Suami pelit? Ini cara menghadapinya

Suami berkewajiban menaggung kehidupan seluruh anggota keluarganya. Namun bagaimana jika ternyata sang kepala keluarga itu terlalu selektif alias pelit dalam memberikan penghidupan? Apa saja yang bisa dilakukan?

5,270 views   |   21 shares
  • Menafkahi istri merupakan salah satu kewajiban bagi suami dalam sebuah pernikahan. Nafkah yang dimaksud di sini adalah nafkah lahir serta nafkah batin. Seorang suami harus mencukupki pemberian nafkahnya untuk memenuhi kebutuhan istri dan keluarga. Lalu bagaimana jika suami yang justru malas dalam mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya? Jika mereka memiliki harta pun, suami tipe ini akan sangat irit alias pelit untuk memberikannya kepada istri.

  • Apa saja sih hal-hal yang bisa membuat suami dikatakan pelit? Misalnya, ia menyembunyikan pendapatannya dari sang istri. Atau, ia membeli pakaian yang bagus sementara istri dan anak-anaknya memakai pakaian biasa saja. Bisa juga, ia perokok, yang tak mau menghentikan kebiasaannya, walau keluarganya harus menahan lapar karena uang telur dibelikan rokok. Kemudian, ia tidak mempercayakan pengaturan uang bulanan kepada istri, meski istrinya mampu.

  • Terakhir, yang biasanya kerap mengganggu adalah, segala sesuatu yang diminta istrinya selalu ditolak, karena dianggap mahal. Padahal ia sendiri biasa membeli barang-barang semacam itu. Pasti masih banyak contoh lainnya lagi. Nah apakah Anda dan pasangan mengalami hal serupa kemudian menyebabkan seringnya beda pendapat soal uang? Jangan khawatir, Anda tidak sendiri.

  • Sebelum perbedaan pendapat soal uang menjadi pertengkaran besar (yang juga menjadi penyebab utama perceraian), ada beberapa langkah mudah yang bisa Anda coba:

  • 1. Utamakan selalu pernikahan Anda

  • Ketika pertengkaran soal uang terjadi, apakah pertanyaan ini pernah terbersit di benak Anda? Jika pernah, pertengkaran justru bisa semakin 'panas'. Menurut Olivia Mellan, pengarang buku Money Harmony, tidak ada pasangan yang selalu sepakat soal uang, biarpun keduanya sama-sama hemat ataupun suka belanja. Jadi, hadapilah perbedaan itu dan usahakan saja untuk berdiskusi tanpa emosi.

  • 2. Jujur soal keuangan di masa lalu

  • Pandangan seseorang tentang uang dipengaruhi oleh masa lalunya. Dengan mengetahui masa lalu pasangan terutama yang berhubungan dengan uang, kita bisa lebih mengerti 'asal muasal' tindakannya.

  • 3. Beri pujian

  • Meskipun pandangan suami terhadap uang mengganggu Anda, pasti ada bagian yang bisa dihargai. Bagian sulitnya adalah mengatakan hal tersebut padanya. Tapi patut dicoba. Suami pelit dan penuh perhitungan? Sesekali pujilah bagaimana dia berhati-hati terhadap pengeluaran. Dengan tidak selalu mengkritik pasangan tentang keputusannya terhadap uang, hubungan Anda berdua mengenai keuangan dapat melunak perlahan.

  • Advertisement
  • 4. Lupakan anggaran, catat rencana pengeluaran

  • Istilah budget atau anggaran menjadi momok bagi banyak orang. Buatlah catatan lebih sederhana berupa rencana pengeluaran. Tulis apa saja yang harus Anda bayar rutin (aneka rekening dan hutang) sehingga Anda dapatkan angka tetap. Kurangi pemasukan tetap Anda dengan angka tersebut.

  • Sisanya adalah uang yang bisa Anda pakai. Pisahkan uang tersebut untuk hal-hal yang harus Anda beli (popok, makan) dan hal-hal yang tidak wajib.

  • Hal ini juga pernah di bahas oleh Psikolog Ratih Ibrahim. Menurutnya, itulah perbedaan antara laki-laki dan perempuan, mereka berbeda dalam menyampaikan rasa sayangnya, terkadang laki-laki merasa ia sudah mengungkapkan rasa sayangnya dengan tidak selingkuh dan menafkahi istrinya. Sedangkan perempuan ingin lebih diperhatikan seperti kebutuhan akan sepatu, alat make up dan sebagainya. Jadi dalam hal ini tidak ada yang salah, hanya saja perlu didiskusikan untuk mencari jalan keluar antara Anda dan suami.

  • Hindari kata bercerai pada pasangan kita, bahkan pada saat Anda berdua sedang bertengkar hebat. Mengapa? Karena itu tidak mengatasi permasalahan. Nah, mungkin Anda memang perlu melakukan introspeksi diri. Apakah pada dasarnya istrinya memang boros? Buktikan saja bahwa kita mampu mengatur keuangan yang telah diberikan. Mudah-mudahan, dengan pembuktian ia akan lebih mempercayakan istrinya dalam mengatur keuangan keluarga.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Suami pelit? Ini cara menghadapinya

Suami berkewajiban menaggung kehidupan seluruh anggota keluarganya. Namun bagaimana jika ternyata sang kepala keluarga itu terlalu selektif alias pelit dalam memberikan penghidupan? Apa saja yang bisa dilakukan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr