Trik menghadapi tingkah laku anak tanpa terpancing emosi

Menjadi orangtua khususnya seorang ibu tidaklah mudah. Seringkali Anda dihadapkan dengan kondisi harus menyelesaikan pekerjaan rumah dan beres dalam hal urusan anak. Pernahkah Anda emosi ketika kondisi ini ada di depan mata?

1,015 views   |   12 shares
  • Mengawali keseharian dengan berjalan pagi, menghirup udara segar sambil mengajak anak berkeliling menikmati sehatnya matahari pagi mungkin terdengar menyenangkan. Hal inilah yang selalu ingin saya jalankan setiap pagi namun seringkali gagal dalam pelaksanaannya.

  • Saya seorang ibu rumah tangga atau yg lebih terkenal dengan sebutan stay-at-home mom dengan 3 orang anak—satu anak perempuan dan dua anak laki-laki. Menjadi seorang ibu yang bukan hanya mengurus dan menjaga anak-anak tetapi juga mengurus semua kebutuhan keluarga tidaklah sederhana. Saya banyak bertukar pikiran dengan para ibu dan kebanyakan mereka setuju kalau pekerjaan mengurus rumah itu tidak ada habisnya.

  • Dalam mengurus anak seringkali saya menghadapi kesulitan untuk menahan emosi apalagi ketika mereka selalu menginterupsi pekerjaan-pekerjaan rumah yang harus segera dirampungkan. Misalnya, ketika sedang memasak anak kedua meminta untuk ditemani bermain mobil-mobilan sambil merengek. Disiniilah saat-saat yang membuat saya harus belajar bagaimana saya mampu mengalihkan perhatiannya tanpa harus terpancing emosi.

  • Berikut ini adalah beberapa tips untuk para ibu yang ingin berhasil mengalihkan perhatian anak dan mengalahkan emosinya:

  • 1. Tanamkan aturan dalam keluarga

  • Seringkali ketika kondisi kita sedang stres atau tertekan biasanya kita cenderung gampang untuk emosi dan marah, beda halnya ketika kita dalam keadaan tenang. Untuk itu perlu kita tanamkan aturan-aturan dalam keluarga khususnya bagi anak. Misalnya selalu tenang jika ada yg sedang menelpon, jadi ketika kita sedang menerima telepon dan anak mulai rewel meminta ini dan itu kita dapat kembali mengingatkan tentang aturan yang ada.

  • 2. Disiplin waktu

  • Hal ini terbukti sangat bermanfaat. Ketika pola waktu anak telah terbentuk maka akan lebih memudahkan saya untuk mengatur hal-hal lain yang harus saya selesaikan. Misalnya ketika anak terus ingin menonton televisi namun tiba waktunya untuk tidur, maka kita dapat segera melakukan aktivitas sebelum tidur dan mengupayakan anak segera meninggalkan acara televisi tersebut. Mungkin pada awalnya anak akan menolak atau bahkan memberontak, untuk itu perlu ada disiplin atau semacam sangsi yang harus ia jalani. Misalnya menghapus 'jatah' nonton TV keesokan harinya jika hari ini ia tidak segera beranjak tidur.

  • 3. Pahami hal-hal yang disukai dan tidak disukai anak

  • Ketika anak mulai menginterupsi perkerjaan kita, maka kita dapat mengalihkan perhatiannya dengan hal-hal yang ia sukai. Misalnya, si kevil yang baru berusia 3 tahun menyukai kegiatan mencoret-coret dengan pensil berwarna, maka hal tersebut dapat saya jadikan 'bahan' untuk mengalihkan perhatiannya. Saya akan mengeluarkan beberapa lembar kertas dan pensil warnanya sehingga ia akan fokus bermain sendiri tanpa harus menginterupsi agenda ibunya.

  • Advertisement
  • Nah, dengan menerapkan cara-cara sederhana ini, semoga lambat laun anak akan semakin mengerti dan emosi kita ketika meladeni 1001 permintaan anak-pun tidak perlu lagi disertai dengan emosi. Tepat semangat untuk para ibu!

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Susanty Hendra adalah seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak. Selain mengurus anak dan suami ia juga banyak menghabiskan waktuya untuk mencoba resep masakan serta menulis.

Trik menghadapi tingkah laku anak tanpa terpancing emosi

Menjadi orangtua khususnya seorang ibu tidaklah mudah. Seringkali Anda dihadapkan dengan kondisi harus menyelesaikan pekerjaan rumah dan beres dalam hal urusan anak. Pernahkah Anda emosi ketika kondisi ini ada di depan mata?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr