Hati-hati! Emosi mengendalikan pilihan-pilihan pertama kita

Terkadang kita menentukan sesuatu tanpa pikir panjang karena emosi memengaruhi pikiran kita sedemikian rupa sehingga kita menyesalinya di kemudian hari.

688 views   |   3 shares
  • Terkadang kita menentukan sesuatu tanpa pikir panjang karena emosi memengaruhi pikiran kita sedemikian rupa sehingga kita menyesalinya di kemudian hari. Jika hal itu hanya menyangkut masalah kecil tentu tidak menjadi soal, tetapi bagaimana jika menyangkut suatu masalah penting, katakanlah masalah yang menyangkut hidup dan mati seseorang?

  • Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar riwayat kapal Titanic yang tenggelam pada pelayaran perdananya menyeberangi lautan Atlantik dari Southhampton, Inggris ke New York, AS pada tanggal 15 April 1912. Kejadian ini diangkat ke layar perak mejadi film yang sangat sukses di penghujung tahun 1997 dengan bintang populer Leonardo Di Caprio. Namun ada sebuah fakta menarik yang tidak disinggung-singgung di film ini.

  • David Blair adalah seorang perwira yang seharusnya berlayar dengan kapal Titanic sesudah menyelesaikan tes pelayaran dari Belfast, Irlandia, tempat pembuatan kapal itu, ke Southhampton, Inggris. Namun tiba-tiba dia digantikan dengan seorang perwira lain. Dia menulis kepada iparnya tentang betapa kecewanya dia atas kejadian ini. Entah karena marah atau memang benar-benar lupa, dia tidak menyerahkan kunci untuk kamar di mana tersimpan teropong kapal itu. Dalam persidangan masalah ini dianggap sebagai salah satu unsur penyebab tenggelamnya kapal pesiar raksasa yang bersejarah itu. Seandainya ada teropong di kapal itu, mereka dapat melihat gunung es yang mengancam dari kejauhan. Menurut seorang saksi ahli di persidangan mereka akan memiliki waktu cukup banyak untuk menghindari tabrakan dengan gunung es tersebut.

  • Apakah David Blair waktu itu dipengaruhi oleh emosi sehingga tidak menyerahkan kunci kamar teropong? Mungkin saja tidak, tetapi yang jelas seandainya kunci itu ada dan awal kapal Titanic mempunyai teropong, kemungkinan 1503 nyawa penumpang dapat diselamatkan. Kunci bersejarah ini dilelang dan dibeli dengan harga $135 ribu oleh seorang CEO dari perusahaan perhiasan dan dapat dilihat di museum Nanjing, China.

  • Kedengarannya sepele, hanya sebuah kunci, tetapi akibatnya sangat besar. Demikianlah halnya dengan keputusan yang kita ambil sehari-hari. Mungkin hanya soal teve yang dibeli tetangga, tetapi akibatnya anggaran belanja kocar kacir bila kita tidak dapat menahan emosi karena tidak mau kalah dengan tetangga. Akibat selanjutnya mungkin rumah tangga berantakan gara-gara ekonomi yang tidak terkendali.

  • Ada orang yang memutuskan untuk bercerai ketika sedang dalam keadaan marah dan sengit. Ada anak yang lari dari rumah karena dicaci orangtuanya. Ada pula murid yang keluar dari sekolah akibat nilainya jeblok melulu. Atau pegawai yang meninggalkan pekerjaannya begitu majikannya menegur kesalahannya. Mengapa kita membiarkan perasaan kita mengalahkan akal sehat kita? Orang Jawa menyebutnya "gede ambek."

  • Advertisement
  • Dalam segala sesuatu lebih baik bila kita berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan. Ketika Anda jatuh cinta, Anda tidak langsung melamar gadis itu, bukan? Anda berusaha mengenalnya, menjajagi kemungkinan untuk melewatkan seluruh hidup Anda dengannya, dst. Begitu pula dalam mengambil keputusan penting lainnya. Anda hendaknya mempertimbangkan apa saja risiko dari keputusan itu. Bukan saja untuk diri Anda sendiri, jika Anda sudah berkeluarga, tetapi juga apa akibatnya bagi keluarga Anda.

  • Pertama

  • Redakanlah perasaan Anda, berilah waktu satu dua hari untuk mengkaji masalah itu. Jangan biarkan emosi Anda mengalahkan akal sehat Anda. Kalau perlu buatlah daftar dari keuntungan dan kerugian yang akan terjadi bila Anda membuat keputusan itu.

  • Kedua

  • Jalankanlah keputusan yang sudah Anda ambil masak-masak. Jika Anda sudah tahu kerugiannya tetapi Anda tetap ingin melaksanakannya, persiapkan diri Anda dalam menghadapi risikonya. Misalnya Anda merasa terjajah dalam pekerjaan Anda dan Anda ingin berwiraswasta. Apakah Anda siap menghadapi kerugian secara bisnis? Bagaimana dengan kehidupan keluarga Anda? Apakah istri Anda memiliki pekerjaan tetap yang dapat diandalkan untuk menunjang kehidupan keluarga? Jika Anda sudah mantap dan siap, tekunilah usaha itu dan jangan pernah mundur.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Hati-hati! Emosi mengendalikan pilihan-pilihan pertama kita

Terkadang kita menentukan sesuatu tanpa pikir panjang karena emosi memengaruhi pikiran kita sedemikian rupa sehingga kita menyesalinya di kemudian hari.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr