Cemburu terhadap rekan kerja suami? Lakukan 6 hal ini

Berada di tengah lingkup pekerjaan, tentu tak bisa membuat diri memghindari interaksi dengan lawan jenis. Bahkan seringkali justru lebih banyak. Begitu pun dengan suami. Lalu haruskah istri cemburu dan curiga?

5,019 views   |   14 shares
  • Dunia pekerjaan dan pergaulan sekarang ini tentu sulit membuat sekat terpisah antara pria dan wanita. Artinya, bisa saja para suami bekerjasama dengan rekannya yang wanita, bahkan bersahabat dengannya. Apakah wajar? Ya tentu saja wajar. Lalu jika Anda, sebagai istri, kemudian merasa cemburu, apakah wajar? Bisa saja wajar. Selama perilaku yang Anda tunjukkan juga tidak berlebihan.

  • Sebab menurut psikolog Sarwendah Indrarani dalam laman psikologikita.com, cemburu tidak selalu menjadi ekspresi cinta. Cemburu itu seperti dua sisi dari keping mata uang, yang ada kalanya menjadi bukti cinta pada pasangan, ada kalanya menjadi tanda dari ketidaknyamanan atau kecemasan dalam diri seseorang.

  • Cemburu dapat menjadi bukti cinta ketika kita dapat mengolah secara positif. Contohnya, seorang suami akan merasa tersanjung ketika istri menunjukkan tanda cemburu. Hal ini membuktikan sang istri benar-benar menyayangi dirinya. Sedangkan, cemburu akan menjadi tanda ketidaknyamanan dalam diri ketika kita melarang pasangan untuk berteman dengan orang lain, memata-matai kegiatan pasangan, atau bertindak kasar pada pasangan.

  • Cemburu dapat berpotensi merusak hubungan ketika seseorang terlalu mengekang pasangannya. Misalnya, seorang istri terus menerus menghubungi suaminya ketika jam kerja untuk memantau keberadaan dan perilaku ketika di kantor. Hal ini tentunya dapat mengganggu kinerja suami. Terlebih lagi, jika istri bersikap memaksa atau menuntut suami untuk mengikuti keinginannya. Dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin suami akhirnya merasa lelah dan menjauh dari istri.

  • Nah, maka, apa yang harus dilakukan jika suami memang memiliki sahabat wanita? Tidak perlu berlebihan. Ketimbang curiga dan menuduh dirinya melakukan kesalahan, akan lebih baik jika Anda minta dikenalkan saja dengan si sahabat, bukan? Tak ada salahnya Anda minta bertemu dengan sahabat wanita suami Anda.

  • 1. Cobalah mendekatkan diri.

  • Ini merupakan satu-satunya cara untuk "masuk" ke dalam persahabatan mereka. Dengan bertatap muka dan berinteraksi, Anda akan tahu seberapa jauh mereka bersahabat, bagaimana pandangan mata mereka satu sama lain, bagaimana sikap tubuh mereka, dan sebagainya. Tetapi ingat, jangan tunjukkan perasaan cemburu. Tujuan Anda hanyalah melihat sejauh mana persahabatan di antara mereka.

  • 2. Bersikap baiklah.

  • Berusahalah juga, untuk selalu bersikap baik terhadap sahabat dekat pasangan. Jika memungkinkan, Anda juga bisa ikut bersahabat dengan wanita itu, kok. Ini lumrah terjadi dan akan membuat semua pihak lebih nyaman. Jika cemburu menjadi sulit dikendalikan, mulailah berpikir dengan logika. Salah satu caranya bisa dengan menelusuri jejak suami dan sahabatnya.

  • Advertisement
  • 3. Bertanya tentang 'sejarah' hubungannya.

  • Sebelum memutuskan bahwa sahabat pasangan adalah ancaman untuk hubungan Anda, ada baiknya lihat sejarah hubungan mereka. Tanyakan pada suami, seberapa lama mereka bersahabat dan seberapa jauh hubungan persahabatan terjalin. Tak perlu menggunakan nada menyelidik, ucapkan saja saat santai dan suasana hati Anda berdua sedang bagus.

  • 4. Fokuslah pada pernikahan Anda.

  • Ketimbang terus mengurusi rasa cemburu, akan lebih baik jika Anda berusaha untuk memperkuat pernikahan Anda dengannya. Karena setiap pernikahan memang memiliki risiko dan tantangannya.

  • 5. Luaskan pergaulan Anda sendiri.

  • Inilah kenapa Anda dan pasangan harus sama - sama memupuk rasa kepercayaan dan cinta yang sehat. Kalau Anda merasa cemburu dengan interaksi dan cara berkomunikasi pasangan dengan rekan kerjanya, coba deh meluaskan pergaulan dan temukan hal baru yang bisa membuat Anda dan pasangan merasa bahagia.

  • 6. Rencanakan 'kencan' berdua dengan suami.

  • Tak ada salahnya juga sekali-sekali menjadwalkan kencan - kencan manis nan romantis khusus untuk Anda berdua.

  • Mungkin pernah terlintas dalam benak Anda untuk membuat batasan pada suami karena Anda berpikir memiliki hak untuk itu sebagai seorang istri. Namun, ungkapkan dengan baik dan dalam sebuah obrolan yang menyenangkan, bukan menegangkan. Hal ini wajar dilakukan saat hubungan suami dan rekan kantornya sudah mulai membuat Anda risau. Tetapkanlah batas aktivitas pertemanan yang bisa dilakukan suami dengan rekan kantornya. Tapi selalu ingat, pindah kantor bukanlah jalan keluar terbaik karena akan selalu ada rekan perempuan di kantor suami. Jadi, sepakatilah bersama-sama tentang batas komunikasi dan interaksi seperti apa sih yang bisa memberikan rasa nyaman dan aman untuk Anda dan juga pasangan.

  • Sampaikan dengan tenang pada suami, bahwa ada beberapa hal yang membuat Anda tak nyaman. Katakan bahwa Anda tidak suka bila suami dan sahabat melakukan kegiatan tertentu seperti pergi ke bar atau klub dan meminum alkohol bersama. Jangan ragu untuk membahas masalah ini dan menetapkan batasan bersama. Tujukkan bahwa suami juga memiliki 'suara' dalam hal ini, dan Anda tidak berusaha untuk mengatur dirinya.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Cemburu terhadap rekan kerja suami? Lakukan 6 hal ini

Berada di tengah lingkup pekerjaan, tentu tak bisa membuat diri memghindari interaksi dengan lawan jenis. Bahkan seringkali justru lebih banyak. Begitu pun dengan suami. Lalu haruskah istri cemburu dan curiga?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr