Haruskah menunda imunisasi ketika anak sedang sakit?

Terkadang anak mendadak jatuh sakit menjelang imunisasi. Anda pun menjadi ragu untuk melanjutkan rencana imunisasi. Benarkah imunisasi saat anak sakit dapat membahayakan jiwanya? Simak fakta-fakta berikut sebelum melanjutkan langkah Anda.

420 views   |   1 shares
  • Imunisasi merupakan sebuah kewajiban penting yang patut menjadi prioritas setiap orangtua demi kesehatan dan masa depan anak. Disiplin imunisasi adalah sebuah investasi berharga, dengan melakukan imunisasi sesuai usia dan jadwal yang tepat. Namun, terkadang terjadi hal-hal yang tidak diduga, yang dapat membatalkan janji imunisasi anak Anda. Salah satunya adalah anak yang mendadak jatuh sakit menjelang dilakukannya imunisasi.

  • Benarkah imunisasi saat anak sakit dapat membahayakan jiwanya? Simak fakta-fakta berikut ini sebelum memutuskan apakah imunisasi tetap bisa berjalan sesuai jadwal atau tidak.

  • Vaksin dapat diberikan pada kondisi sakit ringan

  • Pada dasarnya, vaksin dapat tetap diberikan jika anak menderita sakit ringan yang relatif tidak berbahaya seperti batuk pilek (common cold), diare ringan, atau demam yang tidak melebihi 38,3 derajat Celsius. Imunisasi pada anak yang sedang dalam kondisi kurang fit, akan membawa dampak baru. Anda perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang akan menambah kerewelan anak Anda. Contoh KIPI yang paling sering terjadi adalah demam dan rasa tidak nyaman bahkan bengkak pada lokasi penyuntikan vaksin, seperti yang terjadi pada vaksinasi DPT.

  • Waspada vaksinasi pada penderita alergi

  • Penderita alergi, khususnya terhadap protein (misalnya, telur) perlu sangat berhati-hati dalam mengikuti imunisasi. Alasan ini berlaku karena beberapa vaksin seperti vaksin influenza dan MMR mengandung protein telur yang dapat mencetuskan reaksi alergi. Selain itu, jika setelah imunisasi, ternyata terjadi reaksi alergi atau anafilaktik seperti syok, kejang, kemerahan pada kulit dengan tingkat keparahan tinggi, ataupun gangguan pernafasan, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk menangani kasus alergi vaksin seperti ini.

  • Pengaruh rendahnya kekebalan tubuh

  • Selain penderita alergi, pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah akibat mengidap penyakit tertentu, misalnya leukemia, kanker getah bening, AIDS, dan penyakit sejenis, juga mendapatkan perhatian khusus. Mereka tidak diperkenankan untuk mendapatkan vaksin yang terbuat dari vaksin hidup yang dilemahkan, seperti MMR, cacar air, dan tifoid. Dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, dikhawatirkan penderita akan kesulitan memerangi sumber vaksin yang notabene adalah virus atau bakteri. Meskipun telah dilemahkan, virus atau bakteri ini masih dapat menyebabkan infeksi dalam tubuh yang tidak memiliki kekebalan optimal. Penurunan kekebalan tubuh juga terjadi bagi pasien yang sedang mengonsumsi obat-obatan golongan steroid, contohnya pengidap asma. Bijaknya, Anda menunda dahulu pemberian vaksin hingga kekebalan tubuh anak telah lebih baik guna meminimalkan efek samping yang tidak diinginkan dari vaksin tersebut.

  • Advertisement
  • Hati-hati vaksinasi pada pengidap kelainan darah

  • Bagi pengidap kelainan darah, sebuah catatan penting patut diketahui. Penderita tidak akan menerima vaksin dalam bentuk injeksi atau disuntikkan. Dampak terhadap bekas suntikan akan menjadi sangat mengganggu atau kemungkinan munculnya pendarahan akibat injeksi tersebut. Kelainan darah yang paling mendapatkan perhatian dalam pemberian vaksin adalah trombositopenia, di mana terdapat banyak jenisnya seperti yang dimuat dalam daftar berikut.

  • Setiap vaksin yang tersedia memiliki berbagai persyaratan tersendiri, termasuk kondisi-kondisi yang mendapat perhatian atau larangan menerimanya. Pemeriksaan kesehatan si kecil sebaiknya rutin dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan kesehatan yang nantinya berpengaruh terhadap rencana imunisasinya.

  • Perencanaan yang baik untuk imunisasi anak Anda sangat penting untuk disiapkan. Sedapat mungkin, imunisasi sebaiknya dilakukan saat anak dalam kondisi fit demi keefektifan vaksin dan kenyamanan anak. Selain itu, karena adanya kemungkinan terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), lebih baik istirahatkan anak sebelum dan setelah imunisasi. Hindari pula berpergian atau menghadiri acara yang melelahkan anak.

  • Tak perlu risau jika Anda terpaksa melewatkan jadwal imunisasi akibat kondisi kesehatan anak yang sulit dikompromikan. Konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga kesehatan mengenai upaya kejar imunisasi, jika imunisasi berlangsung tidak sesuai jadwal. Skala prioritas terhadap kesehatan anak mutlak Anda jalankan guna mencapai hasil terbaik atas segala usaha Anda menjaga kesehatan si buah hati tersayang.

  • Sumber artikel : situs IDAI ; CDC

Baca, hidupkan, bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Haruskah menunda imunisasi ketika anak sedang sakit?

Terkadang anak mendadak jatuh sakit menjelang imunisasi. Anda pun menjadi ragu untuk melanjutkan rencana imunisasi. Benarkah imunisasi saat anak sakit dapat membahayakan jiwanya? Simak fakta-fakta berikut sebelum melanjutkan langkah Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr