Ibu, lakukan ini setiap malam untuk merebut rasa percaya anak Anda

Tumbuhkan rasa percaya anak kepada orangtua lewat komunikasi yang sederhana, penuh makna, tanpa menilai dan mengoreksinya. Cukup dengarkan apa kata mereka.

317 views   |   1 shares
  • Sebagai orangtua, khususnya seorang ibu, Anda tentu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak Anda. Memiliki percakapan yang berkualitas dan intens dengan anak sedari mereka kecil tentu menjadi harapan setiap ibu. Semua dilakukan agar Seorang ibu dapat berbagi dan merasakan masa-masa terbaik dengan anak mereka.

  • Jika mengajak anak berbicara, saya yakin semua ibu telah melakukannya saat masih mengandung anak dalam bentuk janin di dalam rahimnya. Tapi tentunya sebuah percakapan akan menjadi sangat menyenangkan karena anak telah mampu meresponnya dengan lisan (dua arah), yang umumnya bisa dicapai saat anak berada pada usia pra sekolah, 2-3 tahun.

  • Karena pada usia ini, anak-anak sudah memahami instruksi dengan baik dan mampu memahami pengertian sebab akibat secara sederhana. Rutinitas harian anak-anak pun sudah mulai teratur. Mereka akan sudah terbiasa untuk melakukan aktivitas harian tanpa perintah dan mulai melakukan semuanya secara mandiri bahkan beberapa tanpa bantuan orangtua. Dan pada usia ini pula kosakata anak sudah cukup banyak untuk diajak berbicara sebagai seorang teman.

  • Ya. Usia tiga tahun adalah saat di mana orangtua, atau khususnya ibu, dapat melakukan aktivitas atau rutinitas baru bersama buah hati sebelum tidur. Ibu dapat melakukan pembicaraan yang hangat dan dekat, untuk memperkuat rasa percaya anak kepada orang tuanya. Menumbuhkan rasa aman dan nyaman, membuat anak merasa lebih dihargai. Dan tujuan jangka panjangnya adalah agar tercipta komunikasi yang tetap hangat hingga anak beranjak dewasa.

  • Lakukan aktivitas seperti berbicara dari hati ke hati dengan anak. Tidak ada judgment, tidak ada benar dan salah. Yang ada hanya saling mendengarkan dan saling memberi dukungan. Agar rasa percaya itu tumbuh dari dalam diri si anak. Ada tiga pertanyaan yang dapat diajukan ke anak sebelum tidur.

    • Apakah ada sesuatu yang membuatmu tersenyum hari ini?

    • Apakah ada sesuatu yang membuatmu menangis hari ini?

    • Apakah ada sesuatu yang membuatmu belajar sesuatu di hari ini?

  • Ketiga pertanyaan inilah yang dapat diajukan sang ibu sejak anak berusia tiga tahun dan tidak ada batasan usia bagi sang ibu maupun anak untuk tetap melakukan rutinitas ini sepanjang malam.

  • Mungkin pada awalnya akan sangat sulit dilakukan, karena kebanyakan orangtua berasumsi bahwa anak mereka masih kecil dan belum memahami apapun dengan situasi atau peristiwa yang dihadapinya. Perlahan tapi pasti, rutinitas ini akan membuka hati anak-anak Anda. Yang awalnya ia akan tersenyum, tertawa, tetapi nantinya ia akan tahu ke mana tempat untuknya dapat berbicara dari hati ke hati. Anda akan terkesima ketika proses itu dilakukan terus menerus, Anda akan mendapati putra-putri kecil Anda dapat berbicara serius tentang apa yang dirasakannya.

  • Advertisement
  • Terkadang kita dibuat kaget dengan cerita-cerita mereka, karena apa yang mereka alami bisa saja bertentangan dengan nilai yang kita pegang. Tetapi inilah tantangan sebagai orangtua. Kita mempunyai tugas tambahan, yaitu berusaha lebih mengenali dan menyelami karakter dan kepribadian anak-anak kita. Berusaha untuk menghargai setiap cerita yang keluar dari bibir mungilnya, berusaha untuk kembali mempercayai mereka untuk bisa lebih bertanggung jawab dengan hidupnya kelak.

  • Ibu, tidak ada kata terlambat untuk membuka komunikasi yang baik dengan anak. Lakukan mulai hari ini, malam ini!

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Ibu, lakukan ini setiap malam untuk merebut rasa percaya anak Anda

Tumbuhkan rasa percaya anak kepada orangtua lewat komunikasi yang sederhana, penuh makna, tanpa menilai dan mengoreksinya. Cukup dengarkan apa kata mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr