4 Gagasan Bercocok Tanam dan Membesarkan Anak Anda

Didik anak Anda mengenai menunggu dan memiliki kesabaran. Di dunia ini yang kepuasannya hanya sesaat, sangat penting bagi anak-anak untuk memahami konsep bahwa “hal-hal baik datang kepada orang yang sabar menunggu.”

955 views   |   shares
  • Akhir-akhir ini, saya mengajak anak laki-laki saya yang berumur 6 tahun ke tempat penjual tanaman untuk membantu kakak perempuannya memilih beberapa tanaman untuk kebun kontainernya. Dia tinggal di apartemen jadi kami tidak bisa membeli banyak-banyak. Jack benar-benar terpikat dengan semua tanaman dan bunga-bunga. Dia ingin mencium semua baunya, memegangnya dan membeli semuanya. Dia sangat senang membantu kakaknya memilih beberapa bunga, juga bumbu dapur dan sayuran. Saya berjanji untuk membiarkannya membantu menanami kebun kami bila kami sudah pulang.

  • Anak-anak secara alami tertarik pada tanaman dan hal-hal yang tumbuh. Naluri mereka yang penuh rasa ingin tahu tentang dunia di sekitarnya membuat mereka senang ikut bercocok tanam. Memanfaatkan semangat alami tersebut, Anda bisa membantu anak-anak Anda memetik pelajaran hidup yang berharga saat berkebun.

  • 1. Iman

  • Setiapkali Anda menanam sebuah benih Anda beriman bahwa benih akan berkecambah, tumbuh dan berbuah. Ketika menanam benih di kebun Anda, bicarakan dengan anak Anda mengenai iman dan bagaimana hal itu berkaitan dengan menanam benih. Pastikan untuk menanam benih yang cepat berkecambah dan berbuah, seperti lobak.

  • 2. Kesabaran

  • Bercocok tanam memerlukan kesabaran. Benih tidak berkecambah dalam satu malam, biasanya diperlukan beberapa minggu untuk melihat daun pertamanya muncul ke permukaan tanah. Ajarkan anak Anda untuk menunggu dan memiliki kesabaran. Di dunia ini yang sarat dengan kepuasan sesaat, benar-benar sangat penting bagi anak-anak untuk memahami konsep bahwa “hal-hal baik datang kepada orang yang sabar menunggu.” Sementara Anda menanti, carilah beberapa buku untuk dibaca mengenai benih-benih dan cara berkebun.

  • 3. Bekerja

  • Sebuah kebun memerlukan kerja dan usaha. Jika Anda menanam benih namun tidak menyediakan air atau menyiangi daerah sekitarnya, pembenihan mungkin tidak akan berhasil atau malah akan terhimpit oleh rumput-rumput liar. Beri anak Anda tugas khusus untuk dikerjakan, seperti mengairi dan menyiangi rumput-rumput liar. Ajari mereka bagaimana melakukan masing-masing pekerjaan tersebut agar memberi manfaat kepada kebun Anda. Pekerjaan selanjutnya meliputi penjarangan sehingga tanaman yang tersisa bisa memiliki ruang yang dibutuhkannya untuk tumbuh dan berbuah. Beberapa tanaman mungkin perlu dilakukan stek atau diberi anjang-anjang agar bisa merambat. Luangkan waktu untuk bekerja bersama mereka dan bahaslah mengenai apa yang sedang Anda lakukan dan mengapa. Juga, biarkan mereka melakukan pekerjaan lebih banyak. Selama beberapa tahun, pematang kami kurang lurus. Namun, anak-anak kami senang melihat benih yang mereka tanam akhirnya tumbuh.

  • Advertisement
  • 4. Kekecewaan

  • Kadang-kadang, meskipun telah banyak bekerja, berkebun bisa saja mengalami kegagalan. Suatu tahun, kami telah mengelola kebun yang subur. Kami memanen tomat dan wortel, lada dan lain sebagainya. Tahun berikutnya, dengan antusias kami menanami kebun kami bibit sayuran dengan harapan pada musim panas kami akan memanennya. Sayangnya, bibitnya terus saja hilang. Kami tidak tahu apa yang terjadi. Suatu hari ketika sedang bekerja, saya mengamati bibit demi bibit ditarik ke dalam tanah. Ternyata ada hama tikus tanah! Sedihnya, kami tidak memiliki panen tahun itu. Meskipun demikian, kami telah mendapat pelajaran yang berharga bahwa segala sesuatu kadang tidak berjalan seperti yang telah direncanakan, sesuatu yang sering terjadi di dalam kehidupan.

  • Ketika musim semi membawa kehangatan dan hari yang lebih panjang, saya merencanakan untuk mengolah tanah dengan anak-anak saya dan menanami kebun kami. Kami tidak hanya akan memanen karunia dari bumi, kami juga akan memanen pelajaran berlimpah yang bisa kami terapkan dalam kehidupan kami.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Agung Candra Setiawan dari artikel asli “4 ideas for growing your garden and growing your children” karya Robyn Carr.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Robyn Carr is a graduate of Brigham Young University, the mother of 5 and grandmother to 1. She currently lives in North Carolina. Comments welcomed at mrsincredible41@yahoo.com

4 Gagasan Bercocok Tanam dan Membesarkan Anak Anda

Didik anak Anda mengenai menunggu dan memiliki kesabaran. Di dunia ini yang kepuasannya hanya sesaat, sangat penting bagi anak-anak untuk memahami konsep bahwa “hal-hal baik datang kepada orang yang sabar menunggu.”
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr