5 cara tepat dan bijak mengatasi rasa takut pada anak

Wajar anak takut dengan suara keras seperti suara petir, namun Anda tentu tidak mau ketakutannya tersebut berlanjut hingga ia besar. Lakukan beberapa cara berikut ini agar ia tenang dan berani saat mendengar suara petir.

1,654 views   |   5 shares
  • "Duaaarrr!" Jemima pun berteriak sambil memeluk Ibunya saat keluar dari kelas. Anak perempuan berumur 5 tahun ini masih menangis dipelukan Ibunya. Saat itu memang sedang hujan deras dan Jemima pun menolak untuk pulang karena petir masih bergemuruh tanpa henti. Ibu pun tidak bisa berbuat apa-apa, hanya memeluk sambil berusaha menenangkannya, "Tidak apa-apa Jemima, itu hanya petir, sudah ya jangan menangis lagi."

  • Akhirnya Jemima baru mau melepas pelukan Ibu saat hujan berhenti. Sambil mengusap air mata, "Hujan sudah berhenti ya Bu? Petirnya sudah pergi?" Ibu hanya mengangguk dan Jemima pun setuju untuk keluar menuju parkiran mobil dan pulang ke rumah. Namun saat di mobil, giliran Ibu yang khawatir jika hujan dan petir datang lagi, pasti Jemima akan ketakutan. Memang wajar, anak takut dengan suara keras tapi Ibu tidak mau ketakutan akan petir ini berlanjut hingga ia besar.

  • Pada usia batita, anak belum dapat membedakan sebab akibat dari suatu peristiwa. Namun saat usia prasekolah, perkembangan kognitifnya sudah mulai dapat membedakan baik buruk yang akan terjadi pada dirinya. Seperti suara petir yang menggelegar, apakah akan ada sesuatu yang menakutkan terjadi atau tidak? Ini yang dapat Anda lakukan:

  • 1. Ajari ia mengatasi rasa takutnya.

  • Ini adalah cara ampuh untuk menjadi berani akan berbagai hal. Anda dapat mulai dengan cara yang sederhana yaitu dengan memberikan contoh agar ia tetap tenang saat ada petir. Ajarkan pula ia untuk tidak perlu khawatir, selama ia ada di dalam ruangan dan ada Ibu atau orang lain, Ia akan terlindungi, sehingga rasa cemas akan berubah menjadi nyaman. Lalu ia akan terbiasa dan timbul keberanian dalam dirinya.

  • 2. Berikan ia pelukan penenang.

  • Biasanya seorang anak yang takut dengan petir, kerap akan berteriak sambil menutup telinganya dan berlari menuju orang terdekat yang ia rasa aman, seperti Anda. Segera berikan dia pelukan tanpa berkata apapun.

  • 3. Ajak ia menghadapi ketakutannya.

  • Setelah sudah merasa tenang, ajaklah ia melihat ke arah luar jendela dan memperhatikan hujan. Ajak ia mencari cahaya kilat di langit dan ajak ia untuk berhitung sampai suara petir terdengar. Sehingga la pun akan mengerti setiap ada kilat, tak lama akan muncul petir. Jika suara petir terdengar sangat keras, perbolehkan ia untuk menutup telinga agar dapat meredam suara keras.

  • 4. Alihkan ketakutannya pada hal lain.

  • Saat hujan, Anda pun dapat juga mengalihkan perhatiannya dengan memberinya beberapa aktivitas bersama yang menjadi favoritnya seperti menggambar, menonton film dan lain-lain. Aktivitas ini bertujuan agar anak tidak lagi fokus dengan petir dan ia pun merasa nyaman dan aman.

  • Advertisement
  • 5. Bantu ia memahami asal usul dari sesuatu yang ia takuti.

  • Anda dapat memberikan buku atau video edukasi tentang peristiwa alam seperti hujan, kilat dan petir. Ceritakan tentang bagaimana proses kilat dan petir hingga hujan dan muncul pelangi. Gunakan dengan bahasa yang sederhana, sehingga anak akan mengerti dan memahami fakta tentang petir tanpa ada kesan menakuti-nakuti anak. Selain itu Anda bisa menjelaskan manfaat hujan dan petir, jangan lupa untuk menjelaskan bahayanya hujan dan petir. Sehingga Ia mengerti jika ada petir lebih aman untuk berada di dalam rumah dan Ia bisa bermain kembali saat semua reda.

  • Yang terpenting, jangan jadikan petir sebagai alasan untuk menakut-nakutinya. Tidak sedikit orangtua yang sering mengatakan, "Ayo, cepat habiskan makanannya. Kalau nggak, nanti petirnya datang lho. Seram, Ibu takut!" Hal ini hanya akan membuatnya semakin takut dengan petir. Cukup berikan kalimat-kalimat positif yang membangun keberaniannnya dalam segala hal termasuk untuk keluar dari ketakutannya terhadap petir.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

5 cara tepat dan bijak mengatasi rasa takut pada anak

Wajar anak takut dengan suara keras seperti suara petir, namun Anda tentu tidak mau ketakutannya tersebut berlanjut hingga ia besar. Lakukan beberapa cara berikut ini agar ia tenang dan berani saat mendengar suara petir.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr