11 alasan mengapa laki-laki cenderung 'alergi' komitmen

Apakah Anda para wanita punya pengalaman tentang pasangan pria yang waktu mengajak pacaran semangatnya membara, tetapi saat diminta serius dan berkomitmen untuk menikah malah pucat menciut tak bergairah?

1,600 views   |   2 shares
  • Apakah Anda para wanita punya pengalaman tentang pasangan pria yang waktu mengajak pacaran semangatnya membara, tetapi saat diminta serius dan berkomitmen untuk menikah malah pucat menciut tak bergairah. Entah apa yang ada di pikiran para pria, tetapi kenyataannya itulah yang sering terjadi. Bila hal ini yang Anda alami, 11 alasan berikut ini mungkin dapat mendasari pertanyaan Anda mengenai mengapa pria "alergi" untuk berkomitmen:

  • 1. Belum siap

  • Ini adalah alasan klasik para pria yang takut berkomitmen. Entah dari segi mana ketidaksiapan mereka. Yang jelas pria menolak berkomitmen karena mereka belum siap masuk ke tahap selanjutnya, belum siap berkompromi dengan pasangannya, belum siap menerima konsekuensi dalam hubungan, belum siap memikirkan masa depan, belum siap dibebani dengan tanggung jawab dan belum siap menunjukkan keseriusannya.

  • 2. Belum mapan

  • Masalah keuangan atau finansial seringkali menjadi kendala para pria untuk berkomitmen. Bagi mereka, kemapanan adalah salah satu modal untuk menjadi pria yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, kebanyakan pria akan mengejar kariernya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk serius berkomitmen.

  • 3. Belum bisa move on

  • Bukan hanya wanita yang sulit move on dari kenangan masa lalu bersama mantannya, ada juga pria yang ternyata masih hidup dalam bayang-bayang masa lalu atau cinta pertamanya. Mungkin saja mereka pernah dikecewakan oleh seseorang yang pernah dicintai, trauma akan kegagalan hubungan di masa lalu atau ternyata masih mencintai mantannya. Rasa kecewa, sakit hati dan penyesalan yang pernah dialami, membuat pria takut terjebak dalam kondisi yang sama dan akhirnya takut untuk berkomitmen lagi.

  • 4. Punya tanggungan lain

  • Sebagian pria enggan berkomitmen karena memikirkan hal lain yang lebih penting selain masalah pernikahan seperti tanggungan akan orangtua atau biaya pendidikan adik-adiknya. Berkomitmen dengan pasangan, akan membuat pria merasa tanggung jawabnya terhadap keluarga akan dibatasi.

  • 5. Masih ingin bebas

  • Pria yang "alergi" berkomitmen akan takut kebebasannya dibatasi. Berkomitmen berarti merelakan kebebasan mereka. Ketika mereka telah terikat oleh suatu komitmen, mereka tidak bisa memutuskan keinginannya sendiri, tidak bebas melakukan apa yang mereka ingin lakukan seperti waktu masih single. Artinya momen-momen bujangan tidak bisa bebas dinikmati lagi. Itu menjadi ketakutan para pria yang masih ingin bebas.

  • Advertisement
  • 6. Merasa privasinya akan terganggu

  • Setiap pria memiliki privasinya sendiri. Mungkin ada ruang atau kegiatan yang hanya ingin dinikmatinya sendiri tanpa harus ada gangguan dari pasangan. Ketika berkomitmen mengharuskan pasangan untuk masuk dan ikut campur dalam privasinya, pria akan merasa sangat terganggu. Bila bisa sejalan mungkin akan baik-baik saja, tetapi bagaimana bila selera pasangan bertolak belakang dengan privasi mereka? Mungkin lebih baik mengurungkan niat untuk berkomitmen.

  • 7. Bukan tipe pria setia

  • Pria adalah makhluk petualang. Bila mereka menghindari hubungan yang serius, mereka cenderung tidak puas dengan satu wanita saja. Berkomitmen erat hubungannya dengan kesetiaan. Bagi sebagian pria, menjaga kesetiaan bukanlah perkara yang mudah. Mengambil keputusan untuk berkomitmen sama saja memantapkan hati hanya kepada satu pasangan saja. Jelas saja hal tersebut sangat bertentangan dengan pria yang masih ingin bebas. Berkomitmen hanya akan membatasi pergaulan dan kesenangan dengan teman wanita lain. Itulah yang membuat pria malas berkomitmen.

  • 8. Belum menemukan wanita idaman

  • Setiap pria memiliki kriteria tersendiri mengenai wanita idaman pendamping hidupnya. Walaupun tidak ada manusia yang sempurna setidaknya mereka berharap mendapatkan yang mendekati wanita idamannya. Mungkin di saat bertemu dengan wanita yang dianggap paling tepat, di saat itulah mereka berani berkomitmen.

  • 9. Pihak wanita terkesan memaksa

  • Pria akan merasa tidak nyaman dengan suatu yang terburu-buru dan terkesan memaksa. Bagi wanita pencapaian akhir dalam suatu hubungan adalah pernikahan. Itulah yang diinginkan semua wanita yang sudah siap untuk menikah. Lain halnya dengan pria, ada proses panjang yang harus dilalui untuk sebuah pernikahan. Nah, seringkali pihak wanita butuh kepastian dan keputusan yang cepat dari pria. Tetapi bagi pria, sikap pasangan seperti itu hanya membuat mereka tertekan, terpaksa dan seakan dikejar target.

  • 10. Ada hal yang lebih penting

  • Pendidikan yang tinggi, karier yang cemerlang atau kebahagiaan keluarga menjadi prioritas penting yang harus diwujudkan dan ini sering kali menjadi salah satu alasan mengapa pria belum mau berkomitmen secepatnya.

  • 11. Takut gagal dalam pernikahan

  • Ketakutan akan gagalnya membina rumah tangga yang bahagia dengan pasangan bisa menjadi faktor penghambat pria takut untuk berkomitmen. Apalagi bila mereka pernah memiliki pengalaman buruk tentang pernikahan teman, orangtua atau keluarganya. Pria tipe seperti ini tidak punya rasa percaya diri yang kuat akan hubungannya. Berkomitmen pada keseriusan akan membuat rasa takutnya semakin membesar.

  • Advertisement
Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

11 alasan mengapa laki-laki cenderung 'alergi' komitmen

Apakah Anda para wanita punya pengalaman tentang pasangan pria yang waktu mengajak pacaran semangatnya membara, tetapi saat diminta serius dan berkomitmen untuk menikah malah pucat menciut tak bergairah?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr