7 manfaat anak menekuni olahraga bela diri

Berlatih bela diri tidak hanya membuat anak menjadi kuat. Temukan 7 manfaat lain bela diri bagi perkembangan anak dan apa persiapan yang perlu Anda lakukan sebelum memutuskan latihan bela diri untuk anak Anda.

2,291 views   |   21 shares
  • Sebagai orangtua, Anda tentu tak ingin buah hati Anda terluka apalagi dilukai oleh orang lain. Berbagai berita kekerasan pada anak tentu membuat tidur Anda tak nyenyak.

  • Apalagi jika Anda menyadari, Anda tak selalu bisa melindungi anak dari ancaman bahaya. Dari sini muncul tekad untuk menjadikan anak Anda kuat dan tangguh. Salah satunya dengan memberikan kesempatan baginya untuk belajar ilmu bela diri sedari kecil.

  • Ternyata, ilmu bela diri tidak hanya bermanfaat untuk mengajari anak melindungi diri secara fisik. Manfaat-manfaat berikut ini juga akan dirasakan oleh anak-anak yang belajar bela diri sejak dini.

  • 1. Kesehatan yang prima

  • Latihan rutin dengan penempaan aktivitas fisik akan membawa perubahan positif bagi kesehatan anak. Olahraga bela diri yang dilakukan secara teratur akan meningkatkan stamina, kekebalan tubuh, dan kemampuan motoriknya.

  • 2. Memupuk disiplin diri

  • Kunci untuk berhasil menaklukkan ilmu bela diri adalah disiplin. Anak-anak akan terbiasa untuk mengikuti aturan dan memegang teguh prinsip ajaran ilmu bela diri yang mengajarkan kebaikan. Filosofi bijak yang tertuang di dalam ajaran bela diri juga akan mengajarkan anak berbagai segi kebajikan, tidak semata bertarung untuk membuktikan siapa yang terkuat dan terhebat.

  • 3. Membangun kewaspadaan

  • Kejahatan dan kekerasan kerap terjadi karena anak terlambat menyadari datangnya bahaya. Terlalu naif untuk memahami bahwa ada sesuatu mencurigakan di balik aksi sang pelaku. Dengan mempelajari bela diri, anak juga dilatih untuk berpikir cepat, taktis, dan waspada. Ketika tiba-tiba dihadapkan pada situasi sulit atau mengancam, anak akan menjadi lebih tenang untuk mencari jalan keluar.

  • 4. Meningkatkan fokus dan konsentrasi

  • Memusatkan perhatian dan pikiran kepada tujuan atau sasaran tentu menjadi salah satu poin penting yang harus dicapai dalam latihan bela diri. Manfaat ini juga berimbas pada kemampuan anak untuk berkonsentrasi pada aspek lain, termasuk dalam akademik dan sosial. Bela diri pun menjadi salah satu pilihan terapi bagi anak-anak yang hiperaktif dan sulit memusatkan fokus, selain menjadi sarana ampuh penyaluran energi mereka.

  • 5. Membentuk mental baja

  • Dalam bela diri, anak yang belajar memasukkan sekaligus menerima serangan. Mereka akan menyadari bahwa adakalanya untuk mengalahkan lawan, kita akan jatuh dan bangkit kembali. Pengalaman ini akan membentuk perspektif positif pada anak untuk pantang menyerah dan tidak berlama-lama berkubang pada penyesalan saat menghadapi kegagalan.

  • Advertisement
  • 6. Menyeimbangkan jiwa dan raga

  • Ilmu bela diri akan terpelajari sempurna kala seseorang mampu menghubungkan secara seimbang jiwa dan raganya. Kemampuan mengeluarkan jurus terbaik akan sia-sia tanpa karakter pejuang sesungguhnya. Anak akan memahami bahwa bela diri bukanlah untuk menyakiti atau solusi untuk setiap konflik. Di balik ilmu bela diri, ada tujuan mulia untuk mendatangkan kedamaian dan meletakkan dasar-dasar kebenaran kala menjalani lika-liku kehidupan.

  • 7. Menemukan kepercayaan diri dan keyakinan

  • Seorang yang lemah akan menjadi kuat saat ia yakin akan kekuatannya sendiri. Petuah ini yang kerap ditanamkan dalam setiap latihan bela diri. Banyak anak yang merasakan tumbuhnya keyakinan akan diri mereka sendiri selepas mempelajari ilmu bela diri. Timbulnya penghargaan akan diri, membuat anak tidak mudah frustrasi saat menghadapi masalah. Mereka juga akan terhindar dari arus pergaulan yang negatif karena ia selalu bulat untuk berkata "tidak" untuk setiap hal yang tidak sejalan dengan hati nurani dan aturan yang berlaku.

  • Lalu, apa yang harus diperhatikan jika Anda tertarik untuk mengikutkan anak pada latihan bela diri?

  • Pertama, pastikan ia sudah dapat membedakan antara kanan dan kiri. Gunanya, untuk memudahkannya mengikuti instruksi latihan nantinya. Umumnya kemampuan ini ada pada rentang usia 4-6 tahun.

  • Kedua, mulailah saat anak sudah dapat mengikuti arahan dan fokus pada kegiatan setidaknya 30 menit. Untuk anak usia dini, biasanya 30 menit adalah lama sesi latihan yang dilakukan, meningkat hingga 45-60 menit pada anak usia sekolah dasar dan remaja.

  • Ketiga, carilah perguruan atau tempat latihan dengan lingkungan yang menyenangkan bagi anak. Perhatikan juga para pengajar, mereka perlu memahami cara pendekatan yang tepat terhadap anak. Tegas, namun juga penyayang dan dapat memotivasi anak untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

  • Keempat, persiapkan diri Anda untuk menangani cedera yang mungkin terjadi saat latihan atau pertandingan. Sediakan perlengkapan pengaman yang lengkap dan carilah pengetahuan tentang bagaimana menangani cedera seperti dalam daftar yang dikeluarkan oleh Asosiasi Dokter Anak Amerika berikut ini.

  • Berikan semangat dan pendampingan kepada anak supaya ia dapat meraih manfaat optimal dari ilmu bela diri yang dipelajarinya. Bela diri tidak hanya menjadi senjatanya untuk terhindar dari kekejaman dan kekerasan, namun juga bekal penting bagi perkembangan jiwa dan perjalanan hidupnya kelak.

  • Advertisement
Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

7 manfaat anak menekuni olahraga bela diri

Berlatih bela diri tidak hanya membuat anak menjadi kuat. Temukan 7 manfaat lain bela diri bagi perkembangan anak dan apa persiapan yang perlu Anda lakukan sebelum memutuskan latihan bela diri untuk anak Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr