5 Hal untuk Diajarkan kepada Putra Anda tentang Sifat Ksatria

Artikel ini menjelaskan bagaimana mengajar anak lelaki kita untuk santun terhadap kaum wanita dalam kehidupan sehari-hari.

22,406 views   |   35 shares
  • Kata 'ksatria' mengingatkan kita kepada gambaran para ksatria dengan perisai berkilau yang menyelamatkan puteri cantik, seorang wanita yang tak berdaya. Bagi kebanyakan orang, keadaan seperti itu sudah tidak berlaku lagi di dunia modern kita yang kaum wanitanya kuat, mandiri dan dapat menjaga diri mereka sendiri. Dalam artikel ini kata 'satria' atau 'kesatria' dapat diperluas artinya menjadi 'penuh perhatian, sopan terhadap wanita; gagah'.

  • Bila Anda menggabungkan cara media melukiskan tentang wanita dengan pandangan modern maka sifat kesatria itu menjadi sauvinistis, itulah sebabnya kaum remaja lelaki kita tidak tahu cara memperlakukan wanita secara santun. Semuanya berpangkal pada definisi yang kita gunakan di atas, yang dapat berarti penuh perhatian dan kesopanan.

  • Kapan mulai mengajarkannya

  • Kapan hendaknya orangtua mulai mengajarkan sifat satria kepada anak-anak lelaki mereka? Mulailah mengajar ketika mereka masih muda. Latihlah kaum remaja sopan santun, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari ajaran itu. Putra 6 tahun saya telah diajar membukakan pintu bagi kaum wanita. Dia suka berlari ke pintu dan membukanya. Bila putra Anda sudah remaja mulailah dari sekarang.

  • Bagaimana mengajarkannya

  • Ambil setiap kesempatan untuk mengajar. Pernah suatu hari sementara menonton pertandingan bola di rumah teman, kami datang terlambat. Kebanyakan kursi di ruangan itu telah terisi dan beberapa orang duduk di lantai, termasuk beberapa wanita. Suami saya tidak habis pikir bagaimana mungkin beberapa remaja putra masih duduk di kursi yang paling nyaman dalam ruang itu. Dia memberitahu putra-putra kami bahwa dia tidak ingin melihat mereka berperilaku seperti itu. "Jika seorang wanita datang, Anda harus berdiri dan memberinya kesempatan untuk duduk," katanya.

  • Kaum ayah harus memberi contoh perilaku kesatria tersebut. Membukakan pintu untuk istri Anda. Membukan pintu mobilnya. Membawakan barang-barang dan tas baginya. Ketika putra Anda melihat ayahnya berperilaku santun seperti itu, maka dia akan mencontohnya.

  • Ambillah perilaku untuk dilatih setiap minggu atau bulan. Jelaskan apa yang Anda ingin agar putra Anda lakukan. Kemudian, perlihatkankah cara yang tepat melakukannya. Dan akhirnya, berlatihlah. Anda akan merasakan ganjarannya ketika melihat mereka melakukannya tanpa disuruh.

  • Apa yang diajarkan

  • Berikut adalah sebuah daftar perilaku yang akan membantu putra Anda mengembangkan keterampilan untuk berlaku satria.

  • Advertisement
    1. Membukakan pintu. Ajarlah para putra Anda membukakan pintu ketika melihat seorang wanita mendekat dari arah manapun. Mereka harus benar-benar membukakan pintu kemudian berdiri disisi pintu dan tidak menghalangi jalan keluar atau masuknya.

    2. Biarlah mereka berjalan lebih dahulu. Ketika antri biarkan seorang wanita berjalan lebih dulu. Melangkahlah ke samping dan berkata, "Silahkan." Ini dapat dilakukan sementara antri di restaurant, atau naik bus atau masuk ke gedung bioskop.

    3. Mempersilahkan duduk. Seorang pria tidak tetap duduk dan membiarkan seorang wanita berdiri atau duduk di lantai. Ajarlah putra Anda agar berdiri ketika melihat seorang wanita masuk ke dalam ruangan dan kemudian mempersilahkan dia duduk di kursi Anda.

    4. Menawarkan bantuan. Jika seorang wanita susah membuka pintu karena bawaannya banyak, bantulah menggandeng tangan anaknya atau menyeberangi jalan, ajarlah putra Anda untuk membantu.

    5. Menghargai opini dan ide wanita. Seorang pria sejati mendengarkan dan melibatkan diri secara hormat dan sopan dalam berbicara dengan seorang wanita. Bahkan seandainya Anda tidak sepakat dengan opininya, berilah dia rasa hormat yang patut diterimanya sebagai seorang manusia. Jangan membantah, menghina apalagi menertawakannya.

  • Dengan memulainya sedini mungkin, kita dapat membesarkan putra-putra yang santun. Kita perlu memberi petunjuk, memperlihatkannya dan memberi contoh perilaku yang ingin dimiliki putra-putra kita. Sopan santun bukan seni mati, tetapi sesuatu yang perlu yang akan menyumbang kepada masyarakat kita. Setiap orang suka diperlakukan dengan sopan dan hormat. Dan sesungguhnya itulah apa yang disebut satria.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “5 Things to teach your son about chivalry” karya Robyn Carr.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Robyn Carr is a graduate of Brigham Young University, the mother of 5 and grandmother to 1. She currently lives in North Carolina. Comments welcomed at mrsincredible41@yahoo.com

5 Hal untuk Diajarkan kepada Putra Anda tentang Sifat Ksatria

Artikel ini menjelaskan bagaimana mengajar anak lelaki kita untuk santun terhadap kaum wanita dalam kehidupan sehari-hari.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr