau terobsesi pada sesuatu. Tipikal orang seperti ini biasanya mengalami banyak pergumulan dengan dirinya sendiri. Seperti misalnya:

  • 1. Tidak bisa tidur dengan tenang

  • Waktunya tidur adalah saat-saat terberat dalam keseharian Anda. Karena ketika kepala telah berbaring di atas bantal, yang terjadi justru otak Anda mengulang kejadian satu hari penuh. Momen itu terasa berat sebab kadang Anda mengingat hal-hal bodoh yang tadi dilakukan, dan apa yang semestinya dilakukan. Bahkan ingatan pun kadang menjadi panjang dan memancing hingga ke kejadian tahun-tahun sebelumnya.

  • 2. Tidak pernah merasa puas

  • Tak peduli betapa berbakatnya Anda, atau berapa banyaknya pujian yang didapat, Anda tetap merasa kurang. Kesalahan sekecil apa pun seolah akhir dunia buat Anda.

  • 3. Tidak akan meminta bantuan, meski sebetulnya membutuhkan

  • Karena dengan meminta bantuan, Anda merasa lemah dan tak berdaya untuk melakukannya sendiri. Saat Anda meminta bantuan, Anda bahkan kerap merasa diri telah melakukan sebuah kejahatan. Anda ingin melakukan segalanya sendiri, dan tak ingin membuat orang lain merasa tak nyaman karena dimintai bantuan.

  • 4. Merasa bertanggung jawab pada kebahagiaan orang lain di sekitar Anda

  • Anda kerap merasa harus terus menjaga orang-orang di sekitar agar tetap merasa bahagia. Anda menganggap masalah yang dialami orang lain sebagai masalah Anda juga, karena itu Anda selalu berusaha untuk turut campur dalam penyelesaiannya.

  • 5. Tidak bisa berhenti memikirkan kritik sekecil apa pun yang Anda terima

  • Sebagai pemberi kritik paling banyak kepada diri sendiri, mendengar kritikan dari orang lain, sekecil apa pun hanya akan membuat Anda terpuruk. Anda bahkan bisa mengingat kritikan itu selama berbulan-bulan ke depan, dan tak akan merasa bahagia hingga mampu memperbaikinya.

  • 6. Tidak mudah percaya pujian

  • Jika mendapatkan pujian, Anda secara otomatis mengagggapnya sekadar berbuat baik saja, dan tidak tulus. Anda pun tentunya jarang sekali memberi penghargaan bagi hasil karya diri sendiri.

  • Advertisement
  • 7. Tidak akan memperlihatkan kelemahan diri

  • Anda tak ingin ada orang yang tahu bahwa Anda tak sekuat yang terlihat. Anda selalu terlihat kuat, dan itu tak boleh berubah. Anda bahkan tak ingin terlihat rentan di hadapan sahabat atau keluarga.

  • 8. Selalu berpikir orang lain tak akan memaafkan Anda

  • Jika ada kesalahan kecil yang Anda lakukan, maka yang ada di kepala hanya prasangka bahwa orang lain tak akan memaafkan Anda. Bahkan selalu mengingat kesalahan tersebut ssetiap kali bertemu. Anda menganggap sikap semua orang sama dengan Anda.

  • 9. Terlalu sering meminta maaf

  • Pada hal yang Anda lakukan dan tidak. Anda sering meminta maaf karena macet, petir atau segala sesuatu yang tak dapat Anda kendalikan. Meminta maaf muncul begitu saja.

  • 10. Tidak tahu cara menerima cinta

  • Anda selalu merasa; untuk dicintai maka Anda harus melakukan dan membuktikan banyak hal terlebih dahulu. Semua cinta yang hadir, dianggap tak nyata. Inilah yang kemudian membuat Anda kesulitan menerima kehadiran seseorang karena terlalu mennghantui diri sendiri dengan ketakutan.

  • Dengan sifat-sifat tadi, jelas sudah bahwa musuh terbesar dalam kehidupan Anda adalah Anda sendiri. Maka jika Anda atau pasangan termasuk di dalamnya, tentu akan sulit untuk menjalani hubungan pernikahan. Kenali dulu diri Anda dan pasangan, lalu cobalah untuk sama-sama memperbaiki diri sendiri, demi hubungan pernikahan yang lebih baik lagi ke depannya.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Terlalu keras pada diri sendiri, Andakah?

Sering bertengkar dengan pasangan? coba ambil waktu sejenak untuk merenungkan, apakah ini karena Anda atau pasangan ada yang terlalu keras pada diri sendiri? Sebab jika ya, sudah pasti pertengkaran tidak akan pernah usai.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr