6 tanda seseorang mengalami pelecehan secara emosional

Korban pelecahan emosional mungkin dibutakan oleh perasaannya atau bisa jadi mereka terlalu takut, sehingga memilih untuk bersembunyi dari kenyataan yang ada.

911 views   |   8 shares
  • Tidak ada penjelasan secara pasti mengenai pelecehan emosional, sebab setiap kejadian terjadi secara kasus per kasus berbeda tingkatannya. Namun, pelecehan emosional -dalam tingkatan apapun- dapat mempengaruhi kemandirian dan kepercayaan diri seseorang. Bekas luka yang ditimbulkan memang tidak terlihat, sehingga kerusakan yang ditimbulkan sulit untuk dikenali. Ketika orang lain tidak dapat melihat hal tersebut sebagai sebuah kekerasan fisik, si korban cenderung menutup dirinya sehingga pelaku makin gencar melaksanakan aksinya.

  • Apakah ada diantara keluarga, saudara atau bahkan mungkin Anda sendiri yang pernah mengalaminya? Jika ya, waspadai hal berikut.

  • Korban cenderung mengasingkan diri

  • Korban pelecahan emosional cenderung tidak suka berbagi cerita. Mereka tidak tertarik untuk mengetahui hal-hal yang ada di sekitarnya dan bersosialisasi. Dalam banyak kasus, mereka berharap tidak pernah ada yang mendekatinya atau mendekati keluarganya. Korban pelecahan emosional dibutakan oleh perasaannya, sulit mempercayai orang baru, mereka terlalu takut -akan apapun-, sehingga memilih untuk bersembunyi dari kenyataan yang ada.

  • Pelecahan secara verbal

  • Ketika seseorang dilecehkan secara verbal, maka secara pasti ia juga dilecehkan secara emosional. Perkataan memang tidak menghancurkan tulang, tetapi hal itu mampu melukai perasaan dan menyebabkan ketakutan emosional muncul. Kebanyakan pelaku pelecehan menutupi aksinya dengan menyalahkan korbannya. Mereka akan membuat pernyataan seperti, "Kamu terlalu sensitif atau itu semua karena kesalahanmu."

  • Korban menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan terlarang

  • Beberapa korban pelecehan emosional cenderung beralih ke obat-obatan terlarang untuk menghilangkan rasa sakit hati dan kecewa yang ditimbulkan. Para pelaku mungkin juga telah menyebabkan begitu banyak penderitaan sehingga korban tidak dapat melihat dirinya memiliki masa depan yang cerah. Lebih lanjut, para korban pelecehan bisa saja menjadi malu pada keadaannya dan kemudian mencari kenyamanan dengan mengonsumsi alkohol. Sangat penting, bagi pihak yang mengetahui kondisi korban untuk mengenali tanda-tanda kecanduan dan segera membantunya.

  • Korban bertingkah laku seperti "budak"

  • Seorang korban pelecehan bisa bertingkah laku layaknya seorang budak kepada para pelaku. Walaupun mungkin awalnya tidak dianggap sebagai sebuah pelecehan, tapi penting untuk mengenali perbedaan antara menghargai seseorang secara sama dan cara memperlakukan layaknya seorang bangsawan memperlakukan budaknya.

  • Advertisement
  • Cemburu

  • Kecemburuan adalah salah satu karakter menonjol yang bisa dikenali dari para pelaku pelecehan. Tidak peduli apa yang dilakukan atau diucapkan para korbannya, seorang pelaku pelecehan akan melihat setiap tindakan sebagai sebuah pembangkangan dan menjadi berlebihan dengan kecemburuan. Di samping itu, seorang pelaku pelecehan benar-benar ingin mengendalikan setiap orang. Ketika seorang pelaku pelecehan tidak mampu mengendalikan, mereka akan meluapkan sejumlah besar kecemburuan.

  • Didaptasi oleh Intan Lolitasari dari buku berjudul, "6 Signs of Emotional Abuse" karangan Angela Guzman.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

6 tanda seseorang mengalami pelecehan secara emosional

Korban pelecahan emosional mungkin dibutakan oleh perasaannya atau bisa jadi mereka terlalu takut, sehingga memilih untuk bersembunyi dari kenyataan yang ada.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr