Polling: Membebaskan anak dengan pilihannya atau mengharuskan mereka mengikuti keinginan Anda?

Tidak selalu mudah untuk mengikuti jejak orang tua. Kadang-kadang hal itu menjadi beban yang dapat mempersulit perjalanan hidup si anak.

331 views   |   2 shares
  • Tidak selalu mudah untuk mengikuti jejak orangtua. Kadang-kadang hal itu menjadi beban yang dapat mempersulit perjalanan hidup si anak. Kita tahu bagaimana hal itu berlangsung. Orangtua yang menjadi dokter ingin agar anaknya juga menjadi dokter. Padahal bakat dan kemampuan si anak mungkin jauh dari itu. Kadang-kadang karena tekanan bahkan paksaan orang tua si anak merasa tertekan sampai dia berontak atau memendam tekanan itu dengan batin tersiksa.

  • Ada pula orangtua yang begitu sukses namun anak-anaknya tidak mampu menyaingi, walaupun berkeinginan besar mencapai sukses itu di bawah bayang-bayang nama besar orangtuanya. Contoh seperti ini banyak terjadi dalam kehidupan bintang-bintang tenar di Hollywood. Akibatnya, anak-anak justru berhadapan dengan berbagai problema. Mulai dari terjerat kasus narkoba, hingga masuk keluar penjara.

  • Saya pribadi pernah mendengar seorang ibu menganalogikan anak-anaknya dengan pohon. Dia tidak mengharapkan pohon yang menghasilkan buah, cukup dengan pohon yang asri dipandang. Dengan kata lain dia tidak mengharapkan keuntungan atau buah dari anak-anaknya. Selama anak-anak itu menjadi orang yang baik-baik, itu sudah cukup baginya.

  • Seorang pengacara yang juga bijaksana membiarkan putrinya memilih bidang pekerjaan yang jauh berbeda dari profesinya. Semula sang putri kuatir ayahnya akan kecewa karena tidak meneruskan sekolah setinggi ayahnya. Kemudian, sang anak 'terjangkit' demam YouTube dan ternyata berhasil mmendapatkan jutaan pemirsa. Kata ayahnya dengan bangga "Dia mencapai sukses lebih besar di usia lima belas tahun dibanding ayahnya pada usia lima puluh."

  • Tetapi tidak sedikit pula orangtua yang ingin anak-anaknya menjadi orang terpandang yang sukses, seperti pengacara atau dokter atau pejabat tinggi. Dan mereka akan kecewa jika anaknya malah memilih menjadi pemain musik atau seniman. Ada juga anak yang memiliki kesadaran sendiri dan mengesampingkan bakat seninya demi masa depannya. Dia berpikir bakatnya belum tentu dapat menunjang hidupnya, apalagi bila sudah berkeluarga. Karena itu dia memilih bersekolah tinggi, mencapai gelar dan sukses dengan prestasinya di bidang lain. Sedangkan jiwa seninya dapat disalurkan di saat-saat luangnya.

  • Penulis puisi terkenal Kahlil Gibran membandingkan anak dengan "anak panah yang melesat dari busurnya." Mereka akan menemukan sasarannya sendiri. Sebagai orangtua, kita dapat membimbing mereka untuk menjadi orang yang baik, selebihnya biarkan mereka menentukan nasibnya sendiri. Kita boleh membukakan mata mereka, namun jangan memaksakan kehendak kita. Jangan pula terlalu memanjakan dan me-ninabobo-kan mereka sehingga mereka tidak mampu berdikari di kemudian hari.

  • Advertisement
  • Tirulah jejak orangtua paling kaya namun paling sederhana di dunia, Bill dan Melinda Gates, pendiri Microsoft. Mereka memberi anak-anaknya jalan untuk sukses tetapi tidak membiarkan mereka hidup mengandalkan kekayaan orangtuanya, padahal harta kekayaan mereka tidak akan habis "dimakan tujuh turunan."

  • Mereka sadar istilah ini tidak benar, tanpa pengarahan yang tepat harta sebesar apa pun dapat saja habis dalam sekejap, entah karena pengelolaan yang salah atau karena keadaan yang mampu mengubah segalanya. Karena itu mereka mendidik anak-anaknya untuk menemukan cara yang dapat diandalkan untuk hidup mandiri.

  • Menjadi orangtua adalah pekerjaan yang sususah-susah gampang. Tidak ada sekolah untuk itu. Kadang-kadang kita hanya menirukan apa yang dilakukan orangtua kita sendiri. Sayangnya apa yang mereka sudah lakukan bagi kita tidak selalu benar.

  • Nah, termasuk tipe orangtua yang manakah Anda?

    1. Yang membiarkan anak-anak menemukan kehidupannya sendiri kelak sesuai dengan minat mereka masing-masing atau,
    2. Orangtua yang berusaha mengarahkan anak untuk menjalani kehidupan seperti yang Anda rencanakan agar kehidupan mereka terjamin?
Anda suka artikel ini? Bagikan..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Polling: Membebaskan anak dengan pilihannya atau mengharuskan mereka mengikuti keinginan Anda?

Tidak selalu mudah untuk mengikuti jejak orang tua. Kadang-kadang hal itu menjadi beban yang dapat mempersulit perjalanan hidup si anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr