Begini sosok ayah di mata anak perempuannya

Seorang ayah mengajarkan anak perempuannya bagaimana berhubungan dengan pria. Interaksi antara mereka akan memainkan peran besar dalam kematangan emosional si anak perempuan.

4,429 views   |   49 shares
  • Orang tua adalah cinta pertama dalam kehidupan anak-anak mereka. Hubungan ini akan menentukan dan mengajarkan anak bagaimana mencintai dan dicintai di masa depan. Begitu pula hubungan seorang putri dengan ayahnya.

  • Seorang ayah mengajarkan putrinya bagaimana berhubungan dengan lawan jenis. Hubungan mereka memainkan peran besar dalam kematangan emosionalnya. Freud percaya hubungan ini juga penting untuk orientasi seksual si anak di masa dewasa.

  • Ketika seorang anak perempuan melihat bahwa ayahnya mencintai ibunya, dia akan merasa ingin lebih disayangi dan diperhatikan daripada ibunya. Di kemudian hari, dia akan mencari pria yang memiliki karakteristik positif yang sama seperti ayahnya.

  • Apa yang anak gadis inginkan dari ayahnya?

  • Mereka ingin dicintai dan dihargai. Dia ingin si ayah dapat melihat keberhasilan hidupnya, bakat dan peristiwa besar yang dialaminya. Dia ingin pujian dari ayahnya. Setiap gadis ingin menjadi putri ayahnya.

  • Hal ini sangat penting bagi seorang ayah untuk menanggapi kebutuhan tersebut agar kelak seorang anak gadis dapat menghargai dirinya sendiri. Katakan padanya kalau dia cantik dan ucapkan selamat kepadanya untuk semua hal yang menjadi prestasi baiknya. Begitu pula dengan sesuatu yang buruk yang telah dilakukannya, anak gadis ingin mendengar kritikan dari ayahnya, baik itu penampilan fisik ataupun kurangnya prestasinya.

  • Bagaimana para anak perempuan melihat sosok ayah?

  • Bagi seorang anak perempuan, ayah adalah referensi pertama bagi mereka untuk mengenal dunia laki-laki. Ayah menjadi 'model' bagaimana seorang pria harus bertindak dan bagaimana seorang laki-laki harus memperlakukannya. Jika ayah mereka adalah tipe laki-laki yang dapat memperlakukan wanita dengan baik dan merupakan orang yang baik, maka sangat besar kemungkinan tipe seperti itulah yang kelak akan dicari saat mereka (anak perempuan) beranjak dewasa. Begitu pula sebaliknya, jika orang tua si anak adalah model yang agresif, otoriter atau tidak jujur, maka tipe pria seperti itulah yang kelak akan menarik perhatiannya di kemudian hari.

  • Seorang gadis mengagumi ayahnya karena ia adalah sosok yang kuat dan protektif, selalu ada untuknya. Tugas ayahlah untuk membantu putrinya tumbuh menjadi pribadi yang matang, agar kelak memiliki identitas diri yang jelas. Untuk mewujudkannya, seorang ayah harus menunjukkan cinta tanpa syarat. Ungkapan-ungkapan seperti, "Saya tidak menyukai kamu, karena kamu...." atau, "Saya tidak suka kamu lagi, karena kamu tidak mendapatkan nilai yang baik," adalah kalimat yang merusak anak. Akibatnya mereka dapat mengembangkan harga diri yang rendah dan rasa tidak aman terhadap diri sendiri (akibat tidak dicintai oleh orang yang paling ia sayangi). Anak akan mempercayai bahwa mereka tidak lagi dicintai karena telah melakukan hal buruk.

  • Advertisement
  • Pengasuhan Ketat vs Pengasuhan Submissive

  • Psikolog Lila Rosana mengatakan, "Menjadi ayah yang otoriter dapat memberikan pandangan kepada putrinya bahwa dia harus tunduk kepada laki-laki."

  • Seorang ayah harus mampu memutuskan mana yang memerlukan campur tangannya dan mana yang perlu diselesaikan sendiri oleh putrinya. Ia perlu membiarkan putrinya menyelesaikan masalahnya sendiri dan tumbuh dewasa, belajar konsekuensi yang didapatkan dari sebuah keputusan yang buruk.

  • Melakukan apapun yang diinginkan putrinya justru dapat menciptakan kepribadian manipulatif pada anak. Orang tua juga harus mampu memberikan batas mana yang boleh dan tidak. Ayah dapat membentuk putrinya dengan menghormatinya, mencintainya dan memercayainya. Hingga pada akhirnya seorang ayah akan mengajarkan keterampilan untuk bahagia dan kehidupan yang sukses di kehidupannya ke depan.

  • Artikel ini diterjemahkan oleh Irni Fatma Satyawati dari artikel asli berjudul "How a daughter sees her father" oleh Stael F. Pedrosa Metzger.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Begini sosok ayah di mata anak perempuannya

Seorang ayah mengajarkan anak perempuannya bagaimana berhubungan dengan pria. Interaksi antara mereka akan memainkan peran besar dalam kematangan emosional si anak perempuan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr