Saat harus memilih, ikut suami atau tidak?

Dinamika pekerjaan tak menutup kemungkinan suami dipindahtugaskan ke kota kecil. Jika hal ini terjadi, apa yang harus dipilih? Ikut suami dan berada jauh dari kota kelahiran? Atau tetap tinggal dan terpisah jarak dengannya?

1,075 views   |   14 shares
  • Menikah, artinya menjalani kehidupan berdua. Mengarungi samudera yang tak selalu indah itu berdua. Namun apa yang harus dilakukan saat suami Anda mendapat promosi pekerjaan, tetapi harus pindah ke kota yang terpencil? Apa yang pertama terlintas di benak Anda? Apakah karier Anda yang selama ini telah susah payah diraih? Atau sekolah anak? Lalu bagaimana dengan gosip yang muncul tentang pria yang tugas di daerah, jauh dari anak-istri, apalagi yang berkedudukan tinggi, banyak sekali godaannya?

  • Hal ini pernah dibahas oleh trainer dr. Irma Makarim. Menurutnya, tiap keputusan yang Anda ambil tentu ada konsekuensinya, dan Anda perlu menyiapkan diri untuk menghadapinya. Dengan tidak ikut pergi ke daerah terpencil bersama suami, kedua anak Anda bisa tetap bersekolah di tempat yang Anda inginkan. Di sisi lain, kehadiran seorang ayah cukup penting dalam kehidupan anak. Anak Anda jelas akan kehilangan sosok ayah untuk beberapa lama. Anda sendiri diliputi kecemasan melihat kenyataan bahwa suami Anda tinggal sendiri di sana.

  • Godaan bisa datang kapan dan di mana saja. Inilah pentingnya saling mempercayai antara suami-istri. Suami maupun Anda diharapkan bisa menjaga diri masing-masing dan menjaga kedua anak. Tetaplah memelihara komunikasi secara terbuka dan memberikan informasi mengenai keluarga sehingga suami tetap merasa dirinya terlibat dalam perawatan anak.

  • Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, jika memilih tidak ikut suami, jalan satu-satunya adalah membangun rasa saling percaya dan tidak menyalahgunakan kepercayaan. Godaan tidak hanya berlangsung karena hidup berjauhan, dalam kehidupan yang relatif berdekatan pun godaan bisa saja datang. Idealnya keluarga secara utuh berada dalam lokasi tempat tinggal yang sama dan tidak terlalu terpisah.

  • Cepat atau lambat, kesenjangan fisik akan memberi dampak kesenjangan emosi satu sama lain. Demikian juga kesenjangan emosi antara anak dan orang tua. Namun, adakalanya tantangan tidak bisa terlalu cepat diatasi. Desakan kondisi hidup membuat pasangan harus berada dalam rentang jarak yang cukup lebar. Fasilitas komunikasi modern amat berpotensi menjaga hubungan tersebut, namun tentunya semua itu harus dilandasi oleh hubungan batin yang kokoh.

  • Bila ini tetap membuat Anda tak yakin, mungkin Anda bisa memikirkan untuk pindah ke tempat suami. Belajar bisa dilakukan di mana saja. Mungkin sekolah di daerah secara akademis tidak seperti yang Anda harapkan, tetapi anak-anak Anda bisa belajar banyak dari lingkungan dan alam sekitarnya. Ini tak pernah didapatkan oleh anak-anak yang tinggal di kota besar. Apalagi kehadiran ayah akan banyak berarti bagi anak-anak dan Anda sendiri.

  • Advertisement
  • Mungkin saat itulah, Anda perlu memberikan dukungan emosional pada suami, jangan malah menghindar dari tantangan bersama. Tidak bisa Anda sekadar menggunakan alasan tidak kerasan karena tidak terbiasa, karena Anda masih pada masa peralihan. Sebaiknya hadapi tantangan ini dengan lapang dada, karena bukankah pernikahan Anda dilandasi oleh kasih kebersamaan, bukan ingin menikmati kesenangan belaka?

  • Di mana pun kita hidup, berbagai peluang harus kita ciptakan sendiri. Bukan dari lingkungan, tetapi dari dalam diri sendiri. Ketika Anda pindah ke kota kecil tersebut, coba simak kebiasaan masyarakat setempat, tradisi yang mungkin Anda bisa kembangkan bersama mereka kelak dalam bentuk bisnis yang bisa Anda kerjakan.

  • Kota kecil juga membuka peluang bagi Anda untuk mengembangkan jaringan sosial dengan lebih baik. Anggota masyarakat di kota kecil biasanya saling mengenal dengan lebih baik ketimbang di kota besar yang lebih individualistis akibat keterbatasan waktu bersosialisasi. Ya, Anda akan terhindar dari stres karena macet dan tumpukan pekerjaan. Biaya hidup di kota kecil pun biasanya lebih murah, jadi meski Anda berhenti bekerja, pengeluaran tak akan sebesar di kota besar.

  • Hal baik lainnya adalah, Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Ya, karena di sana Anda tak punya teman atau saudara sebanyak di tempat kelahiran. Dengan demikian, akan lebih banyak waktu menikmati hari-hari bersama, dan bukan tak mungkin melakukan wisata tiap akhir pekan, toh?

  • Jadi, ikut suami atau tidak? Pilihan ada di tangan Anda.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Saat harus memilih, ikut suami atau tidak?

Dinamika pekerjaan tak menutup kemungkinan suami dipindahtugaskan ke kota kecil. Jika hal ini terjadi, apa yang harus dipilih? Ikut suami dan berada jauh dari kota kelahiran? Atau tetap tinggal dan terpisah jarak dengannya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr