Menikah itu tidak boleh terburu-buru. Ini alasannya

Jangan terburu-buru menikah jika Anda masih memiliki luka hati yang belum sembuh. Bangun kebahagiaan Anda sendiri terlebih dahulu, sebelum 'berani' membahagiakan orang lain.

70,702 views   |   981 shares
  • Urusan jodoh terkadang jadi momok bagi para single yang telah memasuki usia menikah. Tekanan dari kiri kanan kadang menjadi beban yang tanpa disadari mengarahkan para single untuk terburu-buru menikah dan masuk dalam komitmen hubungan rumah tangga tanpa menyadari apa sebenarnya yang mereka cari dan harapkan dalam hubungan tersebut.

  • Eits, tunggu. Jangan terburu-buru, apalagi jika Anda masih memiliki luka hati yang belum sembuh dengan pasangan Anda sebelumnya. Mungkin Anda pernah lama berpacaran lalu akhirnya berpisah dan tidak jadi menikah. Padahal Anda dan dia sudah saling mengupas tuntas kepribadian masing-masing, bahkan rencana ke depan pun sudah matang. Sayang, tidak semua rencana bisa mulus berjalan.

  • Jika Anda mengalami kekecewaan putus setelah hubungan yang lama, apa yang Anda rasakan? Kecewa, kesal, marah, trauma untuk menjalin hubungan lagi atau justru menyalahkan diri sendiri dan berpikir bahwa Anda mempunyai kekurangan dan tak pantas bersanding dengan siapa pun.

  • Sebaiknya berhenti menyalahkan diri sendiri yang justru hanya akan semakin menambah deretan luka panjang Anda rasakan saat ini. Tidak sepantasnya Anda hanya menyalahkan diri sendiri tetapi juga bukan berarti Anda perlu menyalahkan dia yang telah pergi meninggalkan Anda.

  • Ada banyak hal yang bisa dilakukan, setidaknya untuk kebahagiaan Anda sendiri.

  • Yang pertama, pikirkanlah karena memang dia bukan 'jodoh' yang terbaik untuk Anda. Pahamilah bahwa ada orang lain di luar sana yang memang telah dipersiapkan untuk Anda. Yang 'terbaik' dan lebih baik darinya.

  • Ke-2, bersyukurlah karena Anda dapat mengalami dan mengetahui pribadinya tidak tepat, sebelum Anda lebih jauh berkomitmen dalam sebuah pernikahan. Ketahuilah, hubungan yang terjalin lama tidak menjamin Anda dapat mengenal kepribadian dan karakter orang yang selama ini dekat dengan hati Anda.

  • Ke-3, berhentilah merasa diri Anda tak pantas untuknya. Jika memang tidak cocok, mungkin dialah yang tidak pantas bagi Anda.

  • Ke-4, jadikan sebagai sarana introspeksi diri. Terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah. Alangkah baiknya jika Anda tidak mencari kekurangan dan kesalahan orang lain. Fokuslah pada perbaikan diri sendiri untuk menjadi lebih baik.

  • Ke-5, berdoa, berserah diri dan bersabar. Yakinlah bahwa jodoh terbaik akan datang di waktu yang tepat. Terkadang kita lupa dan terlalu sibuk mencari pasangan yang sesuai dengan kriteria dan keinginan kita, padahal urusan jodoh bukan sekedar masalah 'ingin', tetapi lebih tepatnya sesuai dengan apa yang kita 'butuh'.

  • Advertisement
  • Semoga pencarian Anda dapat berakhir bahagia. Anda segera dipertemukan dengan belahan hati pilihan Sang Pencipta.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Menikah itu tidak boleh terburu-buru. Ini alasannya

Jangan terburu-buru menikah jika Anda masih memiliki luka hati yang belum sembuh. Bangun kebahagiaan Anda sendiri terlebih dahulu, sebelum 'berani' membahagiakan orang lain.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr