Kenali penyebab si kecil suka menggigit kuku dan cara mengatasinya

Menggigit kuku adalah aktivitas paling sering dijumpai saat seseorang sedang dilanda rasa cemas. Begitu pula dengan buah hati Anda. Dengan cara yang tepat, Anda dapat menghilangkan kebiasaan ini.

790 views   |   8 shares
  • "Nggak capek gigit kuku terus?" Sindiran ini menyadarkan saya pada kebiasaan yang secara tidak sadar saya lakukan saat gelisah, takut, atau terlalu senang dalam menghadapi sesuatu. Saya pun tidak tahu kapan persisnya kebiasaan ini dimulai. Yang saya ingat sejak kecil pun saya telah gemar menggigit kuku. Walaupun saat dewasa saya sudah bisa mengontrol kebiasaan ini, namun terkadang kebiasaan ini muncul kembali dan terjadi begitu saja tanpa disadari.

  • Menggigit kuku sendiri adalah aktivitas paling umum yang dilakukan seseorang disaat seseorang menghadapi nervous habits. Begitu juga si kecil. Umumnya kebiasaan ini bisa berlanjut hingga ia besar, namun ada juga yang dapat menghentikan kebiasaan ini.

  • Jika kebiasaanya menggigit kuku masih dalam batas yang wajar, tidak menyakiti diri sendiri dan dilakukan secara tidak sadar untuk meredam stres ringan, maka Anda tidak perlu khawatir karena kebiasaan ini masih bisa hilang dengan bimbingan yang tepat dari Anda.

  • Namun sebaliknya, jika ia menggigit kuku hingga ujung-ujung jarinya terluka, berdarah dan diikuti perilaku lainnya seperti kecenderungan menjambak rambutnya atau mencubiti tubuhnya sendiri, segeralah konsultasikan dengan seorang Psikolog Anak, agar Anda dapat memahami penyebab kecemasan si kecil.

  • Menggigit kuku terlihat seperti kebiasaan sederhana, namun ada baiknya Anda menghentikan kebiasaan tersebut dengan beberapa langkah berikut:

  • CARI PENYEBABNYA

  • Lakukan observasi selama beberapa hari atau beberapa minggu terhadap aktivitas dan hal-hal apa saja yang dialami si kecil. Dari observasi itu, Anda akan menemui faktor-faktor apa saja yang menjadi pemicu stres, cemas, takut, misalnya masuk di lingkungan baru, memiliki teman baru atau melihat pertengkaran orang tuanya, dan lain-lain.

  • AJAK SI KEClL BICARA

  • Jika Anda sudah mengetahui penyebabnya, mulailah untuk mengajaknya berbicara. Misalnya, "Nak, jika kamu merasa takut, gelisah, atau apa pun, kamu bisa ceritakan semuanya pada Ibu." Ketika ia bercerita sambil mulai menggigit kukunya, di saat itu pula Anda dapat mengingatkan si kecil untuk menghilangkan kebiasaannya. Ucapkan dengan lembut seperti, "Saat kamu bercerita pada Ibu, kamu bisa menghentikan kebiasaanmu menggigit kuku dan Ibu akan selalu mengingatkanmu kapan saja agar kamu tidak melukai jari-jarimu sendiri."

  • BUATLAH IA MENYADARI KEBIASAANNYA MENGGIGIT KUKU

  • Buatlah kesepakatan dengan si kecil dengan bahasa tubuh yang sudah disepakati. Misalnya, saat ia mulai menggigit kuku Anda dapat memberinya sentuhan lembut di punggung, atau memanggil lembut namanya sambil melihat kuku yang ia gigit. Kesepakatan ini bisa menjadi pengingat efektif untuk menyadarkannya. Perlu diingat, jangan memaksanya terlalu keras karena si kecil akan menganggap hal ini sebagai hukuman.

  • Advertisement
  • AJARKAN ALTERNATIF LAIN

  • Biasakan untuk memberikan aktivitas pada tangannya agar aktif bergerak, seperti memberinya mainan atau mencoret-coret kertas agar ia melupakan kebiasaannya. Namun disaat ia berada di tempat umum dan Anda tidak bisa memantaunya seperti di sekolah, ajarilah Ia untuk mengambil napas dan membuangnya perlahan, lakukan beberapa kali hingga ia tenang dan bisa mengalihkan perhatiannya ke hal lainnya.

  • BANTU IA SAAT KESULITAN

  • Tidak sedikit orang seperti teman, nenek, paman, akan berkomentar saat si kecil menggigit kukunya. Bahkan sindiran atau larangan pun dilakukan untuk menghentikannya menggigit kuku. Terkadang hal ini dapat membuat anak sedih padahal ia masih berjuang untuk menghilangkan kebiasaannya. Ajaklah ia bicara tentang apa yang dirasakannya, ajaklah ia untuk menghilangkan kebiasaan ini bersama-sama dan yakinkanlah ia bahwa Anda akan selalu membantunya.

  • JANGAN MENGHUKUM ATAU MEMARAHINYA

  • Nervous habits biasanya dilakukan secara tidak sadar. Jadi tidak tepat jika Anda langsung menghukum atau memarahinya. Tetaplah tenang, karena jika Anda melayangkan bentakan seperti "Stop menggigit kukumu!", hal ini malah akan membuatnya makin cemas dan berujung dengan tangisan yang penuh drama. Jika Anda terlalu sering menekannya untuk berhenti menggigit kuku, ia akan semakin stres dan akan tetap mengigit kukunya.

  • Jangan melakukan intervensi dalam bentuk apapun karena akan membuatnya seperti mendapatkan hukuman. Yang perlu kita lakukan adalah menciptakan rasa nyaman, karena disaat si kecil siap ia akan cenderung berusaha sendiri untuk menghilangkan kebiasaan ini.

  • COBA LAGI DAN LAGI

  • Orang dewasa saja butuh waktu meredam nervous habits-nya, apalagi anak-anak yang terkadang belum bisa mengontrol rasa cemas atau takut. Jadi biarlah proses menghentikan kebiasaan menggigit kuku ini menjadi proses yang nyaman untuk dilakukan karena Anda tetap mencurahkan perhatian dan kasih sayang.

  • Saat ia belum berhasil menghilangkan kebiasaannya, tetaplah sabar dan tekun mengajaknya mencoba kembali. Yakinkan ia bahwa segala usaha yang kalian lakukan akan membuahkan hasil.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Kenali penyebab si kecil suka menggigit kuku dan cara mengatasinya

Menggigit kuku adalah aktivitas paling sering dijumpai saat seseorang sedang dilanda rasa cemas. Begitu pula dengan buah hati Anda. Dengan cara yang tepat, Anda dapat menghilangkan kebiasaan ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr