Melirik sekolah alam untuk si buah hati

Sekolah alam menawarkan alternatif pendidikan formal dengan sistem belajar yang lebih menyenangkan bagi anak, tanpa melupakan pengembangan karakter dan keterampilan hidup. Dalami dulu pertimbangan berikut sebelum memilih sekolah alam bagi anak Anda.

913 views   |   3 shares
  • Perkembangan dunia pendidikan yang begitu pesat, menghadirkan aneka metode pembelajaran yang berani mendobrak pakem konvensional. Sekolah kini tak hanya terbatas dinding-dinding kaku, siswa yang duduk rapi di bangku kayu, dan guru yang tegas mengajar di depan papan tulis.

  • Karakter anak yang bervariasi dengan tantangan belajar yang semakin rumit, mendorong tumbuhnya inisiatif untuk menciptakan ruang belajar yang lebih menyenangkan bagi anak. Pencapaian akademis tidak lagi berkutat pada mengembangkan kemampuan kognitif, namun juga pembentukan karakter dan pengenalan keterampilan hidup (life skills) yang dipercaya memegang kunci kesuksesan, bukan sekadar intelegensia semata.

  • Di Indonesia, dikenal nama Lendo Novo, sebagai tokoh penggagas sekolah alternatif. Sekolah berbasis alam, yang bermaksud untuk mendekatkan anak dengan karya Sang Pencipta. Alam telah dikenal sebagai sumber pembelajaran yang begitu kaya. Mengapa tidak dikelola sebagai jalur pendidikan formal yang menggunakan pendekatan riil untuk jenjang pendidikan prasekolah dan sekolah dasar? Dari sinilah muncul istilah Sekolah Alam, yang kemudian menjadi populer di abad 21.

  • Sejak Sekolah Alam Indonesia berdiri di tahun 1998, kini lebih dari seribu sekolah alam telah berdiri di berbagai belahan Nusantara. Meskipun sama-sama bernama Sekolah Alam, ada beberapa hal yang perlu Anda cermati sebelum memutuskan untuk memilih Sekolah Alam sebagai jalur pendidikan formal anak Anda.

  • 1. Sekolah dengan jejaring yang jelas

  • Sejak tahun 2011, puluhan sekolah alam sepakat untuk membangun sebuah jejaring yang bernama Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN). Di wadah yang juga digagas oleh Lendo Novo ini, para guru dan penggiat sekolah alam saling bersatu serta berbagi pengetahuan, gagasan, dan inspirasi. Kegiatannya pun mencakup pertemuan rutin dan pelatihan guru, dengan tujuan memajukan kualitas sekolah-sekolah alam di Indonesia. Adalah hal yang bijak untuk tidak sembarangan memilih sekolah alam. Pilihlah sekolah alam yang tergabung dalam jaringan seperti JSAN ini untuk memastikan bahwa sekolah tersebut benar-benar serius mengembangkan konsep sekolah alam secara komprehensif, didukung manajemen sekolah yang mumpuni dan bersedia melakukan upaya perbaikan kualitas yang berkesinambungan.

  • Advertisement
  • 2. Kurikulum dan metode pembelajaran

  • Banyak yang menganggap, sekolah alam hanyalah sekolah "main-main". Anak belajar di alam bebas, boleh berlarian sesuka hati, tidak terikat dengan seragam dan aneka tata tertib, belajar pun sambil bermain. Konsep sekolah alam pada dasarnya memang untuk mengenalkan anak kepada alam sebagai sumber ilmu pengetahuan dan materi pembelajaran. Akan tetapi, sekolah alam juga memiliki aturan main yang jelas dalam pelaksanaannya. Banyak sekolah alam yang memiliki rutinitas kelas yang lebih rinci dari sekolah konvensional, khususnya yang berbasis agama. Kurikulum pun mengacu kepada kurikulum yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan Indonesia. Hanya saja, cara belajar lebih ditekankan kepada eksplorasi, aktivitas praktis, dan penggalian lebih dalam pada pembentukan karakter serta keterampilan hidup.

  • 3. Masa depan alumni

  • Kekhawatiran lain yang biasa hinggap saat menelusuri sekolah alam sebagai pilihan sekolah formal adalah bagaimana masa depan siswa seusai lulus. Apakah mereka mendapatkan ijazah dan mengikuti ujian nasional layaknya sekolah konvensional? Rekan-rekan saya, yang termasuk para orangtua yang memutuskan anaknya bersekolah di sekolah alam, mengakui bahwa tujuan utama mereka memilih sekolah alam bukanlah untuk mengejar sekolah lanjutan favorit di masa mendatang. Pada prakteknya, banyak sekolah alam yang telah mengikuti ujian nasional secara resmi dan lulusannya pun berhak menyandang ijazah. Selain itu, terdapat lulusan-lulusan sekolah alam yang berhasil menembus sekolah konvensional favorit dan tidak bermasalah secara akademik. Keluaran yang paling diinginkan dari lulusan sekolah alam memang tidak dititikberatkan pada pencapaian akademis. Kemampuan siswa untuk mandiri, berakhlak mulia, dan menguasai berbagai keterampilan kehidupan diyakini akan membantunya untuk turut berprestasi di sekolah dan di masyarakat nantinya.

  • 4. Orangtua siap turut belajar

  • Umumnya, beban pekerjaan rumah (PR) kepada siswa sekolah alam memang tidak banyak. Sebagai gantinya, ada tugas-tugas berupa proyek individu maupun proyek bersama orangtua yang wajib diselesaikan oleh siswa, biasanya disebut Work with Parents(WWP). Banyak teman yang menyekolahkan anak di sekolah alam berkelakar, di sini orangtua seperti kembali duduk di bangku sekolah. Orangtua tidak hanya mendampingi anak belajar, namun juga ikut aktif dalam proses pembelajaran. Jadi, bersiaplah ikut berpeluh dan bergembira bersama anak sepanjang masa sekolahnya.

  • Advertisement
  • 5. Perhatikan lokasi sekolah

  • Mayoritas sekolah alam berlokasi di pinggir kota, dengan lokasi yang bukan berada di dekat pusat keramaian. Hal ini terjadi karena sekolah alam membutuhkan lahan yang luas dan lingkungan alami yang tenang untuk melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Jadikan lokasi dan jarak tempuh menuju sekolah menjadi pertimbangan Anda, khususnya jika anak masih berada di usia prasekolah yang lebih rentan lelah. Kegiatannya di sekolah akan menyita energinya, sehingga akomodasi sisa tenaganya untuk menempuh perjalanan yang relatif singkat antara rumah dan sekolah.

  • 6. Persiapan biaya sekolah

  • Sekolah-sekolah alam yang ada bisa dikatakan bukanlah sekolah cuma-cuma. Anda perlu mengeluarkan biaya yang cukup tinggi, mengingat besarnya biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh sekolah dari segi fasilitas dan gaji pengajar, sementara jumlah murid yang diterima pun tidak sebanyak sekolah konvensional untuk mengoptimalkan fokus tenaga pengajar. Siapkanlah tabungan untuk pos pendidikan ini sedini mungkin, dan jika memungkinkan, carilah info apakah biaya pendidikan dapat dicicil untuk meringankan pembayaran Anda.

  • 7. Biarkan pikiran Anda selalu terbuka

  • Memilih pendidikan alternatif yang berbeda dengan pendidikan konvensional membutuhkan pikiran terbuka dan semangat perubahan yang terus menyala. Anda akan bertemu dengan aneka hal baru dalam cara belajar anak dan cara sekolah alam menanamkan ilmu kepada anak Anda. Aktiflah mengikuti forum diskusi dengan penggiat, pengajar, dan sesama orangtua siswa sekolah alam. Jagalah komunikasi yang baik dengan pihak terkait. Jika perlu, ikutilah seminar atau workshopuntuk memperkaya wawasan Anda tentang dunia pendidikan alternatif serta menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang akan muncul nantinya. Persepsi yang senantiasa sejalan antara Anda dan sekolah akan menjadi bekal berharga bagi kelancaran anak bersekolah hingga akhir masa belajarnya.

  • Dengan tahun ajaran baru yang sudah di depan mata, segeralah mencari informasi dan melakukan uji coba (trial) di sekolah alam pilihan Anda. Ingatlah juga untuk melibatkan anak dalam menyeleksi pilihan sekolah untuknya demi semangat menuntut ilmu yang jauh dari rasa jenuh.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Melirik sekolah alam untuk si buah hati

Sekolah alam menawarkan alternatif pendidikan formal dengan sistem belajar yang lebih menyenangkan bagi anak, tanpa melupakan pengembangan karakter dan keterampilan hidup. Dalami dulu pertimbangan berikut sebelum memilih sekolah alam bagi anak Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr