6 bahan manis untuk resep cinta langgeng Anda

Menua bersama, abadi hingga maut memisahkan. Cinta langgeng bukanlah dongeng belaka. Anda pun dapat mewujudkannya. Bubuhkan 6 bahan manis ini ke dalam hubungan dan raihlah akhir bahagia Anda!

2,603 views   |   16 shares
  • Menua bersama. Cinta abadi hingga maut memisahkan. Dengan maraknya kabar berita kasus perceraian, baik yang terjadi di kalangan selebriti maupun dari kenalan dan lingkaran pertemanan saya, memiliki pernikahan bahagia berumur panjang makin terdengar seperti dongeng belaka.

  • Ditambah beragamnya "godaan" yang berpotensi menggoyahkan mahligai rumah tangga. Sebut saja, keterikatan dengan gadget, jam kerja yang memotong kebersamaan setiap harinya, ambisi untuk mengejar karier setinggi langit, bertabrakannya cara pengelolaan keuangan, hingga campur tangan orangtua-mertua dalam rumah tangga. Pertengkaran semakin mudah tersulut. Bentrokan kerap terjadi, yang ternyata berawal dari perselisihan sepele yang di atas kertas, harusnya dapat diselesaikan tanpa perlu menarik urat.

  • Saya pun berkaca pada banyak pasangan yang mampu menjaga api cinta tetap menyala, meskipun usia pernikahan telah lewat setengah abad lamanya. Salah satunya adalah almarhum Aki dan Nenek, salah satu pasangan termesra yang saya kenal. Dari mereka, saya rumuskan racikan resep cinta langgeng, yang patut saya dan Anda tiru segera.

  • 1. Jalankan kodrat secara seimbang

  • Era boleh berubah, emansipasi sah saja didengungkan. Namun, suka atau tidak suka, pria bukanlah wanita, demikian pula sebaliknya. Peran Ayah dan Bunda dalam keluarga pun, sejatinya tidak untuk ditukar. Seorang pria tetaplah menjadi kepala keluarga, pemimpin yang mengendalikan arah keluarga, selain tugasnya mencari nafkah. Istri, sebagai wanita nomor satu, memegang peranan penting dalam manajemen keluarga. Mulai urusan kecil rutin seperti menu makanan hingga aspek krusial macam pengelolaan keuangan. Hindari keretakan hubungan dengan menghormati kodrat masing-masing sembari saling mendukung dan tidak ragu mengulurkan tangan untuk membantu terlaksananya kewajiban masing-masing. Saran ini terdengar kuno, namun tujuan pernikahan bukanlah sebagai ajang persaingan antara suami dan istri mengenai "siapa yang lebih berjasa". Dengan demikian, tak bijak rasanya jika Anda menuntut pasangan untuk menunjukkan totalitas tanpa Anda siap berada di sisinya dan siap sedia memijat pundak saat lelah begitu menderanya.

  • 2. Luangkan waktu berkualitas secara berkala

  • Di tengah kesibukannya sebagai seorang tentara, Aki selalu menyempatkan minum teh manis sambil mengobrol di pagi atau sore hari bersama Nenek. Walaupun hanya sekitar 15-30 menit, namun waktu bersantai ini mampu membuat mereka tetap mesra puluhan tahun lamanya. Sisipkan kencan singkat berdua dengan pasangan setiap harinya. Simpan dulu gadget Anda berdua dan nikmati kebersamaan dengan bercerita ringan tentang hal-hal menyenangkan. Mood Anda pun dapat terangkat dan gelitik kupu-kupu di perut tetap Anda rasakan, seperti jatuh cinta pertama yang berulang setiap harinya.

  • Advertisement
  • 3. Ringan tangan tanpa syarat

  • Kapan terakhir kali Anda tulus menolong pasangan tanpa agenda di baliknya? Jika Anda sulit mengingatnya, maka sudah saatnya Anda merombak hubungan yang sedang dijalani. Dampingi pasangan saat beraktivitas. Jadilah "asisten" tanpa berprasangka akan karakter bossy-nya. Melakukan aktivitas berpasangan akan menekan ego untuk "bersinar sendirian" dan dalam prosesnya, Anda dan pasangan akan mencoba saling mengisi untuk menambal kekurangan masing-masing atau memecahkan konflik bersama.

  • 4. Jadilah kritikus cerdas

  • Menghadapi karakter pasangan yang bertolak belakang atau tidak sejalan dengan ekspektasi, seringkali membuat kita gemas. Meluncurlah kalimat-kalimat kritik yang tidak enak didengar. Atau "petunjuk" yang awalnya dimaksudkan sebagai penuntun jalan, malah disalahartikan sebagai upaya menjatuhkan. Saya memperhatikan, cara Aki dan Nenek menghadapi perbedaan cukup mencengangkan. Meskipun ditempa keras di dunia militer, Aki dapat memberikan koreksi kepada Nenek dan juga sebaliknya dengan kritik halus dan sifatnya membangun. Mereka tidak saling menunjuk terang-terangan pada kesalahan, namun berandai-andai "bagaimana jika" suatu situasi dihadapi dengan cara berbeda. Dengan demikian, tidak ada yang merasa sebagai tertuduh dan melakukan perubahan bukan lagi sebuah beban yang memberatkan hati.

  • 5. Persamaan besar dan perbedaan kecil

  • Saat mencari pasangan, kesamaanlah yang kita cari. Kegemaran, makanan favorit, selera berbusana. Namun, saat menikah, banyak pasangan tersadar. Mereka mencari persamaan di hal-hal kecil, namun melupakan untuk menyamakan persepsi dan pandangan pada hal-hal utama. Semuanya pun terlambat dan berujung penyesalan, saat perbedaan prinsip yang begitu krusial tak mampu ditangani. Pemahaman spiritual atau religi, pengelolaan keuangan, pengasuhan anak, dan kesetiaan adalah hal-hal yang seyogyanya diamini oleh pasangan bersamaan, bukan hal remeh yang dapat enteng diperdebatkan. Jadi, tak perlu permasalahkan apakah film horor atau romantis yang akan jadi pilihan tontonan malam ini. Karena, kesepakatan untuk memulai investasi dana pendidikan anak jauh lebih penting untuk dicapai.

  • Advertisement
  • 6. Peliharalah hal-hal kecil yang membuat Anda bahagia

  • Bahagia itu sederhana. Tak perlu menghadiahkan pasangan barang bermerek atau perhiasan berkilauan. Terkadang, sebuah surat pendek berisi puisi atau pesan romantis dapat makin merekatkan hubungan Anda. Berapa pun usia pernikahan Anda, perhatian dan kejutan kecil selalu berhasil meluluhkan hati pasangan, meskipun hari itu bukanlah hari istimewa yang patut dirayakan. Beberapa pasangan merasa risi melakukan ini karena tak mau dicap gombal. Padahal, sebuah kecupan hangat di awal dan akhir hari, bisa jadi adalah hal istimewa yang selalu dinanti pasangan dari Anda.

  • Cinta yang langgeng bukan berarti selalu mulus tanpa goncangan. Dalam mengarungi lautan, hujan badai bisa saja menerpa atau gelombang besar yang tiba-tiba siap menggulung. Apabila Anda dan pasangan dengan teguh memegang kendali bersama seia sekata, bahtera rumah tangga Anda dapat terus kokoh melaju, hingga akhir masa nanti.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

6 bahan manis untuk resep cinta langgeng Anda

Menua bersama, abadi hingga maut memisahkan. Cinta langgeng bukanlah dongeng belaka. Anda pun dapat mewujudkannya. Bubuhkan 6 bahan manis ini ke dalam hubungan dan raihlah akhir bahagia Anda!
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr