Aborsi. Sejauh mana tindakan ini bisa dibenarkan?

Aborsi adalah sebuah kejahatan kemanusiaan. Membunuh hak janin untuk berkembang dan hidup sebagai manusia. Namun dalam beberapa sebab, aborsi dapat terjadi dan dibenarkan. Kondisi seperti apakah itu?

754 views   |   3 shares
  • Kasus aborsi dari hari ke hari kian marak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), jumlah kasus aborsi di Indonesia pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 2,4 juta jiwa. Sekitar 800,000 di antaranya terjadi di kalangan remaja. Namun perhitungan real masih sulit ditentukan pasti karena banyak aborsi yang dilakukan secara diam-diam dan tidak terlapor.

  • Lalu apa dan bagaimana aborsi terjadi? Apakah Aborsi adalah hal yang legal? Kondisi seperti apakah yang dapat melegalkan seseorang untuk melakukan Aborsi?Mengutip penjelasan laman kedokteran UGM, ada tiga penyebab utama terjadinya aborsi:

  • 1. Aborsi secara alamiah

  • Adalah aborsi yang terjadi secara alamiah tanpa tindakan apapun, hal ini biasanya disebabkan oleh karena kurang baiknya proses pembuahan sel telur oleh sperma.

  • 2. Aborsi secara paksa

  • Adalah suatu upaya yang dilakukan secara sengaja untuk mengakhiri kehamilan sebelum usia kandungan mencapai usia 28 minggu. Hal ini biasanya dilakukan secara paksa baik oleh ibu ataupun petugas pelaksana aborsi.

  • 3. Aborsi karena pertimbangan medis

  • Adalah proses pengguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja atas pertimbangan medis. Sebagai contoh, ibu hamil ternyata diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi atau penyakit jantung kronis yang dapat membahayakan keselamatan ibu dan janin yang ada di dalam kandungan.

  • Lalu apakah hal ini legal? Ya. Aborsi dapat dilakukan secara tepat dengan pertimbangan medis dan alasan darurat serta pemerkosaan. Hal ini mengutip penjelasan mantan Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, tentang aturan aborsi atau menggugurkan kandungan yang tertuang dalam peraturan pemerintah (PP) nomor 61 tahun 2014. Adapun syarat-syarat untuk melakukan aborsi tidaklah mudah.

  • Bagi perempuan yang menjadi korban pemerkosaan, aborsi hanya bisa dilakukan jika usia kehamilan belum menginjak usia 40 hari. Sedangkan bagi ibu hamil dengan resiko mengalami gawat darurat medis, terlebih dahulu harus memperoleh rekomendasi dari dokter kandungan yang menangani.

  • Menteri kesehatan Nafsih Mboi juga menambahkan, aturan aborsi diijinkan asalkan di bawah usia 40 hari sesuai fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Akan tetapi dalam pandangan umat beragama Katolik, kandungan sudah memiliki nyawa dimulai dari setelah pembuahan. Maka dari itu, sebelum memutuskan melakukan aborsi seseorang terlebih dahulu harus memikirkannya secara matang dan melalui pertimbangan secara medis dan keagamaan.

  • Advertisement
  • Lalu, bagaimana dampat Aborsi? Menggugurkan kandungan secara paksa tentu saja memiliki resiko yang sangat besar, apalagi jika dilakukan secara pribadi atau tanpa bantuan dari tenaga ahli. Resiko terbesar yang sering dialami oleh pelaku aborsi adalah pendarahan dan infeksi. Dalam kasus yang lebih berat dapat menyebabkan kematian. Selain itu, dampak aborsi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis. Perasaan menyesal, sedih dan bersalah karena kehilangan janin yang dikandung dapat menyebabkan seorang ibu akhirnya mengalami depresi, hingga mengalami gangguan jiwa.

  • Aborsi yang dilakukan secara paksa tanpa melalui pertimbangan medis dan agama merupakan kejahatan kemanusiaan. Oleh karena itu, semoga Setiap individu dapat melihat kehamilan sebagai sebuah anugerah dari Tuhan yang wajib disyukuri serta dijaga, hingga bayi yang ada di dalam kandungan lahir ke dalam dunia dengan sehat dan selamat.

  • Setiap wanita pasti mengharapkan bisa hamil. Namun, kadangkala kehamilan yang diharapkan datang pada saat dan situasi yang tidak diinginkan. Jika sudah demikian, biasanya aborsi kerap dijadikan satu-satunya solusi untuk menghindari rasa malu. Ibarat pepatah tidak ada asap kalau tidak ada api, jika tidak ingin hamil dan kemudian melakukan aborsi, maka sebisa mungkin hindarilah kehamilan diluar nikah, pergaulan dan seks bebas, hindari kriminal perkosaan dengan selalu hati-hati serta waspada ketika berada seorang diri. Gunakan alat kontrasepsi jika Anda ingin menunda kehamilan.

Baca, hidupkan, bagikan!

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

Aborsi. Sejauh mana tindakan ini bisa dibenarkan?

Aborsi adalah sebuah kejahatan kemanusiaan. Membunuh hak janin untuk berkembang dan hidup sebagai manusia. Namun dalam beberapa sebab, aborsi dapat terjadi dan dibenarkan. Kondisi seperti apakah itu?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr