Mungkinkah hamil dengan kista? Inilah pengalaman saya

Tetapi jujur saja hal ini cukup menjadi kecemasan tersendiri bagi saya seorang wanita lajang yang belum menikah. Meski pengobatan rutin dan terapi hormon kerap kali saya lakukan, tetapi kembali lagi kista itu muncul dan muncul lagi.

1,056 views   |   8 shares
  • Pertanyaan inilah yang saya ajukan pada diri saya sendiri beberapa tahun silam. Ketika vonis kista pertama kali dijelaskan oleh dokter, saat saya masih gadis yang belum menikah.

  • Awal sebelum mengetahui saya memiliki kista di indung rahim, saya merasa gejala yang dialami adalah hal biasa yang terjadi dialami anak gadis pada umumnya. Seperti jadwal haid yang tidak teratur setiap bulan, serta rasa sakit yang teramat sangat apabila haid datang. Tetapi yang paling saya rasakan janggal adalah jadwal haid yang siklusnya bisa 5 sampai 6 bulan sekali, tetapi setiap bulan tubuh saya merasakan sakit yang sama seperti sedang haid normal setiap bulan.

  • Hampir 8 tahun saya merasakan kejanggalan jadwal siklus haid yang tidak teratur, dimulai dari kelas 1 SMA, hingga akhirnya vonis kista saya ketahui. Selama 8 tahun, pemeriksaan ke dokter kandungan kerap kali saya lakukan ditemani oleh ibu saya. Berbagai dokter kami datangi semua berpendapat sama, saya hanya mengalami masalah hormon yang normal dialami anak gadis remaja pada umumnya.

  • Hingga akhirnya satu dokter berani memvonis saya memiliki kista di saluran indung telur. Bagi saya yang saat itu sudah memasuki usia wanita dewasa, tentu ada sedikit kekhawatiran apakah kelak saya bisa mempunyai anak jika sudah menikah. Apalagi saat dokter menjelaskan posisinya berada di indung telur, tempat bertemunya sel telur dan sperma dan kemudian terjadilah pembuahan. Ok, pemikiran saya mungkin terlalu jauh saat itu.

  • Tetapi jujur saja hal ini cukup menjadi kecemasan tersendiri bagi saya seorang wanita lajang yang belum menikah. Meski pengobatan rutin dan terapi hormon kerap saya lakukan, tetapi kista itu kembali muncul dan muncul lagi.

  • Saya sendiri tidak berhenti melakukan pengobatan sampai tahap medis saja. Usaha lain melalui pengobatan alternatif dan spiritual juga saya lakukan. Hal ini tentu saja sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan yang saya anut. Selama kurang lebih 1 tahun menjalani pengobatan alternatif, titik terang mulai nampak. Siklus haid saya sudah mulai teratur setiap bulan, walau rasa sakitnya masih sama.

  • Hingga akhirnya ketika saya menikah, saya sudah mulai berdamai dengan diri saya sendiri. Bahwa jodoh, rezeki, anak semuanya sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Tidak lagi ada kekhawatiran tentang kecemasan saya beberapa tahun silam. Saya sendiri sudah tidak pernah lagi melakukan pemeriksaan USG untuk mengecek kista itu masih ada atau tidak.

  • Perasaan pasrah, ikhlas dan keyakinan terhadap kuasa Tuhan membuat saya lebih ringan dalam menjalani hidup. Dan siapa menyangka, saya akhirnya dapat hamil. Hal ini tentu mematahkan semua keraguan saya selama bertahun-tahun lamanya.

  • Advertisement
  • Kemudian pelajaran apa yang bisa saya ambil dari pengalaman ini?

    1. Saat tertimpa musibah, seperti penyakit, kita jangan mudah putus asa untuk tetap melakukan pengobatan demi pengobatan. Walau dalam kacamata manusia sangat sulit bahkan tidak mungkin untuk sembuh, teruslah percaya dan pasrahkan pada penilaian Dia yang Maha Pengatur.

    2. Berdamai dengan diri sendiri sangatlah penting, karena pikiran-pikiran kita sendiri yang akan menentukan kehidupan kita di kemudian hari. Semakin sering melatih pikiran menjadi lebih positif, maka semakin terasa lebih ringan menjalani kehidupan sehari-hari.

    3. Tidak mengutuk keadaan dan mengasihani diri sendiri. Kerap kali kita lalai melakukannya apabila sedang dilanda masalah. Saya pun tanpa sadar melakukannya ketika vonis dokter saya dengar pertama kali. Saya lupa bahwa jodoh, rezeki, anak, sehat semuanya adalah kuasa Tuhan.

  • Jangan pernah berhenti berusaha dan berdoa, kemungkinan akan selalu ada.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Mungkinkah hamil dengan kista? Inilah pengalaman saya

Tetapi jujur saja hal ini cukup menjadi kecemasan tersendiri bagi saya seorang wanita lajang yang belum menikah. Meski pengobatan rutin dan terapi hormon kerap kali saya lakukan, tetapi kembali lagi kista itu muncul dan muncul lagi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr