Mengonsumsi plasenta sendiri mampu mencegah 'baby blues'? Benarkah?

Placentophagy, aksi memakan plasenta sendiri setelah melahirkan, sedang menjadi tren yang berkembang di negara barat. Tak sedikit yang melakukan Placentophagy walaupun belum teruji manfaatnya.

326 views   |   shares
  • "Plasenta memberikan dampak yang sangat baik, penuh energi, dan sama sekali tak memiliki dampak depresi. Aku pasti akan melakukan ini lagi. Tiap kali aku menelan pil ini, aku merasa memiliki energi, merasa sehat dan sangat baik. Aku sangat merekomendasikan ini untuk semua orang!" ujar selebriti Kim Kardashian kepada sebuah situs hiburan online.

  • Hal ini Ia lakukan tak lama setelah melahirkan anak kedua, Saint West, dan setelah kakak Kim, Kourtney Kardashian, juga melakukan hal yang sama. Plasenta miliknya dibekukan dan dibiarkan mengering lalu dikemas dalam pil untuk dikonsumsi setiap hari.

  • Banyak orang kaget dan menganggapnya ganjil. Placentophagy, aksi memakan plasenta sendiri, ternyata telah dilakukan oleh masyarakat Tiongkok ribuan tahun lalu. Ditemukan pada teks medis pengobatan tradisional China (1593), plasenta sangat bermanfaat untuk mengobati penyakit infertilitas, liver dan ginjal.

  • Kebiasaan ini masih terjadi di China, banyak ibu yang baru saja melahirkan, membawa plasentanya pulang dan memasak plasenta tersebut menjadi sup. Mereka beranggapan bahwa hal ini sebagai tradisi kuno pengobatan dari leluhur mereka dan dapat membantu mereka mencegah depresi pasca melahirkan (baby blues), meningkatkan suplai ASI dan meningkatkan level energi.

  • Dr. Crystal Clark, Assistant Professor of Psychiatry and Behavioral Sciences dari Northwestern University's Feinberg School of Medicine, mengatakan bahwa evaluasi dari 10 studi penelitian Placentophagy tidak menemukan bukti bahwa mengonsumsi plasenta, -baik mentah maupun matang atau pil- bisa memberikan energi, mengurangi sakit pasca melahirkan, meningkatkan produksi ASI, membuat kulit menjadi elastis, mempererat ikatan ibu - anak dan untuk menambah zat besi pada tubuh.

  • Manfaat plasenta hanya bersifat subyektif dan sugesti bagi mereka yang melakukan Placentophagydan belum ada penelitian ilmiah yang meneliti tren ini lebih mendalam.

  • Dari zaman dahulu, memakan plasenta sendiri merupakan cara hewan untuk menghindar dari predator dan menghilangkan jejak proses kelahiran yang mereka lakukan. Insting keibuan yang dimiliki hewan tersebut membuat mereka harus melindungi anaknya dari predator.

  • Hal ini tentu berbeda dengan manusia zaman dahulu. Untuk melindungi anaknya, mereka hidup berkelompok dengan tinggal di gua. Hingga saat ini, kehidupan manusia tidaklah saling memakan sesamanya seperti hewan. Jadi manusia tidak diwariskan untuk memakan plasentanya demi melindungi anaknya.

  • Advertisement
  • Seperti kita tahu, plasenta manusia merupakan organ sementara yang mengantar oksigen dan nutrisi makanan dari Ibu untuk janin yang dikandungnya. Selain itu, plasenta berfungsi sebagai penyaring yang dapat melindungi janin dari racun atau polutan.

  • Walaupun saat melahirkan dilakukan di rumah sakit yang sangat steril sekali pun, prosesnya tetap melibatkan banyak cairan yang keluar bersama bayi antara lain urine dan feses ibu. Hal-hal tersebut mengandung bakteri yang dapat mengontaminasi plasenta selain racun atau polutan tersebut.

  • Menurut Dr. Clark, alangkah baiknya para dokter dapat memberikan informasi yang akurat dan teruji secara medis mengenai mitos sehat mengonsumsi plasenta, demi menghindari resiko negatif bagi Ibu yang baru saja melahirkan. Ia pun menambahkan, "Bagi Ibu yang mengalami postpartum depression, saya menyemangati mereka untuk melakukan perawatan yang memang memiliki hasil yang meyakinkan." Bagaimana dengan Anda? Masih tertarik untuk mencoba?

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Mengonsumsi plasenta sendiri mampu mencegah 'baby blues'? Benarkah?

Placentophagy, aksi memakan plasenta sendiri setelah melahirkan, sedang menjadi tren yang berkembang di negara barat. Tak sedikit yang melakukan Placentophagy walaupun belum teruji manfaatnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr