7 hal yang 'menghantui' pasangan setelah menikah

Walaupun sebenarnya Anda dan pasangan akan mampu mengatasi ketakutan-ketakutan tersebut, ada baiknya Anda berdua tahu bahwa dalam pernikahan ada 7 hal yang seringkali "ditakuti" akan terjadi.

1,650 views   |   10 shares
  • Sangat manusiawi bila seseorang mempunyai ketakutan dalam hidupnya. Apakah itu ketakutan mengenai pribadinya sendiri, masa depannya atau mengenai hubungan yang sedang dijalaninya. Dalam memutuskan untuk menikah, Anda harus sudah siap berkomitmen akan segala sesuatu yang nantinya akan terjadi, hal terburuk sekalipun. Walaupun sebenarnya Anda dan pasangan akan mampu mengatasi ketakutan-ketakutan tersebut, ada baiknya Anda berdua tahu bahwa dalam pernikahan ada 7 hal yang seringkali "ditakuti" akan terjadi.

  • 1. Adanya perselingkuhan

  • Perselingkuhan seringkali menjadi penyebab retaknya sebuah pernikahan. Perselingkuhan menyatakan bahwa siapa saja yang berani selingkuh berarti ia bukan orang yang setia, tidak jujur, dan yang pasti tidak patut untuk dicintai. Anda mungkin tipe orang yang setia, tetapi apakah Anda yakin pasangan Anda juga setia seperti Anda? Ketakutan ini yang seringkali membuat Anda menjadi over protektif terhadap pasangan Anda. Bila tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang menjurus ke perselingkuhan, Anda tidak perlu takut atau cemas. Semoga saja Anda berdua dapat menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pasangan Anda.

  • 2. Tidak bisa memiliki keturunan

  • Di tahun pertama atau kedua usia pernikahan masih belum dikaruniai seorang anak, Anda dan pasangan masih belum cemas. Mungkin saja Anda masih harus berusaha dan berserah kepada Yang Kuasa. Tetapi bagaimana bila usia pernikahan sudah belasan tahun tetapi tanda-tanda kehamilan juga belum ada. Sudah pasti hal tersebut menjadi ketakutan bagi suami dan istri. Rasa ragu pada pasangan dan diri sendiri akan terus membayangi hari-hari Anda tanpa kehadiran anak. Anda akan merasa takut bila nantinya tidak bisa memberikan keturunan bagi pasangan dan keluarga besar.

  • 3. Punya banyak utang

  • Pernikahan tidak hanya tentang kebahagiaan dan cinta saja. Pernikahan itu juga tentang bagaimana Anda dan pasangan bisa mengatasi masalah yang ada. Baik masalah yang menyangkut keuangan keluarga. Tidak semua keluarga mapan dalam hal keuangan. Ada kalanya Anda terpaksa terlilit utang untuk melanjutkan kehidupan. Tetapi saat utang menjadi menumpuk dan Anda tahu penghasilan Anda berdua tidak cukup untuk menutupi semua utang-utang yang ada. Saat itulah Ketakutan itu akan muncul. Anda akan berpikir bagaimana cara melunasi utang sebanyak ini dengan pemasukan yang pas-pasan?. Bagaimana Anda bisa menghadapi penagih utang yang datang? Mau menghindar tetapi kewajiban harus segera diselesaikan bukan?

  • Advertisement
  • 4. Ketika anak-anak sakit

  • Saat anak jatuh sakit atau mengalami hal-hal buruk dan menyakitkan dalam hidupnya. Pasti akan membuat para orang tua menjadi takut dan khawatir. Keselamatan dan kebahagiaan anak-anak adalah harapan setiap orang tua. Itulah sebabnya, ketika anak mengalami sakit yang begitu parah, orang tua akan berpikir seandainya saja penyakit anak saya bisa pindah ke saya saja. Besarnya ketakutan orang tua sampai-sampai ia rela menggantikan posisi anaknya yang sedang sakit jika itu bisa dilakukan.

  • 5. Anda atau pasangan dipecat atau diberhentikan dalam pekerjaan

  • Saat keadaan ekonomi sulit, biaya pendidikan anak yang semakin besar, kebutuhan dan iuran bulanan rumah tangga yang tak pernah ada habisnya, akan memicu Anda untuk bekerja lebih keras lagi agar bisa memenuhi semua keperluan keluarga. Lalu, bagaimana bila perusahaan suami Anda akan melakukan pengurangan pegawai karena keuangan perusahaannya sedang tidak stabil? Bagaimana bila suami Anda adalah salah satu dari pegawai yang akan dipecat? Ketakutan akan karier dan pekerjaan adalah ketakutan yang sangat dikhawatirkan.

  • 6. Tidak punya investasi masa depan

  • Sebelum menikah, rencanakan dan diskusikan dengan pasangan mengenai investasi masa depan seperti tabungan, asuransi, properti atau investasi lainnya. Pastikan Anda berdua memikirkan hal tersebut. Jangan sampai setelah menikah Anda berdua tidak memiliki investasi apa pun.

  • 7. Tidak bisa memenuhi kebutuhan lahir batin pasangan dan anak-anak

  • Ketakutan yang terakhir adalah sanggupkah Anda memenuhi kebutuhan lahir batin keluarga khususnya kebutuhan pasangan dan anak-anak. Kebutuhan tidak hanya yang terlihat, bukan hanya mengenai makanan, pakaian, tempat tinggal, tetapi juga mengenai perasaan, kepuasan, perlindungan, kenyamanan, dan kebutuhan biologis tentunya.

  • Semoga semua hal yang Anda "takuti" tersebut tidak memudarkan niat Anda untuk membangun rumah tangga yang bahagia bersama pasangan Anda.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

7 hal yang 'menghantui' pasangan setelah menikah

Walaupun sebenarnya Anda dan pasangan akan mampu mengatasi ketakutan-ketakutan tersebut, ada baiknya Anda berdua tahu bahwa dalam pernikahan ada 7 hal yang seringkali "ditakuti" akan terjadi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr