Ketahui dulu ini sebelum mengajarkan anak Anda menulis

Menulis adalah kegiatan yang amat penting dalam kehidupan seseorang. Tetapi, seperti membaca dan berhitung, menulis pun tak bisa dipaksakan. Lalu apa saja ya kira-kira tahapan menulis untuk si kecil? dan bagaimana cara mengajarkannya?

629 views   |   3 shares
  • Kita semua paham bahwa kemampuan menulis sangat diperlukan dalam menunjang kehidupan kita sehari-hari, misalnya mencatat informasi, menulis pesan atau email, mengerjakan tugas sekolah dan lainnya.

  • Menulis bahkan, merupakan salah satu cara yang efektif untuk berkomunikasi dan membantu anak menyampaikan ide, opini dan pemikirannya kepada dunia. Untuk itu, anak memerlukan keterampilan menulis yang baik. Lalu apa yang dapat dilakukan orangtua? Yang terpenting adalah memfasilitasi anak untuk belajar menulis.

  • Untuk melakukan itu, orangtua harus mengetahui tahapan belajar menulis sehingga belajar menulis dapat dilakukan anak sesuai tahap perkembangannnya. Tidak terlalu cepat maupun tidak terlalu lambat serta tidak memaksa namun tidak "lepas tangan". Menurut laman keluarga kita id, ada delapan tahapan menulis bagi anak:

  • 1. Emerging

  • Saat kita masih belum dapat memahami gambar/coretan anak. Ternyata kita perlu menaruh perhatian pada tahap awal ini agar ia menjadi termotivasi untuk terus belajar.

  • 2. Pictoral

  • Anak mulai menggambar lebih jelas dan memiliki arti. Anak mulai dapat mengimitasi gambar.

  • 3. Pre-communication

  • Anak mulai dapat menulis huruf secara acak, namanya, maupun bentuk lain yang dilihat di sekitarnya. Terkadang anak mencoba menuliskan pesan yang Anda tidak dapat mengerti karena belum memiliki makna.

  • 4. Semi phonetic

  • Anak mulai menggunakan dan menuliskan huruf untuk disamakan dengan bunyinya . Anak biasanya menulis dari kiri ke kanan. Pada tahap ini anak masih menulis huruf dengan terbalik.

  • 5. Phonetic

  • Anak dapat mengeja dan menuliskan kata dengan menggunakan awalan dan akhiran bunyi konsonan. Anak mungkin menambahkan huruf vokal. Pada tahap ini tulisan anak mulai dapat dimengerti.

  • 6. Transitional

  • Anak dapat menuliskan kata sesuai bunyinya. Terkadang anak menuliskan huruf yang sama dua kali. Pada tahap ini anak dapat membuat spasi antar kata dan dapat mengeja banyak kata dengan benar. Anak dapat menulis lebih dari satu kalimat.

  • 7. Conventional

  • Anak dapat mengeja banyak kata dengan benar; meskipun masih berdasarkan dasar bunyi fonik. Ingatlah anak dapat mengeja kata yang sudah mereka pelajari. Pada tahap ini anak juga mulai menggunakan huruf kapital, huruf kecil serta tanda baca seperti tanda titik dan tanda tanya.

  • 8. Traditional

  • Mereka mulai dapat mengeja dan menuliskan kata dengan menggunakan banyak kosa kata. Pada level ini anak juga memakai tanda baca seperti tanda tanya, tanda koma dan tanda seru secara tepat. Anak dapat membuat paragraf dengan baik.

  • Advertisement
  • Setelah memahami berada di mana tahapan menulis si kecil, menurut Devi Sani, psikolog anak dari klinik Rainbow Castle, pre-writing activity merupakan aktivitas yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan dan melatih anak agar bisa menulis. Hal ini, katanya, cukup penting terutama bagi anak yang akan memasuki sekolah dasar.

  • Menurut Tara Delaney, penulis buku The Sensory Processing Disorder answer book, ada beberapa latihan pre-writing skill yang bisa dilakukan di rumah, antara lain:

    1. Tempelkan kertas karton besar di dinding. Buatlah gambar berupa titik-titik lalu minta anak melakukan tracing (menyambung titiknya). Lakukan dari kiri ke kanan atau atas ke bawah.

    2. Gambar huruf atau bentuk di punggung anak dengan jari, lalu minta anak menebak apa itu.

    3. Menggambar atau membentuk huruf dengan beras atau shaving cream.

    4. Minta anak membentuk huruf dengan adonan kue yang bisa dibentuk-bentuk.

    5. Pakai kapur besar untuk menggambar huruf di jalan, lalu minta anak berjalan membentuk huruf tersebut.

  • Dengan kegiatan yang menyenangkan, dan sering dilakukan, anak akan lebih mudah mengingat bentuk huruf. Lama kelamaan ia pun hafal dan mampu menuliskannya. Membacakan buku dengan huruf yang besar-besar pun dapat membantu, kok. Yang penting adalah, lakukan sambil bersenang-senang ya. Agar anak pun merasa belajar itu merupakan hal yang menyenangkan.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ketahui dulu ini sebelum mengajarkan anak Anda menulis

Menulis adalah kegiatan yang amat penting dalam kehidupan seseorang. Tetapi, seperti membaca dan berhitung, menulis pun tak bisa dipaksakan. Lalu apa saja ya kira-kira tahapan menulis untuk si kecil? dan bagaimana cara mengajarkannya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr